Home / Artikel / Apakah Intervensi Pasar?

Apakah Intervensi Pasar?

Apakah intervensi pasar? Kenapa kebijakan itu dipergunakan di Indonesia? Apa kelemahan penggunaan intervensi pasar tersebut? Tulisan ini mencoba menguraikan pertanyaan itu.

Intervensi pasar adalah kebijakan untuk memengaruhi harga pasar. Kebijakan ini langsung memengaruhi harga di pasar. Pihak yang melakukan tindakan memengaruhi pasar bisa saja pemerintah ataupun pihak lain yang mempunyai kepentingan atau pihak yang diminta pemerintah untuk melakukannya. Tindakan ini disebut tindakan untuk jangka pendek karena tidak bisa membuat harga barang atau jasa atau valuta asing stabil dalam jangka panjang.

Salah satu contoh yang bisa diperhatikan terhadap harga barang atau jasa untuk kebutuhan pokok. Ada lembaga yang ditugasi untuk membuat harga barang kebutuhan pokok tersebut tidak melambung tinggi. Biasanya pencatatan harga kebutuhan pokok dilakukan setiap hari Rabu. Agar tidak terjadi kenaikan harga (inflasi) dalam pencatatan, barang kebutuhan pokok didrop pada Senin sehingga pada hari Rabu harga barang sudah kembali normal. Ketika dicatat dari Rabu ke Rabu, tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan.

Dengan demikian, angka inflasi tidak bisa tinggi disebabkan tindakan tersebut. Tindakan seperti ini sebenarnya tidak bagus karena ada pihak yang diuntungkan atau juga dirugikan.

20141217154057_486Hal sama juga terjadi pada kasus penurunan harga saham yang drop secara tajam. Penurunan harga saham sebesar 2 persen atau lebih sehari sudah menjadi perhatian para pihak yang mengambil keputusan. Biasanya pihak tertentu atau pemerintah sendiri mengambil kebijakan dengan membeli saham-saham tersebut agar harga saham tersebut tidak turun tajam lagi. Pemerintah Hongkong di era 1990-an pernah menggelontorkan dana 5 miliar dollar AS untuk menjaga pasar tidak jatuh sangat dalam. Atas tindakan ini, Pemerintah Hongkong mengalami keuntungan karena harga saham-saham di pasar mengalami kenaikan dalam beberapa waktu setelah dana digelontorkan lewat pembelian saham.

Pemerintah kita bukan membuat kebijakan seperti itu, tetapi membuat kebijakan dengan meminta perusahaan yang terdaftar di bursa untuk membeli kembali saham di pasar yang sedang diperdagangkan. Apabila dipahami secara saksama, pemerintah meminta perusahaan untuk menawarkan sahamnya kepada publik yang lebih dikenal dengan go public. Kebijakan ini menunjukkan tidak memahami secara benar roh bursa saham.

Pasar valuta asing
Pada pasar valuta asing, harganya juga bisa berfluktuasi di mana bisa diperhatikan harga valuta asing terutama dollar AS sudah mencapai Rp 14.800 per 1 dollar AS pada dua minggu lalu. Dalam kejadian dua minggu lalu, nilai dollar AS mendapat intervensi sehingga melemah melebihi Rp 1.000 dalam satu hari dan pada berikutnya harga dollar menjadi Rp 13.200. Akan tetapi, nilai kurs tersebut secara perlahan naik dan pada Rabu lalu sudah melebihi level Rp 13.600.

Tindakan intervensi pasar untuk valuta asing ini sering dipergunakan oleh Bank Indonesia karena Bank Indonesia yang mempunyai tanggung jawab terhadap stabilitas valuta asing yang dituangkan ke dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia. Bahkan, dalam sebuah disertasi, Syarifuddin (2014) menyatakan, Bank Indonesia melakukan intervensi terhadap valuta asing secara reguler (bisa tiap hari ataupun juga setiap minggu) agar nilai kurs dollar AS tersebut stabil.

Independensi Bank Indonesia membuat bank tersebut mempunyai hak dan bertindak demikian karena diamanatkan undang-undang. Tindakan Bank Indonesia melakukan intervensi pasar secara reguler kemungkinan besar disebabkan ingin mendapatkan keuntungan yang dapat diperhatikan pada laporan keuangan Bank Indonesia. Pada Laporan Keuangan Bank Indonesia, disebutkan Bank Indonesia mencatat keuntungan sebesar Rp 33,6 triliun pada 2013 dan Rp 51,97 triliun pada 2014 atas transaksi valuta asing.

Keuntungan tersebut cukup besar dan berbagai pihak merasa bahwa Bank Indonesia melakukan transaksi ini untuk memindahkan cadangan devisa menjadi keuntungan Bank Indonesia mengingat Bank Indonesia independen. Dominquez dan Frankel (1993) menyatakan, pemerintah tidak perlu melakukan intervensi pasar karena intervensi pasar merupakan wujud kesalahan mengambil kebijakan moneter oleh pemerintah di masa lalu. Fluktuasi nilai kurs valuta asing merupakan hasil kebijakan yang diambil Bank Indonesia di masa lalu. Salah satunya dengan menaikkan tingkat bunga. Padahal, tingkat bunga tidak perlu dinaikkan, tetapi karena ada yang dilindungi pihak lain akan terkena pidana maka tingkat bunga harus dilindungi.

Tindakan intervensi pasar ini bisa saja dipergunakan pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Sebelum tindakan intervensi pasar dilakukan, maka ada pihak yang menyatakan ke pasar (pihak tertentu) sehingga nilai pasar valuta asing naik lalu dana digelontorkan dan pihak tersebut sudah mendapatkan keuntungan. Hal-hal seperti inilah yang harus dihindari.–ADLER HAYMANS MANURUNG
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 25 Oktober 2015, di halaman 11 dengan judul “Apakah Intervensi Pasar?”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Pendidikan Tinggi Indonesia dalam Masa Pancaroba

Dalam keadaan kini, saat kita semua merasa tertekan oleh pembatasan yang dikenakan karena Covid-19, dunia ...

%d blogger menyukai ini: