Diaspora Ilmuwan Jadi Mitra Global

- Editor

Selasa, 20 Desember 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diapora para ilmuwan Indonesia di luar negeri dipandang sebagai jembatan emas pemajuan mutu pendidikan dan teknologi bangsa. Mereka diharapkan menjadi mitra dalam menciptakan praktik perkuliahan dan penelitian bertaraf internasional.

”Pengalaman para ilmuwan dari luar negeri harus digabungkan dengan praktik di dalam negeri. Program ini dapat menggali masalah dasar secara keilmuan di setiap bidang,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (19/12), di Jakarta.

Wapres kemarin membuka program Visiting World Class Professor: Menyalakan Indonesia di Peta Ilmu Pengetahuan Dunia, Sumbangsih Ilmuwan Indonesia Bagi Ibu Pertiwi”. Sebanyak 42 akademisi dan ilmuwan Indonesia di luar negeri pulang kampung dalam acara yang berlangsung pada 18-24 Desember ini untuk berbagi-bagi ilmu serta penelitian terbaru kepada rekan-rekan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para ahli tersebut bekerja dan berkarya di perguruan tinggi (PT) ataupun lembaga penelitian bertaraf global. Wapres mengharapkan mereka membantu menciptakan iklim akademik yang kondusif bagi sivitas akademika Indonesia sehingga kian banyak karya yang diakui dunia.

Kluster keilmuan
Mereka berasal dari enam kluster keilmuan, yaitu ketahanan pangan; energi terbarukan; kesehatan dan obat-obatan; teknologi informasi dan komunikasi; ilmu-ilmu sosial dan seni; serta kelautan. Mereka juga akan berkunjung ke sejumlah PT, seperti Universitas Diponegoro, Universitas Lampung, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, dan Universitas Pattimura.

Hal ini bagian dari proses menjadikan PT di dalam negeri bertaraf internasional. Salah satunya ialah memiliki dosen dan peneliti yang produktif menghasilkan tulisan dan penemuan yang bermanfaat bagi pembangunan atau terobosan-terobosan baru di bidang keilmuan.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir meminta diaspora juga member masukan kepada pemerintah terkait kebijakan yang menyokong kemajuan pendidikan tinggi, inovasi pembuatan purwarupa, dan penerapannya. (DNE)

Sumber: Kompas, 20 Desember 2016

Informasi terkait

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI
Ketika Alam Tak Lagi Pasti
Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Berita Terbaru

Artikel

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Berita

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Artikel

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB