Anggaran Riset Stagnan; Belum Jadi Daya Ungkit

- Editor

Selasa, 20 Mei 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggaran riset di Indonesia stagnan selama 10 tahun terakhir. Rasio antara anggaran riset dan produk domestik bruto tak banyak berubah. Rasio anggaran riset hanya 0,08 persen dari PDB. Rasio itu kecil dibandingkan dengan negara lain, bahkan di Asia. Padahal, agar terjadi lompatan pembangunan, dibutuhkan riset.

”Ini patut kita perhatikan mendalam,” ujar Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Lukman Hakim dalam diskusi Forum Rektor Indonesia (FRI)-Kompas bertajuk ”Otonomi Kampus, Sinergi Perguruan Tinggi dan Lembaga-lembaga Riset”, Senin (19/5). Lukman merujuk kajian LIPI tentang anggaran riset selama 40 tahun.

Hadir pula sebagai pembicara Ketua FRI Ravik Karsidi, Wakil Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia Satryo Soemantri Brodjonegoro, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Eko Prasojo, Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Gadjah Mada Sofian Effendi, dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Djoko Santoso.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, negara yang sukses membangun ekonomi, rasio anggaran riset minimal 1 persen terhadap PDB. Dia mencontohkan, anggaran riset Tiongkok. Pada 1985, konvensi Partai Komunis Tiongkok berkomitmen memperbesar anggaran riset dan teknologi. Komitmen itu dipegang oleh siapa pun yang memimpin negara. Kini, belanja riset Tiongkok 1,9 persen dari PDB. ”Bahkan, Tiongkok menginginkan rasio 3 persen dari PDB,” ujarnya.

Besaran belanja riset India mencapai 1,2 persen. India mereka mendeklarasikan pada tahun 2020 belanja riset mencapai 2 persen. Kedua negara itu menjadi kekuatan ekonomi Asia.

Menurut Lukman, ada tiga kendala mengembangkan riset, yakni masalah kelembagaan, terbatasnya peneliti, dan kebijakan moneter serta fiskal yang belum berpihak kepada riset.

Riset perguruan tinggi
Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan, agar riset berkembang, perguruan tinggi jangan dipandang sebatas kelanjutan pendidikan menengah. Sebaliknya, pendidikan tinggi merupakan entitas spesifik yang kompleks, tidak hanya bertanggung jawab mengajar, tetapi juga meneliti serta sebagai kekuatan moral kemajuan bangsa.

Ravik Karsidi mengungkapkan, masalah riset di perguruan tinggi, antara lain riset belum relevan dengan dunia usaha, keterbatasan dana, dan sinergi kelembagaan. Untuk itu, dalam temu tahunan XVI Forum Rektor Indonesia, di Solo, 29-31 Januari 2014, muncul usulan agar dibentuk Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan. (INE/ELN/LUK)

Sumber: Kompas, 20 Mei 2014

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Berita Terkait

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Berita Terbaru

Jack Ma, founder and executive chairman of Alibaba Group, arrives at Trump Tower for meetings with President-elect Donald Trump on January 9, 2017 in New York. / AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB