Home / Artikel / Biliun + Trilliun = Bingung

Biliun + Trilliun = Bingung

Ada kalanya kita memerlukan kata untuk menunjukkan bilangan besar. Para ilmuwan menyatakan bilangan besar itu melalui imbuhan berupa mega—, giga—, tera—. Imbuhan ini berlaku di mana-mana. Di bagian lain? Bilangan besar ini kita nyatakan melalui kata milyar, biliun, triliun, serta berbagai –liun lainnya. Jumlah uang, misalnya, menggunakan bentuk yang terakhir ini.

Yang sering membingungkan kita adalah bentuk liun ini. Ternyata, di dunia ini, terdapat dua macam bakuan berbeda tentang sebutan itu. Triliun di Amerika Serikat, dan di Prancis (bakuan I), berbeda dengan triliun di Inggris (bakuan II). Trihun di Amerika Serikat atau Prancis adalah juta-juta, sedangkan triliun di Inggris adalah juta-juta-juta.

Bentuk –liun pada kedua bakuan itu tercantum pada daftar terlampir. Tampak pada daftar itu, bahwa penanjakan dari – liun yang satu ke -liun berikutnya adalah seribu di Amerika Serikat dan Prancis, serta sejuta di Inggris. Hal ini sering menyulitkan kita, karena setiap kali kita menjumpai tulisan bilangan seperti itu, maka kita perlu rnenclaah bakuan mana yang digunakan oleh tulisan itu.

Dalam mata anggaran keuangan, kita sering mendengar kata milyar rupiah dan kata triliun rupiah. Tampaknya, kata milyar ini sama dengan billion pada bakuan I, sedangkan kata triliun adalah sama dengan trillion pada bakuan I. Milyar rupiah adalah ribu juta rupiah, sedangkan triliun rupiah adalah juta-juta rupiah.

Sampai di sini, coba kita berpikir sebentar. Dapatkah kita menggunakan kata lain untuk menyatakan bilangan besar seperti itu? Bagaimana kalau kita mencoba untuk menciptakan kata baru bagi bilangan besar demikian?

Salah satu cara penggunaan kata juta yang diimbuhi kata dwi–, tri–, catur–, panca–, dan seterusnya. Kita gunakan kata dwijuta untuk juta-juta, kata trijuta untuk juta-juta-juta. kata caturjuta untuk juta-juta-juta-juta. Dengan cara ini anggaran keuangan kita akan mencapai sekian dwijuta rupiah.

Kalau kata triliun masih dapat membingungkan kita, karena kita belum selalu yakin bakuan mana yang digunakan pembicara, maka kata dwijuta akan menunjukkan dengan jelas maksud dari pembicara itu. Hal serupa juga akan kita temukan pada kata trijuta, caturjuta, pancajuta, dan seterusnya.

Memang, kata ini belum terdapat di dalam kamus. Balum pula dipakai dalam perbendaharaan kata yang kita miliki. Namun, apa salahnya, kalau kita mencoba untuk menciptakan kata baru berupa dwijuta, trijuta, caturjuta, dan seterusnya. Bagaimana?

OIeh Dali S. Naga

Sumber: Majalah Aku Tahu Desember 1985

Share
%d blogger menyukai ini: