Variasi Genetik Berkaitan dengan Kesuksesan Hidup

- Editor

Rabu, 8 Juni 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riset menggunakan data dari hampir 1.000 individu yang dikumpulkan lebih dari 40 tahun menunjukkan, profil genetik seseorang berhubungan dengan beberapa capaian hidup yang penting, termasuk kesuksesan pekerjaan dan terjaminnya kondisi keuangan.

Temuan itu dipublikasikan dalam Psychological Science, jurnal dari Association for Psychological Science. Riset memanfaatkan studi sebelumnya tentang variasi genetik yang terkait kesuksesan pendidikan. ”Hipotesis kami, genetika tertentu untuk memprediksi kesuksesan anak di sekolah, bisa untuk meramalkan kesuksesan dalam hidup,” kata pemimpin studi, ahli psikologi Universitas Duke, AS, Daniel W Belsky, seperti dipublikasikan ScienceDaily, Senin (6/6). (JOG)
——————
Gila Kerja Terkait Depresi dan ADHD

Anda gila kerja? Penelitian di Norwegia menunjukkan, mereka yang gila kerja memiliki risiko tinggi terserang depresi dan perilaku hiperaktif, kurang konsentrasi, dan impulsif (ADHD). Peneliti menemukan, 33 persen orang gila kerja yang diteliti menunjukkan gejala ADHD, sedangkan yang tidak gila kerja hanya 13 persen. Lalu, 34 persen orang gila kerja diserang kecemasan, yang hanya 12 persen pada orang tidak gila kerja. Gila kerja memiliki sejumlah kriteria, di antaranya dampak bekerja yang menyerang kesehatan dan stres jika dilarang kerja. ”Semua gejala psikiatris lebih tinggi pada orang gila kerja,” kata Cecilie Schou Andreassen, psikolog klinis Universitas Bergen, Norwegia, seperti dikutip Livescience, Kamis (2/6). (GSA)
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Juni 2016, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

—————–

Perempuan Lebih Berisiko Didera Kecemasan

Data global dari 48 publikasi yang dikaji Universitas Cambridge, Inggris, menyebutkan, perempuan dua kali lebih besar berisiko didera kecemasan tanpa sebab ketimbang pria. Perempuan berusia di bawah 35 tahun dan perempuan dengan masalah kesehatan paling besar berpotensi terdampak. Diperkirakan, 4 dari 100 orang didera kecemasan semacam itu. Di Uni Eropa saja, publikasi Jurnal Brain and Behavior menyebutkan, lebih dari 60 juta orang terdampak kecemasan tanpa sebab. Jenis kecemasan ini bisa berupa sulit tidur, kekhawatiran, dan ketakutan setiap hari. ”Dampaknya serius, bisa sampai pada upaya bunuh diri,” kata penulis kajian Olivia Remes dari Departemen Kesehatan Masyarakat dan Pertolongan Pertama Universitas Cambridge, seperti dikutip BBC, Senin (6/6). (GSA)
————————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 7 Juni 2016, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.

Informasi terkait

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan
Biomedis atau Teknik Biomedis?
Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Berita ini 15 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:10 WIB

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:32 WIB

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 September 2026 - 20:13 WIB

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Jumat, 18 September 2026 - 06:33 WIB

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Berita Terbaru

Artikel

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:10 WIB

Artikel

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:32 WIB

Artikel

Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:13 WIB

Artikel

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Jumat, 18 Sep 2026 - 06:33 WIB

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB