Home » Berita

F1 Bimasakti UGM Siap Berlaga di Jepang

25 July 2011 750 views No Comment

Setelah berhasil menciptakan motor tenaga surya pada Juni 2011,kali ini mahasiswa Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan mobil Formula 1 (F1). Sekumpulan mahasiswa yang tergabung dalam tim Bimasakti ini menciptakan sebuah mobil yang akan diikutkan pada Student Formula SAE (Society of Automotive Engineers) Competition of Japan September 2011.

Kemarin bertempat di Gedung Purna Budaya UGM, mobil Formula ini diperkenalkan pada masyarakat. Selanjutnya dilakukan test drive pertama untuk menguji kestabilan dan performa mobil. Mobil F1 Bimasakti tidak mengalami kendala pada dua putaran awal mengelilingi Boulevard UGM.

Tetapi pada putaran ketiga terjadi kesalahan manuver karena terdapat pasir di area test drive. Kejadian ini bukanlah hal serius. Menurut ketua tim Bimasakti, Akmal Irfan Majid, tingkat keamanan untuk mobil ini sudah memenuhi standar keamanan mobil balap.

“Kami sudah mendesain bumper yang bisa menahan lebih dari 7.350 joule dan belt pengaman dengan standar mobil balap,” ungkapnya. Mobil FI tim Bimasakti UGM ini menggunakan Gasoline sebagai bahan bakarnya dengan basic engine dari Suzuki GS 250 cc yang di-built up sampai 322 cc.

Mobil F1 berwarna merah dengan motif batik pada bodinya ini mampu melaju dengan kecepatan 140-160 km/jam.“Selama test drive kendala pada steering system karena masih mengadopsi dari mobil biasa.Namun, untuk desainnya sudah memenuhi standar mobil balap,“ tutur driver FI Bimasakti, Muhammad Audi Yusuf.

Namun, ia menekankan secara keseluruhan mobil ini sudah siap untuk berlaga di ajang SAE. Tim Bimasakti UGM adalah tim pertama dari Indonesia yang menciptakan sebuah mobil F1 sekaligus sebagai peserta pertama dari Indonesia yang ikut serta dalam SAE Competition Ke- 9 di ECOPA (Ogasayama Sports Park),Perfektur Shizuoka, Jepang.

“Saya bangga mahasiswa UGM bisa menciptakan sebuah mobil F1 dan berlaga di kompetisi internasional. Semoga bisa mengharumkan nama UGM,Yogyakarta, dan Indonesia,” kata salah satu dosen pembimbing tim Bimasakti, Dr Fauzun. –duratun nafisah/ kusumowardani/ fairuz uyun

Sumber: Koran Sindo, Wednesday, 20 July 2011

———–

Mahasiswa UGM Buat Mobil Formula

Mobil formula Bimasakti diluncurkan oleh Rektor Universitas Gadjah Mada Profesor Sudjarwadi di kampus UGM kemarin. Tapi, saat berlangsung uji coba dengan kecepatan 100 kilometer per jam di boulevard kampus itu, mobil buatan mahasiswa UGM tersebut menabrak trotoar di tikungan. “Tadi selip karena ada pasir di tikungan, dan aspalnya kurang halus,” kata Mohamad Audi Yusuf, pengemudi mobil.

Tidak ada kerusakan yang berarti pada mobil, kecuali sedikit lecet di bagian depan. “Pengemudi bisa keluar dari mobil dalam waktu sekian detik. Artinya, sudah memenuhi kualifikasi dalam safety ketika terjadi kecelakaan,” kata dosen pembimbing tim Bimasakti, Mohammad Agung Bramantya, kepada Tempo.

Bimasakti adalah satu-satunya wakil Indonesia yang akan bertanding dengan 86 tim universitas ternama dalam kompetisi “9th Student Formula SAE of Japan 2011” pada 5-9 September 2011. Sejumlah negara ikut dalam pertandingan ini, antara lain Korea, Jepang, India, Pakistan, Thailand, Cina, dan Australia. “Tim terberat dari Jepang,” ujar koordinator teknis tim Bimasakti, Akmal Irfan Majid. Inilah untuk pertama kalinya Indonesia mengirim tim ke Jepang untuk memenangi perlombaan di Ogasayama Sports Park, Jepang.

Mobil formula ini menggunakan desain khas Indonesia, dengan menampilkan corak batik pada sayap mobil, berwarna cokelat-putih. Sedangkan warna badan mobil menggunakan gabungan warna merah, putih, dan hitam. “Kami menggabungkan teknologi dan budaya Indonesia,” kata anggota tim Bimasakti, Andika Rinaldo Asry.

Bimasakti memiliki kapasitas mesin 322 cc sehingga mampu menempuh kecepatan 140-160 kilometer per jam. Mobil ini menggunakan mesin Suzuki Thunder 250 cc, bantuan dari Ikatan Ahli Teknologi Otomotif. “Mobil ini di bawah kelas Formula 1, namun berada di atas gokar,” ujar Akmal.

Tim bekerja sejak Januari untuk menyelesaikan manufaktur mobil dengan menghabiskan biaya Rp 140 juta. “Frame material harus diimpor,” kata Fauzun. Sebagai gambaran, untuk satu mobil dibutuhkan sekitar 12 batang frame, padahal harga satu batang frame berkisar Rp 1,5 juta. Tim Bimasakti beranggotakan 16 mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik, UGM, dengan bimbingan tiga dosen, yakni Fauzun, Muhammad Agung Bramantya, dan I Gusti Budi Dharma.

Pada kompetisi itu, kendaraan yang dilombakan akan dinilai pada dua kategori, yaitu static event, yang mencakup analisis biaya, desain teknik, dan presentasi tim, serta dynamic event, yang meliputi akselerasi kendaraan, efisiensi bahan bakar, daya tahan, autocross, serta skid-pad. “Mereka yang memenangi pertandingan harus mengumpulkan 1.000 poin,” kata Bramantya. BERNADA RURIT

Sumber: Koran Tempo, Wednesday, 20 July 2011

Share

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.