Home / Berita / Advan Menyusul Masuk ke Kompetisi 4G

Advan Menyusul Masuk ke Kompetisi 4G

Dari nama-nama produsen ponsel yang menjual gawai untuk pasar Indonesia, Advan boleh dibilang terlambat dalam memperkenalkan lini produk yang beroperasi di jaringan seluler generasi keempat atau long term evolution. Merek global seperti Samsung, Lenovo, dan Xiaomi sudah lama meluncurkan ponsel 4G dengan berbagai rentang harga.

Tidak ketinggalan pula dengan merek lokal seperti Polytron, Evercoss, dan Axioo yang mengikuti kompetisi produk 4G tersebut. Sampai akhirnya Advan memutuskan terjun dengan meluncurkan ponsel 4G pada Senin (14/12), beberapa hari setelah peluncuran 4G pada frekuensi 1.800 megahertz secara resmi oleh pemerintah pada Jumat (11/12).

Seri perdana mereka, i5A, dengan spesifikasi menengah ditawarkan dengan harga Rp 2 juta. Dari pemilihan produk perintis itu, bisa ditebak bahwa Advan akan tetap mengincar segmen menengah ataupun pengguna pemula untuk lini produk ponsel 4G. Hal tersebut dibenarkan Andy Gusena, Brand Manager Advan, bahwa segmen tersebut dipilih karena mereka mengincar anak muda dengan anggaran untuk membeli ponsel dengan harga Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.

“Membuat ponsel dengan performa kencang itu mudah. Akan tetapi, belum tentu akan laku dijual,” ujar Andy.

Menurut Tjandra Lianto, Direktur Pemasaran Advan, peluncuran i5A akan menjadi babak awal kiprah Advan yang akan menyeriusi bisnis ponsel pintar. Mereka baru saja memperoleh pengakuan sebagai merek terbaik untuk kategori sabak elektronik untuk kawasan Asia Pasifik dan nomor tujuh tingkat global dan hal tersebut ingin diulang kembali untuk ponsel pintar.

Sederhana
Dari lembar spesifikasi, i5A bisa dibilang ponsel yang sederhana dengan ramuan komponen yang juga ditemui pada ponsel merek lain yang mengincar segmen serupa. Prosesor yang dipergunakan milik Mediatek berkecepatan 1 gigahertz didampingi dengan RAM 2 gigabit dan kapasitas penyimpanan internal 16 gigabita. Arsitektur 64 bit dari prosesor juga dimanfaatkan oleh sistem operasi yang mencapai versi 5.1 atau Lollipop.

Layar berukuran 5 inci yang dimiliki i5A memang tidak menggunakan teknologi pelindung seperti corning gorilla glass ataupun dragontail, tetapi menggunakan teknologi double glass yang membuat layar lebih tahan dari guncangan yang diakibatkan jatuh secara tidak sengaja. Mereka juga melapisi permukaan dengan bahan tertentu sehingga layar lebih halus saat disentuh. Hal tersebut akan cukup membantu para pengguna agar nyaman dalam menyusuri tampilan antarmukanya.

Advan-Barca-i5ASepasang kamera dengan resolusi 13 megapiksel di belakang dan 5 megapiksel di depan serta baterai 2.200 mAh juga belum mampu membuat ponsel ini mampu menonjol hingga mengungguli produk kompetitor mereka. Dari hasil pengujian kamera, hasilnya pun sebetulnya tidak terlalu menonjol.

Untuk urusan kompatibilitas dengan penyedia layanan seluler, Advan memilih agar ponsel mereka mampu bekerja di frekuensi 900 Mhz dan 1.800 Mhz, dua frekuensi yang saat ini dipakai operator telekomunikasi besar, seperti XL Axiata, Indosat Ooredoo, dan Telkomsel. Sementara itu, operator yang bekerja di luar jaringan itu, yakni Smartfren, dipastikan tidak bisa menggunakan ponsel ini.

Fitur lain yang diandalkan juga sesuatu yang baru, misalnya flip to mute, pengguna ponsel bisa membungkam suara panggilan telepon hanya dengan menelungkupkan badan ponsel. Begitu pula usapan jari di layar yang dalam kondisi mati menyerupai huruf tertentu akan menjadi pintasan untuk perintah yang bisa diatur sebelumnya seperti mengaktifkan kamera. Menyiasati keterbatasan penyimpanan selain dengan kartu memori juga bisa dengan fitur USB on-the-go, artinya penyimpanan eksternal seperti flash disk bisa ditautkan dengan ponsel dan isinya bisa diakses dari sana.

Desain i5A membantu ponsel ini memiliki keunggulan komparatif terhadap produk sejenis. Sewaktu dipegang, ponsel ini terlihat meyakinkan dan mewah terutama penggunaan teknologi 2,5D sehingga kaca layar seolah menyatu dengan badan. Terdapat tombol berbentuk lingkaran kecil berwarna perak menjadi aksen yang ditemukan dalam tiga pilihan warna tersedia, yakni putih, merah muda, dan hitam, seperti mengingatkan akan desain pada ponsel seri Xperia dari Sony.

Target
Disinggung mengenai pemilihan waktu peluncuran di akhir tahun, Tjandra beralasan bahwa mereka memilih peluncuran layanan 4G oleh pemerintah sebagai momentum untuk memperkenalkan inisiatif ponsel 4G mereka. Padahal, layanan ini mulai diberlakukan secara terbatas oleh operator telekomunikasi sejak awal tahun dan diikuti oleh ekosistem perangkat yang mendukung meski tidak sebanyak sekarang.

Dia mengakui bahwa Advan sudah mempersiapkan diri selama dua tahun terakhir untuk meluncurkan rangkaian produk ponsel 4G, salah satunya dimulai dengan riset dan survei untuk mengetahui ceruk pasar yang paling bernilai untuk diseriusi. Sayangnya, hal itu bukanlah berita baru mengingat segmen Rp 1 juta hingga Rp 3 juta memang disesaki ponsel dari kompetitor.

Andy menambahkan, mereka sudah mempersiapkan seperangkat produk untuk diluncurkan sesudah i5A seperti ponsel dengan ukuran layar lebih besar. Untuk kampanye pemasaran, mereka memanfaatkan hak sebagai sponsor kesebelasan sepak bola Barcelona untuk menggunakan wajah para pemain, salah satunya Lionel Messi, sebagai duta produk.

“Figur mereka lebih dikenal masyarakat di Indonesia. Itulah salah satu pertimbangan kami untuk menggelar kampanye ini,” ujar Andy.

Yang pasti, kehadiran produk Advan di segmen ponsel yang disesaki ini diharapkan bisa memperkaya pilihan para calon konsumen yang memutuskan untuk membeli ponsel 4G. Setidaknya mereka bisa menimbang beberapa hal lagi seperti merek yang memiliki jaringan layanan purnajual serta garansi sebagai pertimbangan untuk membeli. Bukan sekadar mencari yang paling murah.

DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO

Sumber: Kompas Siang | 15 Desember 2015

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

”Big Data” untuk Mitigasi Pandemi di Masa Depan

Kebijakan kesehatan berbasis “big data” menjadi masa depan pencegahan pandemi berikutnya. Melalui ”big data” juga, ...

%d blogger menyukai ini: