Home / Berita / CT Raih Gelar Doktor Honoris Causa Unpad

CT Raih Gelar Doktor Honoris Causa Unpad

Hari ini, pengusaha sekaligus Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Universitas Padjadjaran (Unpad).

Pemberian gelar tersebut akan dilakukan di Gedung Sanusi Hardjadinata, kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur, Bandung, Jawa Barat Kamis (12/12/2013).

Dalam pemberian gelar tersebut, pria yang akrab disapa CT ini akan memberikan orasi ilmiah yang berjudul: Inovasi, Kewirausahaan, dan Kepemimpinan Mempercepat Indonesia Maju.

CT sudah tampak hadir dalam acara tersebut didampingi istrinya Anita Ratnasari Tanjung.

Sebelumnya, CT juga pernah mendapatkan gelar yang sama dari Universitas Airlangga, pada Agustus 2013 lalu.

ctWahyu Daniel – detikfinance

Sumber: detik.com, Kamis, 12/12/2013 09:32 WIB

———————

Pidato Doktor Honoris Causa Chairul Tanjung
Cerita CT Soal Trans Studio, Apple, Facebook, dan Twitter
Kamis, 12/12/2013 11:01 WIB

Pengusaha nasional sekaligus Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung berkisah soal tranformasi bisnisnya di acara penganugerahan Doktor Honoris Causa dari Universitas Padjadjaran. Perusahaannya sudah sukses menggabungkan idealisme dan bisnis.

“Trans Studio Bandung adalah sebuah inovasi dan karya anak bangsa yang menggabungkan idealisme dan bisnis. Trans Studio adalah satu inovasi dan value proposition yang muncul dalam bentuk redefinisi konsep taman rekreasi bagi kelas menengah Indonesia,” ujarnya saat pidato di acara penganugerahan Doktor Honoris Causa dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis (12/12/2013).

Ia mengatakan, kelas menengah Indonesia tumbuh dengan sangat cepatnya, dan pertumbuhan ini masih akan berlangsung di masa yang akan datang. Kelas menengah memiliki berbagai macam jenis kebutuhan, dan rekreasi adalah salah satunya.

Kelas Menengah Indonesia telah mulai pergi ke luar negeri untuk menikmati taman rekreasi berkualitas seperti Universal Studio ataupun Disneyland di berbagai negara seperti Singapura, Amerika Serikat, Hong Kong, ataupun Jepang.

“Oleh karena itu, Trans Studio Bandung menawarkan konsep wahana hiburan lokal bagi consuming class di Indonesia dalam bentuk indoor. Dengan kondisi cuaca Indonesia, konsep tersebut akan memberikan kenyamanan kepada pengunjung karena tidak terpengaruh cuaca terik ataupun hujan sedangkan dari sisi jam operasional akan memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk dapat lebih lama menikmati wahana yang tersedia,” imbuhnya.

“Trans Studio Bandung menyajikan perpaduan wahana kelas dunia dan pertunjukan yang tidak kalah kualitasnya dengan taman rekreasi lain di seluruh dunia, di samping itu juga memberikan nilai pendidikan bagi pengunjungnya,” katanya.

Chairul menambahkan, Trans Studio Bandung merupakan salah satu taman rekreasi indoor terbesar di dunia yang dikerjakan dari mulai ide sampai dengan eksekusinya oleh Anak Bangsa dengan proses yang efektif dan efisien. Investasi juga jauh lebih kecil, hanya sekitar 10% dari investasi yang dikeluarkan oleh taman rekreasi kelas dunia.

Proses pengerjaannya juga jauh lebih cepat, kurang dari 2 tahun dengan tetap memastikan standar keamanan dan kualitas yang tinggi dalam proses pengerjaan dan operasionalnya.

“Dari aspek komersialisasi, keberadaan satu unit usaha di bawah kelompok bisnis saya haruslah merupakan bisnis yang menguntungkan dan mendorong sinergi dengan unit bisnis lain. Dalam sinergi antar perusahaan didapatkan nilai komersialisasi yang tinggi, yang mengakibatkan masa pengembalian yang sangat cepat, kurang dari 5 tahun,” jelasnya.

Dari seluruh dimensi tranformasi bisnis tadi, pertanyaannya adalah nilai tambah seperti apa yang telah diciptakan?

“Saya bisa sampaikan di sini bahwa nilai tambah yang kami ciptakan bukan semata nilai tambah di dalam perusahaan. Keberadaan kawasan rekreasi terintegrasi di Kota Bandung juga telah menciptakan nilai tambah ekonomi (economic value added) bagi Kota Bandung dan sekitarnya. Trans Studio Bandung tidak hanya didatangi oleh masyarakat Bandung, namun juga dari seluruh Indonesia dan bahkan luar negeri,” ujarnya.

Transformasi bisnis seperti ini, kata CT, juga ada di tiga pengusaha muda internasional. Transformasi bisnis mereka yang revolusioner ini memiliki kunci penting yaitu inovasi, kewirausahaan, dan kepemimpinan.

Apple yang dibangun oleh Steve Jobs merupakan kasus tranformasi bisnis yang inspiratif. Berawal dari garasi rumah menjadi perusahaan teknologi ternama di dunia. Prototipe komputer Apple pertama dibangun oleh Steve Jobs pada tahun 1975.

Setelah itu transformasi bisnis Apple bergerak mendunia dengan inovasi revolusioner yang digiring oleh Steve Jobs. Visi yang tidak dibatasi oleh kemampuan sumber daya yang ada saat ini menjadi inspirasi bagi inovasi tanpa batas yang diakui dunia.

Sementara Facebook berkembang dari situs jejaring sosial lokal menjadi fenomena internet global. Awalnya Facebook diluncurkan oleh Mark Zuckerberg di tahun 2004 sebagai jejaring sosial lokal di Harvard University, Amerika Serikat.

Pada perjalanannya, Facebook mampu menarik perhatian orang dan pada gilirannya mengubah cara orang melakukan jejaring sosial. Masyarakat dengan cepat merasakan manfaat Facebook sebagai wadah untuk berkomunikasi, menyampaikan pendapat atau informasi, memperluas jaringan sosial, memberikan perhatian kepada pihak lain, dan akhirnya menjadi sebuah bisnis yang besar.

Pada tahun 2012, Facebook melakukan Initial Public Offering (IPO) sebesar US$ 16 miliar dan menjadi salah satu IPO di bidang teknologi terbesar di Amerika Serikat.

Selanjutnya adalah Twitter yang realtif baru. Twitter pertama kali digunakan oleh penemunya, Jack Dorsey, di tahun 2006. Pada tahun 2010, Twitter digunakan oleh lebih dari 105 juta pengguna di seluruh dunia, dengan penambahan akun baru sekitar 300 ribu per harinya.

Tahun 2013 ini, Twitter melakukan IPO dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$ 13 miliar. Twitter juga menunjukkan inovasi yang inspiratif. Ide berkirim pesan 140 karakter ternyata berkembang menjadi sosial media yang begitu populer.

“Transformasi bisnis yang diuraikan di atas berlangsung karena sistem pendidikan dan budaya Amerika sangat kondusif dalam mendukung terciptanya inovasi dan kewirausahaan,” ucap pria yang akrab disapa CT ini.

Zulfi Suhendra – detikfinance

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Hujan Menandai Kemarau Basah akibat Menguatnya La Nina

Hujan yang turun di Jakarta dan sekitarnya belum menjadi penanda berakhirnya kemarau atau datangnya musim ...

%d blogger menyukai ini: