Ada Kera yang Miliki Gen Antivirus HIV

- Editor

Minggu, 8 Mei 2011

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu gen tertentu yang terdapat pada sebagian kera dapat membantu mendorong vaksin perlindungan terhadap simian immunodeficiency virus (SIV), sifat yang dapat membantu peneliti mengembangkan vaksin AIDS yang lebih baik pada manusia, demikian hasil satu studi yang disiarkan pekan ini.

Para peneliti menyuntikkan vaksin ke sekelompok kera rhesus dan kemudian memberikan hewan itu dengan SIV berulangkali selama kurun waktu dua pekan. Separuh terinfeksi, tapi separuh lagi tidak.

Kera yang kebal terhadap infeksi lebih mungkin untuk memperlihatkan gen tertentu, yang diidentifikasi sebagai TRIM5.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan tersebut dapat membantu para peneliti dalam melakukan pencarian yang sulit untuk mengembangkan vaksi guna menghadapi human immunodeficiency virus (HIV), yang mengakibatkan AIDS, kata penulis utama penelitian itu Norman Letvin, sebagaimana dilaporkan AFP, Jumat (6/5).

“Itu memberi tahu kami, barangkali sangat mengejutkan kami, bahwa mungkin pada manusia terdapat gen tertentu yang diperlihatkan oleh sebagian orang tapi tidak oleh orang lain yang bisa memberi sumbangan bagi perlindungan,” kata Levin, profesor di Harvard Medical School.

“Oleh karena itu kami bukan hanya harus meneliti reaksi anti-bodi yang disuntikkan oleh vaksin tapi kami juga harus meneliti susunan genetika perorangan yang diberi vaksin sebab data pada kera ini menunjukkan keduanya dapat memberi sumbangan,” katanya.

Studi tersebut disiarkan di jurnal Science Transnational Medicine.

Satu ujicoba vaksin AIDS 2009 pada manusia di Thailand menunjukkan sebagian benteng terhadap HIV –31,2 persen pengurangan risiko– tapi keefektifannya merosot setelah tiga tahun, kata Letvin.

“Kami telah memperlihatkan pada ujicoba vaksin di Thailand bahwa dengan teknologi saat ini kami menyaksikan perlindungan paling sederhana terhadap penularan HIV,” katanya.

“Kalau saja kami memadukan data optimistis itu pada manusia dengan jenis data yang kami kumpulkan dalam studi pada kera ini, serta studi lain pada kera. Itu menunjukkan jika kami dapat menyuntikkan reaksi antibodi yang lebih baik melalui vaksinasi, barangkali vaksin generasi berikut kami dapat menaikkan tingkat peluang 50 atau 60 persen atau bahkan lebih tinggi lagi.

Dan perlindungan itu boleh jadi akan lebih bersifat mengobati,” katanya.   Pencarian berlanjut bagi vaksin untuk menghadapi AIDS, yang telah merenggut lebih dari 25 juta jiwa sejak 1981 dan menulari sebanyak 33 juta orang di seluruh dunia. [Ant/L-9]

Sumber: Suara Pembaruan, Jumat, 6 Mei 2011 | 16:35

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 0 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB