Begini Cara Penulisan Gelar yang Benar Sesuai PUEBI untuk S1, S2, S3

- Editor

Rabu, 20 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siapa nih yang masih bingung dengan cara penulisan gelar yang benar secara formal? Nah, memang tidak dapat dipungkiri bahwa penulisan gelar akademik cukup penting untuk dituliskan, terutama untuk kamu yang ingin melamar pekerjaan, melanjutkan studi, hingga branding kamu sebagai seorang lulusan bidang studi tertentu.

Gelar akademik adalah gelar yang disematkan kepada seseorang yang telah menuntaskan studi di suatu instansi pendidikan tinggi, seperti sekolah tinggi, institut, dan universitas.

Tentu saja, gelar akademik ini menjadi simbol apresiasi secara akademik kepada seseorang yang telah berhasil lulus dalam suatu studi ilmu tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cara Penulisan Gelar yang Benar
Nah, permasalahannya adalah kerap kali seseorang salah menuliskan gelar akademik secara benar. Walaupun gelar akademik hanya terdiri dari beberapa huruf saja, namun ada beberapa struktur penulisan yang salah.

Misalnya, kurang tanda titik atau koma nya atau sekedar huruf kapital dari satu gelar akademik tertentu.

Cara penulisan gelar yang benar sebenarnya telah dijelaskan di dalam buku Kitab PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) secara komprehensif membahas mengenai ejaan, penulisan kutipan, dan lain sebagainya.

  • Diketahui ada beberapa poin penting dalam cara penulisan gelar yang benar, seperti:
    Struktur dan cara penulisan gelar akademik dilakukan di depan atau di belakang nama lengkap
  • Tanda koma dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
  • Selain itu, tanda koma juga berfungsi untuk menjembatani antara satu gelar dengan gelar akademik lain yang lebih tinggi
    Tanda titik berfungsi mengikuti setiap unsur singkatan gelar akademik. Termasuk juga singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama orang.

Penulisan Gelar Doktor atau S3
Penulisan gelar doktor yang diambil di perguruan tinggi dalam negeri berbeda dengan luar negeri. Cara penulisan gelar doktor dalam negeri ditulis di depan nama penyandang gelar.

Huruf “D” ditulis dengan huruf besar, dan huruf “r” ditulis dengan huruf kecil, dan diakhiri dengan tanda titik pula menjadi Dr. (Doktor).

Sementara penulisan gelar doktor dari luar negeri, ditulis di belakang nama penyandang gelar. Misalnya gelar doctor of philosophy, menjadi Ph.D.

Huruf “P” ditulis huruf kapital, tetapi huruf “H”dengan huruf kecil, dan diakhiri dengan tanda titik. Sedangkan huruf “D” ditulis dengan huruf besar sebagai singkatan dari kata doctor, dan diakhiri dengan tanda titik.

Contoh Penulisan Gelar yang Benar
Setelah kamu memahami poin-poin penting di atas, berikut contoh penulisan gelar yang benar:

  • Naufal Fariz Handoyo, S.H. (Sarjana Hukum)
  • Rafi Aufa Mawardi, S.T. (Sarjana Teknik)
  • Adinda Setiawati, S.K.M. (Sarjana Kesehatan Masyarakat)
  • Agung Permana, Sarjana Hukum
  • Irwansyah, Magister Humaniora
  • Siti Aminah, S.H., M.H.
  • Drs. Agus Hambali M.Hum. (Magister Humaniora)
  • dr. Yulia Noor Azizah, Sp.P. (Dokter Spesialis Paru/Pulmonologi)
  • Dr. Tuti Budirahayu, Dra., M.Si. (Untuk gelar Doktor/S-3)
  • Agung Widjaja, S.S., M.Hum., Ph.D.
  • Prof. Dr. Bagong Suyanto. Drs., M.Si. (Untuk gelar Guru Besar/Profesor)

(pal/pal)

Rafi Aufa Mawardi –

Sumber: detikEdu, Selasa, 14 Jun 2022

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern
Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia
Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara
Menjadi Ilmuwan Politik di Era Digital. Lebih dari Sekadar Hafalan Tata Negara
Saksi Bisu di Balik Lensa. Otopsi Bioteknologi Purba dalam Perburuan Minyak Bumi
Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Berita ini 1,182 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:37 WIB

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi

Minggu, 19 April 2026 - 08:06 WIB

Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?

Sabtu, 18 April 2026 - 20:45 WIB

Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern

Sabtu, 11 April 2026 - 18:47 WIB

Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia

Sabtu, 11 April 2026 - 17:49 WIB

Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara

Berita Terbaru