782.578 Situs dengan Konten Negatif Dihapus Sepanjang Tahun Ini

- Editor

Selasa, 10 Oktober 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan Database Trust+ Positif Kementerian Komunikasi dan Informatika 2017 per tanggal 30 September mengungkapkan, sejauh ini pemerintah telah menghapus 782.578 situs dengan konten negatif. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan laporan tahun lalu pada Januari-Desember 2016 yang sebesar 773.037 situs.

Adapun situs yang mengandung konten pornografi masih menduduki peringkat pertama. ”Tahun 2016, aduan yang paling banyak adalah masalah pornografi. Tahun ini, yang bertambah adalah aduan hoaks, pencemaran nama baik, kebencian, dan radikalisme. Namun, aduan masalah pornografi masih tertinggi,” tutur Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Noor Iza seusai konferensi pers mengenai Sistem Penanganan Konten Bermuatan Negatif, di Jakarta, Senin (9/10).

Aduan dibagi menjadi 10 kategori, yaitu pornografi (774.747 situs), SARA (169 situs), penipuan atau perdagangan ilegal (1.910 situs), narkoba (88 situs), perjudian (5.457 situs), radikalisme (199), kekerasan (0 situs), kekerasan atau pornografi anak (3 situs), keamanan internet (10 situs), dan hak kekayaan intelektual (361 situs).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Target pertama pemerintah adalah menghapus situs pornografi. Saat ini diperkirakan ada 28 juta-30 juta situs bermuatan konten pornografi yang beredar, sedangkan yang sudah ditapis baru 700.000 situs. Kejahatan seks sudah mulai tinggi dan meresahkan masyarakat,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan.

Pemerintah berencana membuat Sistem Penanganan Konten Bermuatan Negatif yang akan menapis konten yang bertentangan dengan hukum. Fokus pemerintah ketika sistem ini beroperasi, ujar Semuel, adalah menapis konten negatif yang berada di situs-situs dari dalam dan luar negeri. Menyangkut platform, pemerintah akan berkoordinasi dengan pemilik platform, seperti media sosial. (DD13)

Sumber: Kompas, 9 Oktober 2017

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Berita Terkait

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Berita Terbaru

Jack Ma, founder and executive chairman of Alibaba Group, arrives at Trump Tower for meetings with President-elect Donald Trump on January 9, 2017 in New York. / AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB