Home » Berita, Gadget

Melanjutkan Pertaruhan Telepon Seluler Modular

8 April 2017 55 views No Comment

Lenovo menepati janji untuk mempertahankan seri ponsel modular mereka dengan meluncurkan produk Moto Z2 Play. Berusaha untuk tidak mengikuti nasib G5 yang tidak dilanjutkan LG, langkah Lenovo ini merupakan penegasan bahwa ponsel modular masih relevan untuk dimiliki.

Teknologi ponsel modular memungkinkan penambahan atau peningkatan fitur dari sebuah perangkat dengan mengganti modul tertentu. G5, misalnya, melakukannya lewat penggantian bagian bawah ponsel pintar dengan modul audio fidelitas tinggi hingga pegangan kamera. Penggantian dilakukan dengan melepas bagian bawah, termasuk baterai, sehingga perangkat harus dimatikan.

Lenovo menggunakan teknologi Moto Mods atau serangkaian modul untuk ditempelkan di punggung ponsel seri Moto Z melalui 16 titik kontak yang melekat dengan menggunakan magnet. Modul bisa diganti dengan mudah. Hanya butuh sedikit kekuatan untuk melepas modul yang menempel dan mengganti dengan modul baru. Semua berlangsung saat ponsel bekerja.

Beberapa modul dihadirkan, seperti kamera yang bekerja sama dengan Hasselblad, pengeras suara lewat kolaborasi dengan JBL, proyektor, dan baterai tambahan. Kabar baiknya, ekosistem perangkat itu masih bisa dimanfaatkan oleh Moto Z2 Play karena desain punggung dan titik kontak yang sama.

Pengguna Moto Z dan Moto Z Play pun tidak perlu merasa tertinggal karena modul baru yang diperkenalkan bersama peluncuran Moto Z2 Play, seperti pengendali gim (game controller) atau kamera 360 derajat, bisa digunakan. Ini adalah keputusan yang sama-sama menguntungkan karena, baik generasi pertama Moto Z maupun generasi penerusnya, bisa menikmati kekayaan fitur tambahan dari ekosistem Moto Mods.

Yang terjadi, malah pengguna generasi pertama Moto Z yang pertama kali menikmati fitur dari perangkat modular, seperti dialami pada awal Agustus. Moto 360 Camera yang menempatkan sepasang kamera lensa lebar di bagian atas ponsel tak bisa langsung dipergunakan oleh Moto Z2 Play sampai ada pembaruan perangkat lunak yang saat itu belum tersedia.

KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO–Modul pengendali gim serta kamera 360 derajat merupakan tambahan terbaru dari ekosistem modul yang bisa dipasangkan dengan ponsel pintar seri Z dari Lenovo, Rabu (2/8). Baik pengguna Moto Z2 Play yang baru diluncurkan maupun Moto Z yang dirilis awal tahun 2017 bisa menikmati tambahan fitur dari modul-modul ini.

Pengalaman berbeda ditunjukkan saat ditempel di Moto Z Play. Modul itu langsung bekerja dan menampilkan gambar yang ditangkap kamera secara langsung. Modul ini menyederhanakan kamera 360 derajat yang selama ini beredar, seperti Ricoh Theta ataupun Gear360, terutama pada isu komunikasi dengan perangkat ponsel yang masih mengandalkan koneksi Wi-Fi.

Moto Gamepad sendiri adalah modul yang menjadikan Moto Z atau Moto Z2 Play sebagai perangkat yang memiliki tujuan tunggal, yakni bermain gim. Dengan modul ini, tak ada lagi kerepotan memainkan gim bermodal navigasi di layar sentuh. Modul ini membuat perangkat bisa dioperasikan layaknya konsol gim genggam dengan pengendalian natural dengan ketersediaan tombol untuk memberi perintah. Saat ini, memang belum banyak pilihan judul permainan yang sepenuhnya mendukung modul ini, tetapi katalog itu terus membesar seiring waktu.

Ekosistem modul yang dimiliki seri Moto Z menjadikan ponsel ini bisa dipergunakan sesuai karakter dan kebiasaan mereka dalam menggunakan ponsel. Mereka yang menyukai musik bisa memilih modul pengeras suara, modul kamera akan sesuai bagi para penggemar fotografi yang ingin serius memakai ponsel, atau modul proyektor akan memikat mereka yang gemar menikmati konten multimedia di ruang yang lebih lega.

Beragam jenis modul yang disediakan Lenovo untuk pasar Indonesia memang bukan berarti bahwa setiap orang harus memiliki semuanya. Solusi terbaik untuk mendapatkannya adalah paket bundel saat pertama kali membeli karena harga satuan modul mulai dari Rp 1,2 juta hingga Rp 4,2 juta.

Sesuai
Mengacu dari seri pertama, nama ”Play” merujuk pada varian ponsel yang memiliki fitur yang sama, tetapi dengan fitur yang disederhanakan. Harapannya, bisa disodorkan ke konsumen dengan harga lebih menarik. Contohnya, penggunaan sistem dalam cip Snapdragon 820 dan RAM 4 gigabita untuk Moto Z, sementara Moto Z Play menggunakan Snapdragon 625 dan RAM 3 gigabit. Resolusi layar Moto Z pun lebih baik meski secara keseluruhan Moto Z Play bisa dibeli dengan harga Rp 3 juta lebih murah.

Untuk seri penerusnya, Lenovo hanya memperkenalkan dua seri, yakni Z2 Force yang memiliki Snapdragon 835 dan layar 2.560 x 1.440 piksel berteknologi pelindung layar ShatterShield. Adapun Z2 Play memiliki resolusi 1.920 x 1.080 piksel yang sebelumnya dimiliki Moto Z. Di Indonesia, Moto Z2 Play akan dijual dengan harga Rp 6,5 juta. Besar kemungkinan hanya itu varian generasi kedua Moto Z yang akan dijual di Indonesia.

Hal itu ditegaskan Country Lead Lenovo Mobile Business Group Indonesia Adrie R Suhadi, Rabu (2/8). Menurut dia, Z2 Play adalah ponsel pintar dengan spesifikasi dan harga jual yang paling masuk akal untuk dipasarkan ke pasar Tanah Air. ”Langkah serupa juga ditempuh negara lain di Asia Pasifik. Z2 Force hanya dijual untuk pasar Amerika,” kata Adrie.

Adrie optimistis bahwa pasar ponsel pintar di Indonesia terus membaik, sebelumnya dikuasai segmen perangkat dengan harga Rp 2 juta ke bawah karena migrasi dari ponsel dengan perangkat dasar (feature phone), kini berangsur bergerak ke rentang harga Rp 3 juta-Rp 4 juta. Tidak lagi bersaing soal harga, tetapi pengalaman saat menggunakannya.

Dari sisi kamera, tidak banyak perbedaan antara Z2 Force dan Z2 Play apabila berbicara mengenai resolusi ataupun teknologi otofokus yang dipergunakan. Z2 Force memiliki ukuran piksel lebih kecil, yakni 1,25 picometer, akan membantu menangkap detail dalam kondisi cahaya rendah.

Sayangnya, aplikasi yang bisa dipakai tidak banyak menawarkan moda pengambilan gambar untuk memanjakan para penggunanya, termasuk saat menggunakan modul kamera. Pengguna masih bisa mengulik parameter kamera secara manual. Keunggulan yang didapatkan dari modul kamera adalah kemampuan perbesaran gambar tanpa mengorbankan detail gambar.

Sisi positif dari seri Moto Z adalah desain punggung ponsel yang khas dengan moncong kamera yang menonjol berbentuk lingkaran serta titik kontak di bagian bawah. Pengalaman dalam menggunakan ponsel dari sisi perangkat lunak juga cukup menyenangkan dengan navigasi yang intuitif.

Moto memiliki fitur berupa gestur khusus untuk memberi perintah, seperti gerakan memotong dua kali untuk menyalakan senter, memutar pergelangan dua kali untuk mengaktifkan kamera, termasuk navigasi melalui sensor sidik jari sehingga tidak lagi mengandalkan navigasi virtual yang biasanya memakan tempat di bagian bawah layar.

Sebagai pengusung teknologi modular yang masih bertahan, Lenovo menghadapi risiko tinggi dengan menjual seri Moto Z dan Moto Z2 Play. Namun, itulah pertaruhan yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang sepadan.(DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO)
———————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Agustus 2017, di halaman 26 dengan judul “Melanjutkan Pertaruhan Telepon Seluler Modular”.

Share

Leave a comment!

You must be logged in to post a comment.