Home / Berita / ”Award” bagi Cikapundung dan Sarinah

”Award” bagi Cikapundung dan Sarinah

Rahmad Hidayat, mahasiswa Institut Teknologi Nasional Bandung, dan Raynaldo Theodore, mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan Bandung, meraih Young Designer Award 2013. Proyek Rahmad memanfaatkan ruang terbuka publik terbengkalai di Cikapundung jadi tempat bermain dan belajar anak jalanan, sedangkan Raynaldo merevitalisasi bangunan Sarinah di Bandung.

Young Designer Award diselenggarakan produsen cat Nippon Paint dan diikuti mahasiswa dari 18 perguruan tinggi. Dalam kompetisi itu, Rahmad pemenang kategori desain interior, sedangkan Raynaldo pemenang kategori desain arsitektur.

”Proyek Rahmad sebenarnya simpel. Namun, ia bisa memanfaatkan ruang di Jembatan Cikapundung, Bandung, yang sering dilupakan orang menjadi tempat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Adapun Ray berani merevitalisasi bagian Sarinah yang sudah hancur jadi menarik. Itulah alasan mereka terpilih,” ujar Cosmas D Gozali, salah satu juri, pada pengumuman pemenang di Jakarta, Jumat (8/11).

Kurjanto Slamet, juri lain, menambahkan, Ray mampu membuat konsep Sarinah menjadi modern, tetapi tetap mempertahankan memori sejarah Sarinah yang nyaris tak bisa diselamatkan lagi.

Ray mengatakan, konsep proyeknya ia beri nama Interlocking Between Heritage and Modern Architecture. Ia membuat proyek itu karena nilai sejarah Sarinah sebagai konsep pusat perbelanjaan modern pertama yang didirikan presiden pertama Indonesia Soekarno untuk keperluan masyarakat zaman itu.

Namun, saat ini bangunan itu sudah dihancurkan. ”Saya berharap dengan proyek ini pemerintah lebih memperhatikan bangunan-bangunan peninggalan seperti itu,” ujar Ray saat ditemui seusai menerima penghargaan.

Rahmad menyebutkan, proyeknya bernama Babagi Space. Ia mendesain ruangan terbuka di Jembatan Cikapundung seperti rak buku dan tempat duduk dari bahan daur ulang. Digunakan bahan ramah lingkungan yang material utamanya bambu. Ia berharap anak jalanan dapat memanfaatkan proyek itu sebagai tempat belajar. (ESA)

Sumber: Kompas, 9 November 2013

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: