Home / Berita / Belajar Bahasa Pun Bisa di Dunia Maya

Belajar Bahasa Pun Bisa di Dunia Maya

Belajar mandiri di dunia maya kini semakin niscaya. Tak sekadar cuma-cuma, belajar mandiri di dunia maya juga menerabas berbagai kendala yang kerap menjadi penghambat kemajuan. Saat dunia berputar semakin cepat, kini belajar bahasa pun bisa dilakukan secara daring.

Wulan (35), pekerja kantoran di Jakarta, sejak tahun lalu memilih belajar tes IELTS secara daring. Hal ini dilakukan Wulan karena dia kesulitan mencari waktu luang untuk mengikuti kursus konvensional dengan jadwal tatap muka yang biasanya ketat.

”Status saya sebagai karyawan yang kerap terjebak kemacetan lalu lintas Jakarta menjadi alasan yang membatasi fleksibilitas mobilitas harian saya,” ungkap Wulan, Jumat (12/2), di Jakarta.

Lewat program FutureLearn dari British Council yang dia ikuti, setiap pekan Wulan rutin menerima pesan elektronik. Isinya mulai dari perkenalan tentang tes IELTS, contoh-contoh pertanyaan, hingga tips menjawab tes.

Pada pertemuan pertama, ketua tim pengajar, yaitu Chris Cavey, menyapa para peserta dan memberi informasi bahwa ada lebih dari 150.000 orang di seluruh dunia yang turut belajar bersama secara daring. ”Kelas yang besar itu semakin menyenangkan karena setiap peserta kursus bisa saling menyapa dan memberi komentar secara daring. Peserta kursus juga bisa menjawab setiap pertanyaan tes sesuai kemampuan bahasa Inggris tanpa ada tenggat,” kata Wulan. Jika mengalami kebingungan, para pengajar siap membantu dengan interaksi di dunia maya.

Tak hanya persiapan tes, British Council juga menawarkan beragam aplikasi pembelajaran tata bahasa dan kosakata bahasa Inggris lewat permainan, podcast, film, dan kuis. ”Jadi, enggak melulu serius. Belajar bahasa Inggris daring pun bisa menyenangkan dengan permainan dan lelucon. Ada ratusan lelucon bergambar untuk membantu peserta bermain dan belajar,” ujar Wulan.

Pada akhir kursus, British Council menyediakan sertifikat bagi pesertanya. Selain memperoleh pemahaman yang lebih besar dari tes IELTS, peserta kursus daring seperti Wulan juga bisa mendongkrak kepercayaan diri untuk mendapatkan skor tinggi. Wulan tak merasa cemas karena kursus IELTS daring dirancang oleh ahli-ahli British Council dengan sepuluh jam pembelajaran gratis.

Bahasa Jepang
Bagi yang ingin belajar bahasa Jepang, Japan Foundation menghadirkan situs www.erin.ne.jp yang menyediakan pembelajaran bahasa Jepang secara gratis. Situs ini dirancang khusus sehingga para pemula pun dapat belajar bahasa Jepang menggunakan situs ini dengan mudah.

b40446ea0d8a4d0e8b0170f3f5df0e50KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH–Seorang pustakawan di Perpustakaan Japan Foundation Japanese Language Institute di Urawa, Jepang, November 2015, menunjukkan situs belajar bahasa Jepang cuma-cuma yang dapat dipelajari oleh pemula, yaitu “Tantangan Erin” di alamat situs https://www.erin.ne.jp/en/.

Di dalamnya tersedia materi pelajaran mulai dari bentuk teks, audio, hingga video. Para pengguna bisa mudah berlatih dengan berbagai materi dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Jepang. Tersedia pula pilihan bahasa lain, seperti Korea, Tiongkok, Portugis, Spanyol, dan Perancis.

Bahan ajar yang diberikan dibuat berdasar DVD Tantangan Erin: Bisa Bahasa Jepang. Erin adalah tokoh yang diumpamakan sebagaimana para pengguna situs yang ingin belajar bahasa Jepang mulai dari hal dasar.

Bersama Erin, pengguna situs diajak untuk mengikuti berbagai tahapan belajar bahasa Jepang, dimulai dari kehidupan sehari-hari Erin hingga aktivitas di sekolah, misalnya ketika Erin memperkenalkan diri di kelas.

Pengguna situs bisa mengikuti aktivitas itu dengan memutar film, melihat naskah baik dalam bahasa Jepang maupun Indonesia, atau melihatnya dalam bentuk komik. Disediakan juga latihan untuk mengulang materi tersebut.

Selain menyediakan tayangan lakon, situs ini juga menyediakan materi berupa ungkapan-ungkapan penting yang umum digunakan di Jepang. Pengguna tak perlu khawatir karena pelafalan ungkapan-ungkapan penting itu tersedia dalam bentuk audio dan video.

Managing Director Departemen Bahasa Jepang The Japan Foundation Masayuki Suzuki, di Tokyo, Jepang, mengungkapkan, situs Erin dibuat untuk meningkatkan kemampuan para pembelajar bahasa Jepang. Meski demikian, situs itu bukan untuk mempelajari tata bahasa atau pola kalimat bahasa Jepang dari awal dan lebih sesuai bagi mereka yang telah memiliki bekal belajar bahasa Jepang baik di sekolah maupun dengan bahan ajar lain.

Kartika (22) baru setengah tahun ini mengenal situs Erin. Gadis yang duduk di semester akhir sebuah kampus negeri di Jakarta ini tertarik menjajal situs Erin karena memang punya ketertarikan khusus pada bahasa Jepang.

”Kebetulan waktu SMA dulu saya mendapat pelajaran bahasa Jepang. Sekarang tinggal melatih lagi sembari mengisi waktu. Gampang penggunaannya. Apalagi tak ada biaya, makin enak,” kata Kartika sembari tersenyum.

Aplikasi
Selain kursus daring cuma-cuma yang diselenggarakan sejumlah pusat kebudayaan, aplikasi kursus daring juga tersedia gratis diPlayStore. Helda (35), misalnya, memilih mengunduh aplikasi daring gratis Duolingo untuk belajar bahasa Perancis. Duolingo juga dapat digunakan untuk belajar bahasa Inggris, Spanyol, Perancis, Jerman, Portugis, Italia, dan Belanda.

”Dulu waktu kuliah dapat bahasa Perancis empat semester dan nambahin kursus tatap muka di Yogyakarta. Sekarang kerja ternyata harus berhubungan dengan bahasa Perancis lagi, akhirnya cari-cari aplikasi daring untuk belajar lagi,” kata Helda yang menggunakan Duolingo sejak 2013.

Dengan Duolingo, Helda mulai lagi mengenal kata benda, kata sifat, kata keterangan, sampai menyusun kalimat. ”Jadi, ada level-levelnya, terus juga ada skornya, dan bebas bisa lanjut ke level berikutnya,” ujar Helda.

Dengan Duolingo, Helda bisa mengikuti pelafalan setiap kata yang dia pelajari. Agar makin mantap, dia mengombinasikan materi belajar daring itu dengan panduan bahasa Perancis berbentuk cakram padat yang dia beli di toko buku.

”Pernah saking enggak konsentrasi ketika mengerjakan kuis di level empat, saya ngulangin sampai enam kali. Tetap enggak bisa karena sudah capek. Tapi santai saja, setidaknya itu bantu saya mengingat lagi kalimat-kalimat dalam bahasa Perancis,” tuturnya. Nah, agar makin lancar, Helda pun rajin mencari partner berbicara dalam bahasa Perancis. Au revoir!

DWI AS SETIANGSIH & MAWAR KUSUMA
————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 14 Februari 2016, di halaman 30 dengan judul “Belajar Bahasa Pun Bisa di Dunia Maya”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: