Home / Berita / Baterai Litium Murah, Berkualitas, Aman, dan Awet untuk Masyarakat

Baterai Litium Murah, Berkualitas, Aman, dan Awet untuk Masyarakat

Peneliti dari Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, terus mengembangkan baterai litium ion. Fokus pengembangan adalah membuat baterai litium yang murah, berkualitas, aman, dan awet.

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA—Proses produksi baterai litium ion di Unit Produksi Baterai Litium Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Produksi baterai litium ini merupakan hasil riset tim peneliti UNS.

Peneliti baterai litium Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, terus melakukan riset pengembangan baterai litium ion. Pengembangan ini difokuskan untuk bisa membuat baterai litium yang murah, berkualitas, aman, dan awet.

”Tidak ada baterai litium yang mempunyai semua fitur dalam satu baterai, yaitu murah, berkualitas, aman, dan awet. Kalau ingin baterai yang awet, harganya lebih mahal. Kalau ingin baterai yang murah, mesti kualitasnya tidak baik. Oleh karena itu, kami sebagai pengembang di lingkungan Universitas Sebelas Maret terus berusaha menyatukan semua fitur ini dalam satu baterai,” ujar Agus Purwanto dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Rabu (26/2/2020). Agus merupakan ketua tim peneliti baterai litium ion UNS. Riset baterai litium ion telah digeluti Agus bersama tim peneliti sejak tahun 2012.

Agus mengatakan, untuk membuat baterai litium ion yang murah harus mengembangkan proses yang efisien dengan menggunakan bahan material yang murah. Untuk itu, hal yang menjadi perhatian adalah pengembangan material aktif baterai litium. Material aktif baterai litium ini meliputi material untuk LFP (lithium ferro phosphate), NCA (nickel cobalt aluminum oxide), dan NMC (nickel manganese cobalt oxide). Material tersebut berkontribusi sekitar 30 persen dari harga total sel baterai.

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA–Agus Purwanto menyampaikan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Ilmu Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, Solo, Rabu (26/2/2020).

Pihaknya telah berhasil mengembangkan metode untuk membuat material NCA dengan waktu singkat dan kualitas baik. Selain material NCA, material NMC juga telah dapat dibuat. Material NMC dapat dibuat dengan kapasitas 140 mAh/gr (milliampere hour per gram). Kapasitas ini lebih tinggi dari material komersial 130 mAh/gr.

Agus menambahkan, untuk membuat baterai litium ion berkualitas, pengontrolan internal resistance (hambatan yang melawan/berlawanan dengan aliran arus dalam baterai) sangat penting. Ini akan memengaruhi daya baterai yang dihasilkan. ”Hasil penelitian yang telah kami lakukan menunjukkan bahwa internal resistance ini dapat dikontrol dengan mengatur ketebalan katoda, mengatur penambahan aditif, dan mengatur peletakan pengelasan pada lembaran elektroda,” katanya.

Menurut Agus, keamanan baterai juga menjadi fokus perhatian. Banyak dijumpai baterai tiba-tiba meledak saat digunakan. Untuk mencari solusi keamanan baterai litium, tim peneliti berfokus pada penggunaan material membran polimer elektrolit. Dengan pemakaian material ini, faktor risiko ledakan bisa dikurangi.

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA–Contoh produk baterai litium ion jenis LFP (lithium ferro phosphate) produksi Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019).

”Kami mengembangkan membran polimer elektrolit ini dengan aditif nanoclay. Penambahan aditif ini memperbaiki sifat fisik maupun elektrokimianya sehingga baterai litium yang aman bisa dibuat,” katanya.

Agus mengatakan, saat ini sudah bisa membuat baterai dengan umur pakai di atas 20 tahun. Untuk mengembangkan baterai litium dengan umur pakai lama ini, digunakan material anoda lithium titanate (LTO). Dari hasil pengembangan laboratorium telah dibuat purwarupa baterai litium ion. Uji produk telah dilakukan pada kendaraan listrik roda dua maupun roda tiga.

”Dari hasil pengujian lapangan, kami memperoleh hasil yang memuaskan. Baterai yang kami produksi bisa digunakan untuk kendaraan listrik. Dari pengujian jarak tempuh, kami bisa memperoleh jarak tempuh 30 kilometer per 1 kilowatt hour (kWh) baterai,” ujarnya.

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA–Sidang Senat Terbuka Universitas Sebelas Maret (UNS) pengukuhan Agus Purwanto sebagai Guru Besar Ilmu Teknik Kimia Fakultas Teknik UNS; Asrowi sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan Bidang Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS; serta Winny Astuti sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik UNS di Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2020).

Rektor UNS Jamal Wiwoho mengingatkan, para guru besar harus kreatif. Karya nyata para profesor sangat dinantikan masyarakat. ”Saya meyakini bahwa inovasilah yang dipercaya dapat menjadi penggerak transformasi dan pembangunan negara,” katanya.

Selain Agus Purwanto, juga dikukuhkan dua guru besar lain, yaitu Asrowi sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan Bidang Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Winny Astuti sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik.

Oleh ERWIN EDHI PRASETYA

Editor: AUFRIDA WISMI WARASTRI

Sumber: Kompas, 26 Februari 2020

Share
%d blogger menyukai ini: