Home / Berita / Alibaba Unjuk Kekuatan Teknologi

Alibaba Unjuk Kekuatan Teknologi

Alibaba Group mempertontonkan kekuatan ekonomi dan teknologi belanja dalam jaringan melalui perhelatan “11.11 Global Shopping Festival” akhir pekan lalu. Dalam 24 jam, penjualan pada festival ini mencapai 25,3 miliar dollar AS. Ajang ini juga mempromosikan konsep ritel baru yang memadukan belanja secara fisik dan teknologi daring.

CEO Alibaba Group Daniel Zhang menjelaskan, pada festival kampanye belanja daring ini, Alibaba memproses 1,48 miliar transaksi pembayaran dalam 24 jam. Seluruh transaksi dilakukan melalui Alipay, platform pembayaran secara daring yang dikembangkan Alibaba.

Seperti dilaporkan wartawan Kompas, Nur Hidayati, dari Shanghai, China, pada festival ini sistem Alipay mampu memproses hingga 256.000 transaksi per detik. Melalui aplikasi serta laman Tmall dan Taobao, dalam 24 jam Alibaba membukukan penjualan 168,2 miliar yuan atau 25,3 miliar dollar AS. Dengan nilai tukar berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate pada Jumat (10/11), Rp 13.514 per dollar AS, nilai penjualan Alibaba itu setara Rp 341,904 triliun.

“Sistem kami bekerja stabil dan mulus dalam 24 jam ini meskipun sangat sibuk. Ini membuktikan inovasi yang terus kami lakukan pada teknologi komputasi awan sekaligus infrastruktur fisik, termasuk logistik,” ujar Daniel Zhang, di Shanghai, Minggu dini hari seusai penutupan festival yang berlangsung pada Sabtu pukul 00.00-24.00.

Dari penjualan pada festival belanja ini, Cainiao, jaringan logistik Alibaba, memproses 812 juta permintaan pengiriman barang. Pengantaran dalam wilayah China ditargetkan selesai dalam 24 jam. Barang yang dikirimkan ke sejumlah negara di luar China ditargetkan tiba di tangan konsumen dalam waktu 72 jam.

Presiden Cainiao Wan Lin mengatakan, sistem logistik ini melibatkan robot di pergudangan dan tiga juta pekerja pengantaran.

Kolaborasi
Alibaba menggelar festival belanja setiap tahun sejak 2009. Nilai penjualan tahun ini tumbuh 41 persen dibandingkan dengan 2016. Festival ini diperkirakan mendorong penjualan 18 kali lebih besar daripada Amazon Prime Day dan 2,5 kali lebih besar daripada gabungan Black Friday dan Cyber Monday. Ketiganya merupakan ajang promosi belanja daring 24 jam yang digelar di Amerika Serikat. Festival 11.11 tahun ini diperkirakan menjangkau 500 juta konsumen di China dan sekitar 100 juta konsumen di luar China, termasuk Indonesia.

Zhang menjelaskan, festival belanja ini merupakan kolaborasi bisnis toko daring, toko fisik, pedagang, perusahaan logistik, institusi keuangan, dan pusat perbelanjaan. Terkait itu, pada kampanye belanja ini Alibaba juga memperkenalkan konsep ritel baru yang menyuntikkan kapabilitas pengolahan data dan teknologi pada toko fisik.

Salah satu model ritel baru yang dikembangkan Alibaba adalah supermarket Hema yang menjual sayur, buah, daging, dan makanan laut. Di Hema, konsumen didorong membayar melalui platform daring.

Sumber: Kompas, 13 November 2017

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: