Home » Berita

Fukushima Bertempur Melawan Peluruhan

23 March 2011 1,107 views No Comment
Butuh waktu sebulan untuk memperbaiki reaktor Fukushima atau menutup selamanya.

Asap berwarna putih masih keluar dari reaktor nomor dua pembangkit listrik Fukushima Daiichi di Jepang. Sedangkan kabut menyelimuti reaktor nomor tiga di sebelahnya.

Reporter Kyodo kemarin melaporkan, akibat peristiwa ini, upaya penyemprotan air ke batang bahan bakar nuklir yang overheating dihentikan. Termasuk usaha memulihkan listrik di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang rusak dihantam gempa dan tsunami pada Jumat dua pekan lalu.

Banyak pihak menyebut kecelakaan di PLTN yang terletak di pantai timur Jepang ini lebih parah ketimbang kasus di PLTN Three Mile Island, Amerika Serikat.

Pemerintah Jepang menaikkan kondisi terakhir di Fukushima dalam level 5 dari skala kejadian nuklir internasional. Sementara itu, pejabat Badan Nuklir Prancis memasukkannya ke level 6, satu level mendekati kecelakaan paling buruk.

Kompleks Fukushima I, yang memiliki 6 reaktor nuklir, merupakan adalah salah satu PLTN tertua dan terbesar di dunia. Pembangkit listrik generasi pertama ini dibangun sejak dekade 1960-an, dan selesai pada 1970-an, yang dioperasikan oleh Tokyo Electric Power Company (Tepco).

Pada 26 Maret 1971, PLTN ini mulai mamasok listrik. Reaktor tertua (reaktor unit 1) memiliki daya listrik sebesar 460 megawatt listrik, sedangkan reaktor unit 2-5 memiliki daya 784 megawatt, dan reaktor unit 6 memiliki daya terbesar, yakni 1.100 megawatt. Total daya listrik adalah 4.696 megawatt.

Seluruh reaktor bertipe reaktor air mendidih (boiling water reactor atau BWR), yang dikenal sederhana karena hanya terdiri atas satu jalur pendingin. Salah satu titik lemah PLTN generasi pertama ada pada sistem pendingin darurat pasca-mati. Gelombang tsunami menghantam genset PLTN Fukushima yang terletak di tepi pantai.

Padahal, pada sebuah reaktor nuklir, pendinginan tetap dibutuhkan meskipun reaktor telah dimatikan atau tidak beroperasi. Hal ini karena reaksi fisi nuklir menghasilkan sejumlah produk, yang kemudian mengalami peluruhan radioaktif (memancarkan radiasi) sehingga melepaskan energi yang secara akumulatif dinamakan panas peluruhan.

Terjadi ledakan yang menyebabkan lubang. Bolongnya dinding dan habisnya air dalam kolam bahan bakar bekas menempatkan reaktor unit 4 sebagai reaktor paling berbahaya. Maklum, nyaris tidak ada pelindung lagi antara batang bahan bakar nuklir dan lingkungan luas.

Kini operator PLTN Fukushima terus memperbaiki sistem kelistrikan agar aliran pendinginan berjalan normal. Jika berhasil, teknisi harus memasuki kawasan pengungkung (containment) untuk memperbaiki kerusakan atau melakukan penutupan reaktor selamanya. Untuk proses ini butuh waktu sekitar sebulan. UNTUNG WIDYANTO


APA BAHAN BAKAR REAKTOR NUKLIR

Reaktor air didih (boiling water reactor) yang ada di Fukushima Daiichi, Jepang, adalah salah satu tipe reaktor nuklir yang sederhana. Mengapa? Karena hanya terdiri atas satu jalur pendingin yang disirkulasikan ke dalam reaktor (dengan menggunakan pompa) untuk kemudian mendidih dan memproduksi uap. Hasil ini disalurkan keluar reaktor guna memutar turbogenerator (gabungan turbin uap dan generator listrik).

Uap bekas yang telah memutar turbogenerator selanjutnya masuk ke kondenser untuk diubah menjadi air dan diinjeksikan kembali ke dalam reaktor dengan menggunakan pompa. Karena pendingin hanya satu jalur, efisiensi reaktor ini tergolong tinggi namun cairan pendinginnya menjadi radioaktif.

Panas dihasilkan dari peluruhan bahan bakar radioaktif Uranium-235. Ada peringkat reaktor berdasarkan beberapa ratus megawatt. Pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi mungkin berisi ratusan ton bahan bakar Uranium, tidak hanya dalam reaktor, tapi juga disimpan dalam kolam air untuk tetap dingin.

Untuk membuat bahan bakar reaktor, serbuk uranium dioksida (UO2) di-press menjadi berbentuk pil atau pellet. Lalu dipanaskan di bawah titik lebur sampai partikelnya bersatu. Kemudian pil ditekan hingga berbentuk silinder dengan diameter 1 sentimeter (cm). Tumpukan pil dimasukkan ke tabung berongga yang terbuat dari paduan logam zirkonium. Silinder yang diisi muatan itu disebut fuel rods (batang bahan bakar).

  • Serbuk UO2
  • Pil bahan bakar
  • Pil bahan bakar
  • Batang bahan bakar (fuel rods)Sekitar 100 batang bahan bakar yang dibundel bersama-sama dalam konfigurasi disebut sebagai fuel rods assembly dengan panjang 4,3 meter.Reaktor tipe air didih seperti di Fukushima Daichii dapat berisi 370-800 fuel rods assembly.

    Setelah enam tahun beroperasi, sekitar 80 persen Uranium-235 yang asli bakal habis. Fuel rods assembly bekas dikeluarkan dari reaktor dan dibiarkan dingin di kolam penyimpanan selama beberapa tahun. Pompa mensirkulasi air yang menyelimuti fuel rods assembly bekas di kedalaman 12,2 meter.

    Beberapa reaktor di Fukushima Daiichi berbahan bakar mixed-oxide (MOX), terdiri atas uranium yang dicampur dengan 5 persen Plutonium-239.


    APA YANG SALAH DI FUKUSHIMA

    Di dalam reaktor:

    Fukushima memiliki enam reaktor. Pada setiap reaktor, ada dua wilayah yang jadi perhatian utama, yaitu fuel rod di inti reaktor dan old rods overheating (bahan bakar bekas) di dalam tangki penyimpanan.

  • Equipment pool
  • Reactor pressure vessel
  • Platform pengisian
  • Kolam penyimpanan tangki bahan bakar
  • Bangunan reaktor
  • Dinding tegak dari lapisan baja
  • Perisai sekunder dari dinding beton
  • Air
  • Dasar betonMENGAPA ADA MASALAH DI KOLAM PENYIMPANAN BAHAN BAKAR?Risiko tinggi di reaktor nomor 3 dan 4:

    Old fuel rods tersimpan di dalam air. Kadar air rendah pada selongsong tabung dapat meleleh dan menghasilkan hidrogen. Gas ini berubah menjadi api sehingga radioaktif termuntahkan keluar.

  • Baja stainless melapisi bagian dalam dan diperkuat dengan beton
  • Spent fuel rods
  • AirGempa bumi menyebabkan reaktor otomatis berhenti. Namun gelombang tsunami menghancurkan pasokan listrik dan mesin pendinginan serta menyebabkan kegagalan.Gelombang tsunami menghancurkan rumah pompa dan sistem pengendali.

    APA YANG TERJADI DI LIMA REAKTOR

    REAKTOR Unit 1:

    Ledakan gas hidrogen mengoyak bangunan luar pada Sabtu dua pekan lalu (12 Maret). Sekitar 70 persen fuel rods (batang bahan bakar) dalam reaktor rusak.

  • Inti/fuel integrity: rusak
  • Containment: tidak rusak
  • Bangunan luar: rusak parah
  • Kadar air dalam reaktor: setengah bahan bakar terkena
  • Kolam bahan bakar bekas: tidak diketahui
  • Fuel assembly di inti reaktor: 400
  • Fuel assembly bekas di kolam penyimpanan: 292
  • Bahan bakar di kolam bahan bakar bekas: 50 tonREAKTOR 2Pendingin air rusak setelah kegagalan sistem darurat, ter-ekspos-nya semua batang bahan bakar sebelum air berhasil dipompa kembali ke dalam reaktor.
  • Inti/fuel integrity: rusak
  • Containment: rusak
  • Bangunan luar: rusak
  • Kadar air dalam reaktor: setengah bahan bakar terkena
  • Kolam bahan bakar bekas: penurunan tingkat
  • Fuel assembly di inti reaktor: 548
  • Fuel assembly bekas di kolam penyimpanan: 587
  • Bahan bakar di kolam bahan bakar bekas: 100 tonREAKTOR 3Bahan bakar MOX pada reaktor meledak pada 13 Maret lalu, melukai 11 pegawai. Helikopter menyiram reaktor dengan air laut turun untuk mendinginkan tangki penyimpanan bahan bakar.
  • Inti/fuel integrity: rusak
  • Containment: rusak
  • Bangunan luar: rusak parah
  • Kadar air dalam reaktor: setengah bahan bakar terkena
  • Kolam bahan bakar bekas: tingkat rendah
  • Fuel assembly di inti reaktor: 548
  • Fuel assembly bekas di kolam penyimpanan: 514
  • Bahan bakar bekas di kolam penyimpanan: 90 tonREAKTOR 4Reaktor sedang tidak beroperasi ketika gempa dan tsunami melanda. Kolam bahan bakar bekas terbakar pada 15 Maret lalu dan melepaskan radiasi. Menimbulkan lubang 8 meter persegi pada bangunan penahan (containment).
  • Inti/fuel integrity: tidak ada bahan bakar di reaktor
  • Containment: tidak rusak
  • Bangunan luar: rusak parah
  • Kadar air dalam reaktor: aman
  • Kolam bahan bakar bekas: tingkat rendah
  • Fuel assembly di inti reaktor: 0
  • Fuel assembly bekas di kolam penyimpanan: 1.479
  • Bahan bakar bekas di kolam penyimpanan: 250 tonREAKTOR 5Reaktor sedang tidak beroperasi ketika terjadi gempa. Khawatir atas tingkat suhu pada kolam bahan bakar–kadar air turun 40 cm dalam waktu lima jam pada Rabu, 16 Maret.
  • Inti/fuel integrity: tidak ada bahan bakar di reaktor
  • Containment: tidak rusak
  • Bangunan luar: tidak rusak
  • Kadar air dalam reaktor: aman – merosot
  • Kolam bahan bakar bekas: peningkatan suhu
  • Fuel assembly di inti reaktor: 418
  • Fuel assembly bekas di kolam penyimpanan: 946
  • Bahan bakar bekas di kolam penyimpanan: 160 tonREAKTOR 6Reaktor sedang tidak beroperasi pada saat gempa. Keprihatinan atas temperatur pada kolam bahan bakar bekas, setelah air dialihkan ke tangki reaktor 5.
  • Inti/fuel integrity: tidak ada bahan bakar di reaktor
  • Containment: tidak rusak
  • Bangunan luar : tidak rusak
  • Kadar air dalam reaktor: aman
  • Kolam bahan bakar bekas: peningkatan suhu
  • Fuel assembly di inti reaktor: 634
  • Fuel assembly bekas di kolam penyimpanan: 867
  • Bahan bakar bekas di kolam penyimpanan: 150 ton
  • Sumber: Koran Tempo, 23 Maret 2011

    Share

    Leave a comment!

    You must be logged in to post a comment.