Bunga Punya Kemampuan Bertahan Hidup Luar Biasa

- Editor

Jumat, 10 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagian bunga hanya butuh 10-48 jam untuk pulih dengan mengubah arah pertumbuhannya.

KOMPAS/WIKIPEDIA/CC–Bunga clematis

Sejumlah tumbuhan bunga memiliki kemampuan hidup luar biasa. Meski mengalami cedera mekanis atau menghadapi kecelakaan besar yang mengancam keberlangsungan hidupnya, seperti diinjak manusia, mereka hanya butuh 10-48 jam untuk pulih dengan mengubah arah pertumbuhannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat tangkai bunga tertekuk namun tidak mematikan, maka kebugaran bunga akan terganggu, terutama jika orientasi bunga menjadi salah hingga kurang menarik bagi sejumlah hewan penyerbuk untuk mendatanginya. Itu akan memengaruhi keberlangsungan hidup dan kemampuan bunga bereproduksi.

Sejumlah bunga yang memiliki kemampuan pulih cepat dari cedera mekanis itu antara lain beberapa spesies anggrek dan bunga sweet pea (Lathyrus odoratus). Mereka mampu menekuk, memuntir dan memosisikan ulang batangnya untuk memastikan mereka tetap tumbuh dan bereproduksi.

KOMPAS/WIKIPEDIA/CC–Bunga sweet pea (Lathyrus odoratus)

Namun, sejumlah bunga tak memiliki kemampuan seperti itu, seperti bunga buttercup (Ranunculus) dan bunga clematis yang masih satu keluarga dengan bunga buttercup. Bunga-bunga itu gagal bangkit kembali setelah mengalami kerusakan serius.

Studi kemampuan bunga untuk pulih dan bertahan hidup itu dilakukan W Scott Armbruster dari Sekolah Ilmu Biologi Universitas Portsmouth, Inggris, dan Nathan Muchhala dari Departemen Biologi, Universitas Missouri-St Louis, Amerika Serikat.

Mereka meneliti 23 spesies bunga yang tumbuh alami maupun bunga budidaya di Inggris, Eropa, Australia, dan Amerika. Mereka mengamati kemampuan pulih bunga-bunga itu saat menghadapi kecelakaan dan juga melakukan percobaan dengan mengubah orientasi pertumbuhan bunga sebesar 45-90 derajat dari arah pertumbuhan normalnya.

Bagi banyak bunga, kemampuan reproduksi mereka sangat bergantung pada keselarasan antara organ seksual (stigma) dan tabung nektarnya. Keselarasan itu akan menentukan apakah binatang penyerbuk yang mengunjunginya mampu membantu mereka membuat biji.

Dari studi yang mereka lakukan dan dipublikasikan di jurnal New Phytologist, Senin (6/4/2020), saat sejumlah bunga itu rusak, mereka secara akurat dapat mengubah posisi organ seksualnya.

”Anggrek melakukannya dengan menekuk batang utamanya,” kata Armbruster seperti dikutip BBC, Rabu (8/4/2020). Dalam satu atau dua hari setelah kecelakaan, lanjut Armbruster, anggek akan mengubah orientasi batang utamanya hingga semua bunganya berada pada arah yang tepat hingga mampu menarik hewan penyerbuk.

Spesies bunga yang cepat pulih umumnya bentuk bunga simetris bilateral, yaitu sisi kiri dan kanan bunga sama. Contoh bunga berbentuk simteris bilateral itu adalah bunga anggrek, sweet pea, dan bunga snapdragon (Antirrhinum majus).

KOMPAS/WIKIPEDIA/CC–Bunga buttercup (Ranunculus)

Sementara bunga yang sulit untuk pulih kembali setelah cedera adalah yang memiliki bunga simetris radial, seperti bunga matahari, petunia, buttercup, dan mawar liar. Bunga-bunga tersebut tetap bertahan hidup, namun tidak mengubah orientasi pertumbuhannya, seperti yang dilakukan spesies bunga simetris bilateral.

Oleh MUCHAMAD ZAID WAHYUDI

Editor: ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN

Sumber: Kompas, 9 April 2020

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 20 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru