Home / Berita / Vanbook W100, Menguji Tablet Ekonomis Berjendela

Vanbook W100, Menguji Tablet Ekonomis Berjendela

Vanbook adalah buah kerja sama antara perusahaan raksasa global, Microsoft, dan produsen dalam negeri, Advan. Kolaborasi itu untuk menghadirkan sabak elektronik bersistem operasi Windows dengan harga terjangkau di pasar.
Ada dua versi yang saat ini dirilis, yakni W100 dengan bentang layar 10 inci dan W80 dengan layar berukuran 8 inci. Keduanya bisa didapatkan dengan rentang harga Rp 2 jutaan.

Pada Desember 2014, keduanya resmi meneken kerja sama itu di Jakarta. Jude Buckley, Corporate Vice President Consumer Channel Group, yang hadir dalam acara itu menyebut kerja sama ini sebagai penerjemahan visi CEO Microsoft Satya Nadella untuk menghadirkan produk mereka dengan harga terjangkau. Pasar dari sabak elektronik terus tumbuh dan Indonesia dipandang sebagai tempat yang berpotensi.

Buckley menyebut, Advan dipilih karena memiliki catatan penjualan yang cukup mengagumkan meski tidak banyak diketahui. Berdasarkan survei yang dilakukan IDC, Advan adalah merek sabak elektronik nomor satu di Indonesia dan nomor tiga di Asia Pasifik. Hanya dalam satu bulan setelah menggandeng Microsoft, posisi di Asia Pasifik berhasil didongkrak naik satu peringkat.

Kerja sama dua perusahaan teknologi itu jelas strategis, Microsoft memiliki kanal produksi sabak elektronik yang menggunakan sistem operasi Windows dan dijual dengan harga lebih terjangkau.

Sebagai perbandingan, tablet berukuran 10 inci milik Dell bisa seharga Rp 5 juta meski spesifikasinya juga terpaut. Bagi Advan, ini juga keputusan yang menguntungkan untuk menguasai pasar dalam negeri dengan menguatkan merek mereka di benak masyarakat sembari bersaing dengan sesama merek lokal atau bahkan merek global.

Satu-satunya tantangan yang harus diatasi adalah cara memasarkan sabak elektronik ke masyarakat yang kini sebagian besar sudah nyaman menggunakan produk dengan sistem operasi Android. Survei yang dilakukan IDC pada kuartal IV tahun 2014 untuk pengguna global bisa menjadi gambaran, yakni Android yang menguasai pasar dengan 76 persen, diikuti iOS 19,7 persen, dan Windows dengan angka yang kecil, yakni 2,8 persen.

Dari beberapa peluncuran produk yang menggunakan sistem operasi ini, selalu muncul jargon yang sama, yakni “Mobile First, Cloud First” yang kerap diulangi oleh Nadella. Inilah perubahan visi perusahaan ini sejak dinakhodai Steve Ballmer yang memiliki strategi perangkat dan layanan.

Pengejawantahan dari strategi Nadella membuat layanan Microsoft menjadi lebih penting ketimbang perangkatnya sendiri. Namun, itulah yang sekarang mereka tawarkan, yakni layanan untuk produktivitas yang bebas dan portabel berkat penyimpanan di awan (cloud storage), komunikasi tanpa batas melalui layanan Skype, dan hiburan berupa permainan elektronik lewat layanan Xbox Live.

Tantangan juga dihadapi oleh Advan untuk menepis anggapan bahwa produk dari dalam negeri memiliki kualitas produk yang tidak terjamin; terlebih lagi dengan layanan purna jual, seperti perbaikan perangkat. Mereka juga memiliki lini produk menggunakan sistem operasi Android, seperti Barca, Rising Star, dan Signature.

Jalan panjang memang menanti mereka berdua.

Ulasan
Kompas berkesempatan mencoba sabak elektronik ini untuk beberapa hari, produk yang dipergunakan adalah Vanbook W100. Sebagai catatan, penulis terbiasa menggunakan perangkat dengan sistem operasi Android berikut ekosistem aplikasinya.

Tampilan antarmuka Metro yang diusung Windows memudahkan pengguna mengakses aplikasi, terutama di layar lebar seperti sabak elektronik. Menggunakan prosesor empat inti buatan Intel berteknologi Bay Trail dan memory 1 gigabit, transisi layar dengan resolusi 1.280 x 800 piksel terasa responsif dan lancar seiring gerakan jari. Tidak ada tombol fisik pada permukaan sabak elektronik, kecuali tombol daya dan pengatur kelantangan suara di tepi.

b60f8a05b1ff4015a13fec10c020ae00Vanbook W100 adalah sabak elektronik buatan Advan, pemegang merek lokal, yang bekerja sama dengan Microsoft untuk menghadirkan produk bersistem operasi Windows dengan harga terjangkau, Sabtu (4/4). Advan mempersiapkan dua tipe untuk produk ini dengan rentang harga Rp 2 jutaan.Kompas/Didit Putra Erlangga Rahardjo

Spesifikasi yang sama juga nyaman digunakan untuk membuka beberapa aplikasi sekaligus dan berpindah antaraplikasi dengan segera. Bagi pengguna yang memiliki orientasi bahwa perangkat mereka digunakan untuk menghasilkan tulisan, tabel angka, presentasi, bercakap dengan rekan melalui layanan obrolan (messaging) atau membalas surel, Windows adalah ekosistem yang nyaman untuk melakukan hal tersebut. Kebutuhan itu bisa dengan mudah dipenuhi oleh Vanbook.

Pengguna Vanbook W100 juga mendapatkan fasilitas berupa akses menggunakan layanan produk Microsoft, seperti Microsoft Office atau penyimpanan di awan sebesar 1 terabit gratis untuk tahun pertama di OneDrive. Itulah layanan-layanan yang dimaksud Nadella seperti di bagian awal tulisan.

Dengan lubang kartu SIM, pengguna Vanbook bisa memanfaatkan jaringan seluler 3G ataupun jaringan internet nirkabel lain, seperti WiFi.

Layar besar 10 inci membuat perangkat ini tetap andal untuk urusan multimedia, mulai dari memutar video, musik, hingga menjalankan permainan yang tersedia di Windows Store. Satu catatan adalah bobotnya yang terbilang lebih berat dari sabak elektronik umumnya sehingga membuat pengguna harus berhati-hati sewaktu menggenggam produk ini.

Dipersenjatai baterai berkapasitas 6.000 mAh, perangkat ini memiliki nyawa yang cukup untuk terus produktif sepanjang hari. Hal itu dengan catatan untuk pemakaian sedang, bukan untuk menjalankan permainan atau memutar video.

Sayangnya, bagian kamera tidak disiapkan dengan baik karena Advan hanya menyisipkan sepasang kamera dengan resolusi 2 megapiksel masing-masing di depan dan belakang. Hasilnya tidak terlalu mengagumkan untuk diunggah ke media sosial dan lebih dimaksudkan untuk berkomunikasi melalui obrolan video.

Harga
Sedikit sulit membandingkan Vanbook dengan produk serupa yang menggunakan sistem operasi Windows karena tidak banyak perbedaan yang bisa diperlihatkan dari tampilan antarmuka Metro yang serba kotak. Fitur yang diperkenalkan produsen umumnya disematkan sebagai spesifikasi perangkat keras, seperti resolusi layar, penyimpanan internal, cara terkoneksi ke internet, atau desain produk.

Salah satu contohnya adalah Acer yang memperkenalkan Iconia W4 dengan spesifikasi hampir sama, kecuali memori lebih besar, kamera beresolusi 5 megapiksel, serta bentuk lebih ringkas karena teknologi no-air-gap, dan aksesori berupa papan tuts yang menyatu dengan pembungkus perangkat itu.

Harganya Iconia W4 memang sepadan, yakni Rp 5 juta lebih. Kondisi sejenis memang bisa ditemui di merek global lainnya.

Di sinilah keunggulan Advan sebetulnya, yakni menghadirkan produk dengan harga terjangkau dan performa yang masuk akal. Terutama bagi mereka yang sudah terbiasa di ekosistem Windows, seperti menangani file-file dokumen atau presentasi untuk lebih mudah dikelola dari komputer ke perangkat bergerak.

Tantangan berikutnya adalah menghadirkan layanan purnajual yang mampu memuaskan konsumen, itulah pergulatan yang tidak pernah usai.

Didit Putra Erlangga Rahardjo
Sumber: Kompas Siang | 7 April 2015

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Peran dan Kontribusi Akademisi Lokal Perlu Ditingkatkan

Hasil riset akademisi memerlukan dukungan akses pasar. Kolaborasi perguruan tinggi dan industri perlu dibangun sedini ...

%d blogger menyukai ini: