E-learning Lebih Prolingkungan

- Editor

Senin, 12 September 2011

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DULU, manusia memiliki tiga kebutuhan primer, yaitu sandang, pangan, dan papan. Namun, seiring dengan kemajuan zaman, ada kebutuhan primer lain, yaitu pendidikan. Tidak dapat dimungkiri bahwa pendidikan merupakan hal yang mutlak dibutuhkan, terlebih pada era kekinian. Untuk bisa hidup di dunia yang serbakompleks, tanpa pendidikan, seseorang hanya akan dibodohi oleh manusia lainnya (homo homini lupus). Pemerintah pun mewajibkan warga negaranya belajar 9 tahun, artinya wajib menempuh pendidikan setidaknya lulus SMP agar memperoleh penghidupan yang lebih layak.
Seiring dengan kemajuan tingkat pendidikan, kebutuhan akan buku makin meningkat. Padahal untuk membuat sebuah buku perlu kertas, sedangkan kertas dibuat dari serat kayu, jadi makin banyak kita menggunakan buku makin banyak kita harus menebang pohon. Tentu kita tidak menginginkan majunya tingkat pendidikan berbanding terbalik dengan perusakan lingkungan. Padahal kini  lingkungan makin rusak dan ancaman global warming pun sudah terjadi.

Lalu solusi apa yang bisa ditawarkan untuk keluar dari permasalahan tersebut? Solusinya adalah memanfaatkan e-learning, yaitu pola pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer atau internet. Pengguna nantinya mendapatkan semacam perpustakaan elektronik, hasil dari men-download buku (e-book) yang mereka inginkan.

E-learning menggunakan konsep website sebagai media yang di dalamnya berisi kumpulan e-book, dan siswa/ mahasiswa yang sudah terdaftar dapat dengan mudah mengunduh e-book yang mereka perlukan. Pengertian e-book sendiri adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri atas kumpulan lembar kertas yang dapat berisikan teks atau gambar maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dewasa ini buku elektronik makin diminati karena ukurannya kecil bila dibandingkan dengan buku, dan juga umumnya memiliki fitur pencarian, sehingga kata-kata dalam buku elektronik dapat dengan cepat dicari dan ditemukan. Terdapat berbagai format buku elektronik yang populer, antara lain adalah teks polos, pdf,jpeg, lit, dan html. Masing-masing format memiliki kelebihan dan kekurangan, bergantung pada alat yang digunakan untuk membaca buku elektronik tersebut.

Salah satu usaha untuk melestarikan literatur berbentuk buku yang banyak jumlahnya dan memerlukan biaya perawatan yang mahal adalah dengan melakukan transfer dari bentuk buku ke bentuk buku elektronik. Dalam hal ini akan banyak ruang dan juga upaya yang dihemat untuk merawat literatur-literatur tersebut.

Prolingkungan

Dalam kasus e-learning, e-book dimasukkan dalam website. Situs juga dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).

Dalam praktiknya ada 3 komponen utama dalam e-learning, yaitu administrator, instructor, dan student . Tiga komponen ini berfungsi sebagai pembagian hak akses sistem sehingga dapat menjamin keamanan sistem itu sendiri. Administrator bertugas untuk mengatur jalannya seluruh proses dalam e-learning, semisal membuat username baru untuk guru, mengubah tampilan dan sebagainya. Instructor (guru) bertugas meng-upload materi pelajaran ke dalam e-learning sehingga materi pelajaran bisa diakses/ diunduh oleh student. Adapun tugas student adalah mengunduh materi pelajaran yang sudah disediakan guru.

Banyak manfaat yang diperoleh dari e-learning.  Misalnya, memudahkan kepala sekolah memantau proses kegiatan belajar mengajar, mempersingkat waktu penyampaian laporan akademik siswa ke kepala sekolah, dan memudahkan siswa mendapatkan materi pembelajaran tambahan dari guru tanpa bertatap muka. Dalam konteks pelestarian lingkungan, cara ini lebih green karena tidak memerlukan kertas yang berarti tidak perlu menebang pohon di hutan. Selain itu, menghemat biaya karena tidak memerlukan kertas. (10)

Albert Budi Christian, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Ketua Lembaga Pers Mahasiswa ’’Paraga’’ Unika Soegijapranata Semarang

Sumber: Suara Merdeka, 3 September 2011

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan
Biomedis atau Teknik Biomedis?
Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Berita ini 29 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 21:10 WIB

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:32 WIB

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 September 2026 - 20:13 WIB

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB