Dua Gempa di NTT Tandai Aktifnya Zona Tektonik

- Editor

Selasa, 18 Juni 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua gempa bumi berkekuatan signifikan mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Senin (17/6/2019). Rangkaian gempa bumi ini menjadi peringatan tingginya aktivitas tektonik di Indonesia timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa pertama terjadi di wilayah Sumba Timur pada pukul 03.13 WIB berkekuatan M 5. Sekitar sembilan jam kemudian, tepatnya pukul 12.43 WIB, wilayah Laut Sawu dan sekitarnya diguncang gempa tektonik berkekuatan M 5,4.

–Dua gempa bumi yang melanda NTT pada Senin (17/6). Sumber: BMKG, 2019

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan DIni Tsunami BMKG Daryono mengatakan, episenter gempa Sumba Timur berpusat di laut pada jarak 96 km arah selatan Kota Waingapu, dengan kedalaman 28 km. “Gempa ini terjadi akibat deformasi batuan pada kerak samudra Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Pulau Sumba,” kata dia.

Di zona tekukan lempeng ini terjadi peregangan sebelum menunjam ke bawah Pulau Sumba. Gaya tarikan ini memicu terjadinya patahan dengan pergerakan turun hingga memicu gempa bumi.

Menurut Daryono, zona penunjaman selatan NTT merupakan kawasan subduksi tua dan sudah mengalami roll back (gulung balik). Kondisi ini menyebabkan sering terjadi gempa di luar jalur subduksi (outer rise) dengan pergerakan turun.

Pusat gempa Sumba 1977. Sumber: Aditya R. Gusman (2009).–Gempa besar “The Great Sumba” berkekuatan M 8,3 yang terjadi pada 19 Agustus 1977 terjadi di zona outer rise ini.

Kajian Aditya R Gusman di jurnal Seismological Society of America (2009), menyebutkan, gempa Sumba tahun 1977 memacu tsunami yang menyebabkan kerusakan parah di Pulau Sumbawa dan Sumba di Indonesia. Tsunami juga teramati pada alat pasang surut di Australia. Disebutkan, landaan tsunami di pantai mencapai 8 meter dan jarak genangan mencapai 500 m di Lunyuk, Pulau Sumbawa.

“Meskipun gempa Sumba Timur pagi tadi tidak berpotensi tsunami tetapi dampak guncangan dalam skala intensitas III MMI cukup kuat,” kata Daryono.

Sementara itu, gempa di Laut Sawu berpusat di laut pada jarak 68 km arah selatan Kota Larantuka, Flores Timur pada kedalaman 118 km. Gempa ini terjadi dipicu oleh adanya deformasi batuan pada lengan Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lantai busur gunung api Kepulauan Sunda Kecil (Lesser Sunda), tepat di bawah Cekungan Sawu.

Oleh AHMAD ARIF

Sumber: Kompas, 17 Juni 2019

Informasi terkait

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI
Ketika Alam Tak Lagi Pasti
Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Berita ini 34 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Berita Terbaru

Artikel

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Berita

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Artikel

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB