Home / Berita / Diinjeksi Modal 2 Miliar Dollar AS, Grab Ekspansi Pasar Indonesia

Diinjeksi Modal 2 Miliar Dollar AS, Grab Ekspansi Pasar Indonesia

Perusahaan jasa transportasi yang berbasis di Singapura, Grab, menyatakan mendapat tambahan modal senilai 2 miliar dollar AS, Kamis (2/8/2018). Sekitar setengah dari dana itu berasal dari raksasa mobil Jepang Toyota, yang mengumumkan bulan lalu telah memompa dana senilai 1 miliar dollar AS ke Grab. Perusahaan ini menyatakan ekspansi pasar Indonesia menjadi salah satu tujuan utama perseroan dengan dana terbaru itu.

Dalam keterangan tertulisnya, manajemen Grab menyatakan bakal memperluas penawarannya termasuk pembayaran elektronik, pengiriman makanan dan jasa kurir saat mereka memerangi persaingan sengit di sektor yang tumbuh cepat itu. Grab menyebut operasional Indonesia ikut menjadi fokusnya. Di Indonesia, Grab telah telah bermitra dengan perusahaan lokal Ovo untuk menawarkan apa yang dikatakannya sistem pembayaran mobile yang paling banyak diterima di negara itu.

REUTERS/EDGAR SU/FILE PHOTO–Sejumlah orang menunggu perayaan ulang tahun kelima perusahaan Grab di Singapura, 6 Juni 2018 lalu. Manajemen perusahaan transportasi berbasis dalam jaringan itu menyatakan mendapatkan suntikan modal 2 miliar dollar AS untuk ekspansi usahanya.

Grab yang berbasis di Singapura, yang beroperasi di delapan negara, meluncurkan layanan pengiriman bahan makanan seusai permintaan pelanggan di Jakarta bulan lalu. Pasar serba ada di Asia Tenggara diperkirakan bernilai 20 miliar dollar AS pada tahun 2025, menurut penelitian oleh Google dan Temasek, perusahaan investasi Singapura.

REUTERS/EDGAR SU/FILE PHOTO–Sejumlah warga berjalan melewati iklan perusahaan jasa transportasi berbasis aplikasi dalam jaringan, Grab, di Singapura awal tahun ini. Pasar Indonesia menjadi salah satu fokus usaha perseroan.

“Kami merasa terhormat untuk menyambut lembaga-lembaga keuangan tingkat atas ini ke dalam daftar investor dan mitra strategis kami. Grab saat ini adalah platform O2O yang mengubah industri yang memungkinkan jutaan konsumen dan pengusaha untuk berada dalam jaringan dan mendorong ekonomi digital di Asia Tenggara. Kami melihat minat luar biasa dari investor strategis global dan mitra yang tertarik untuk bermitra dengan kami guna menangkap pertumbuhan pesat di kawasan itu,” kata Ming Maa, Presiden Grab, dalam pernyataan tertulisnya.

Toyota Motor Corporation (Toyota) telah bergabung dengan deretan lembaga keuangan global terkemuka dalam permodalan Grab. Mereka termasuk di antaranya adalah OppenheimerFunds, Ping An Capital, Mirae Asset – Naver Asia Growth Fund, Perusahaan Manajemen Investasi Cinda Sino-Rock, All-Stars Investment, Vulcan Capital, Lightspeed Venture Partners, Macquarie Capital dan investor lainnya. Mereka ikut menggarisbawahi tujuan Grab menjadi pemain teknologi terdepan di Asia Tenggara.

Bersaing dengan Go-Jek
Pengumuman Grab ini muncul setelah pesaing regional Grab, yakni Go-Jek, mengatakan pada bulan Mei lalu telah menginvestasikan 500 juta dollar AS untuk ekspansi ke Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina. Pada akhir Juni lalu Go-Jek mengumumkan peluncuran dua perusahaan yang didirikan secara lokal di Vietnam dan Thailand, yang merupakan gelombang pertama dari ekspansi internasional ke negara-negara Asia Tenggara.

Dalam pernyataan tertulisnya, Go-Jek menyatakan kedua perusahaan tersebut dikelola oleh tim manajemen sekaligus pendiri local. GO-VIET, merk yang diperkenalkan di Vietnam, memasuki tahap beta testing di bulan Juli ini dengan melibatkan sejumlah pengemudi dan konsumen, sebelum diluncurkan secara penuh dalam beberapa bulan mendatang.

Sementara GET, merk yang diperkenalkan di Thailand, akan diluncurkan segera setelahnya seiring dengan konsultasi yang saat ini sedang berjalan dengan berbagai pemangku kepentingan setempat termasuk pemerintah, mitra pengemudi, dan konsumen. Kedua perusahaan di tahap awal akan menghadirkan layanan ride-hailing dan logistik, yang kemudian akan diikuti oleh layanan pesan antar makanan dan pembayaran elektronik.

Ekspansi internasional Go-Jek dilakukan dengan perencanaan berbulan-bulan setelah proses penggalangan investasi Go-Jek terakhir yang membawa investasi dari investor prestisius seperti Astra International, Warburg Pincus, KKR, Meituan, Tencent, Google, Temasek, dan lainnya. Dari investasi yang didapatkan, dana sebesar 500 juta dollar AS dialokasikan untuk ekspansi internasional sejalan dengan strategi perusahaan melebarkan sayapnya di Asia Tenggara. Go-Jek juga berencana untuk meluncurkan operasinya di Singapura dan Filipina. (AFP/AP)–BENNY DWI KOESTANTO

Sumber: Kompas, 3 Agustus 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: