Dorong Penggunaan Plastik yang Mudah Terurai

- Editor

Rabu, 27 April 2011

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penggunaan plastik dalam kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat dihindari. Karena itu, para pelaku industri didorong menggunakan plastik yang mudah terurai. Namun, tetap harus diikuti dengan kedisiplinan warga dalam membuang sampah pada tempatnya.

Ketua Asosiasi Limbah Padat Indonesia (Inswa) Sri Bebassari, Selasa (26/4) di Jakarta, mengatakan, sampah plastik merupakan masalah serius bagi kota-kota di Indonesia. Plastik yang baru bisa terurai dalam waktu 1.000 tahun menimbulkan penumpukan sampah dan mudah menyumbat saluran air sehingga menyebabkan bencana banjir.

”Yang menjadi musuh kita bukan plastiknya, tetapi (sifatnya) yang sulit terurai,” kata Sri di sela-sela pengenalan oxodegradable polystyrene yang merupakan kemasan pangan ramah lingkungan. Ia mengatakan, teknologi untuk membuat plastik mudah terurai telah ditemukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satunya yang sudah dikomersialkan adalah penggunaan zat tambahan oxium untuk membuat plastik mudah terurai. Hal ini sudah diterapkan pada kantong plastik yang bisa terdegradasi dalam dua tahun yang telah digunakan oleh beberapa peritel dan mulai diaplikasikan dalam kemasan makanan yang dapat terdegradasi dalam 4 tahun.

Sri menuturkan, plastik sebenarnya berasal dari senyawa organik karena terbentuk dari rantai hidrokarbon styrene yang berasal dari minyak bumi. Karena memiliki rantai panjang dengan berat molekul tinggi, plastik sulit terurai oleh mikroorganisme.

Sampah menumpuk

Untuk kota besar seperti Jakarta, Sri mengatakan, setiap hari terdapat 6.000 ton sampah yang 1.000 ton di antaranya adalah sampah plastik berbagai jenis seperti kantong plastik dan polystyrene yang biasa disebut styrofoam (sebenarnya sebuah merek polystyrene). Ia mengatakan, tumpukan sampah ini bisa dikurangi dengan penggunaan plastik yang mudah terurai.

Namun, Sri mengingatkan, penggunaan plastik mudah terurai ini tidak berarti masyarakat bisa seenaknya membuang sembarangan. ”Kedisiplinan masyarakat membuang sampah pada tempatnya harus juga ditingkatkan,” ujar Sri.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia (IPF) Henky Wibawa menjelaskan, permasalahan sampah plastik bisa diatasi jika pemerintah tegas menerbitkan dan mengawasi pelaksanaan peraturan. ”Undang-undang Nomor 8 Tahun 2008 tentang Sampah sampai sekarang belum ada peraturan di bawahnya yang mengatur secara detail untuk memaksa agar produsen pemakai kemasan mendaur ulang atau mengelola sampahnya,” kata Henky.

Ia mencontohkan, Jerman sejak tahun 1974 menerapkan peraturan yang memberlakukan cukai pada setiap kemasan plastik. Cukai itu dikelola badan tersendiri untuk operasional pengelolaan sampah itu. Konsep pengenaan cukai pada kantong plastik pernah dibahas oleh Kementerian Lingkungan Hidup, tetapi tidak disertai konsep badan pengelolaan sampah. (ICH)

Sumber: Kompas, 27 April 2011

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Berita ini 4 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:50 WIB

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:12 WIB

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Berita Terbaru

Artikel

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Senin, 9 Mar 2026 - 09:50 WIB