DO akibat Salah Jurusan

- Editor

Rabu, 10 November 2010

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 40 persen mahasiswa drop out di tahun pertama akibat salah jurusan. Sebab, kedua terbanyak adalah kaget dengan cara belajar dalam perkuliahan.

”Penyebab drop out (DO) di tahun pertama bukan karena kemampuan, tetapi paling tinggi karena salah jurusan. Penyebab kedua adalah kaget dengan cara belajar di kampus,” kata Kepala Pusat Karier Universitas Surabaya Budhi Santoso Gautama, Selasa (9/11) di Surabaya.

Budhi mencontohkan, ada mahasiswa yang masuk jurusan farmasi karena mengira akan banyak belajar biologi. Menurut pengajar Teknik Industri ini, karena informasi yang kurang terbuka dan peran guru bimbingan konseling hanya mendampingi siswa nakal. Padahal, semestinya guru bimbingan konseling juga membantu siswa memilih jurusan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu, kata Budhi yang juga Ketua Umum Ubaya Carnival, Ubaya secara rutin menyelenggarakan seminar untuk guru bimbingan konseling. Seminar serupa juga digelar dalam Ubaya Carnival 2010 di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya, Kamis (11/11) pukul 11.00. Diskusi interaktif itu bertajuk ”Talent Management for High School Students”.

Ubaya Carnival diselenggarakan 11-14 November. Salah satunya membahas isu perubahan yang sangat berkembang, yakni masalah transportasi, telekomunikasi, dan travel.

”Triple T ini sudah berkembang pesat di luar negeri, tetapi, di Indonesia belum,” tutur Wakil Rektor I Ubaya Prof Lieke Riadi. Beberapa isu yang berkembang juga disiapkan dalam Ubaya Carnival 2010 untuk memudahkan siswa melanjutkan studi tanpa salah pilih. (INA)

Sumber: Kompas, Rabu, 10 November 2010 | 05:36 WIB

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 21 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB