Home / Artikel / Upaya Mendapatkan Daging Qurban yang Sehat

Upaya Mendapatkan Daging Qurban yang Sehat

IDUL Adha merupakan hari raya umat Islam di seluruh dunia. Setiap muslim yang mampu diwajibkan untuk berqurban sesuai dengan tingkat kemampuannya pada Hari Raya Haji. Untuk tujuan tersebut hewan yang digunakan untuk berqurban seperti sapi, domba dan kambing hendaknya hewan yang benar-benar sehat dan memenuhi persyaratan untuk disembelih.

Dalam usaha mendapatkan daging yang sehat tersebut, setiap muslim dapat melakukannya dan merencanakan sebelumnya. Sehingga didapatkan daging qurban sehat dan layak diberikan kepada fakir miskin.

Menurut Staatblad 614 (1936), yang dimaksud dengan istilah daging adalah hewan yang telah disembelih dan bagian bagiannya, kecuali kulit, tanduk dan kuku. Sedangkan menurut Forrest et.al (1975), yang disebut daging adaIah semua jaringan hewan yang dapat dimakan.

Sehubungan dengan hal tersebut dalam kaitannya kesehatan manusia yang mengkonsumsi maka perlu diperhatikan beberapa syarat yang berhubungan dengan kualitas daging. Hal ini perlu dijaga karena kualitas daging merupakan suat yang penting bagi orang yang menikmatinya. Kesehatan daging qurban merupakan sebelum diberikan kepada fakir miskin. Yang berarti kita sebagai muslim telah ikhlas memberikan qurban dengan menyajikan daging yang bersih dan sehat serta mempertahankan kondisi tersebut mulai dari hewannya hingga kepada yang berhak menerimanya.

Usaha-usaha tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan hewan qurban dan pemeriksaan sebelum disembelih (ante mortem), kesehatan, dan kebersihan si penyembelih (jagal), kebersihan tempat beserta peralatannya, kebersihan dan kesehatan air yang digunakan, pemeriksaan setelah disembelih (post mortem), kebersihan alat transportasi dan kebersihan tempat pembagian hewan qurban. Hal kebersihan ini sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad saw bahwa Islam adalah agama yang mementingkan kebersihan segalanya. Maksud dari pemeriksaan ini adalah untuk dapat membedakan hewan yang berpenyakit menular, yang tidak berpenyakit menular, dan hewan yang sehat sehingga memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai qurban. Selain itu pemeriksaan dilakukan sesaat sebelum dipotong dan apabila ditunda 24 jam, maka harus diadakan pemeriksaan kembali.

Hewan yang dipakai untuk berqurban seperti sapi domba dan kambing sebaiknya diistirahatkan terlebih dahulu selama kurang lebih 24 jam sebelum dipotong. Sehingga dianjurkan untuk tidak secara mendadak dalam mendapatkan hewan yang digunakan qurban. Maksud dari pengistirahatan hewan tarsebut adalah untuk mendapatkan daging yang tidak mudah membusuk. Hawah qurban dipuasakan dan hanya diberi minum saja. Semua ini dengan tujuan agar isi perut dapat dikeluarkan sebanyak-banyaknya, daging menjadi lebih tahan lama, darah yang keluar menjadi melimpah, lebih mudah dikuliti dan warna daging akan lebih terang.

Kondisi fisik dan emosional hewan sebelum disembelih dan proses mutu daging. Hewan qurban yang cukup untuk diistirahatkan dan tenang pada saat disembelih bisa diharapkan akan menghasilkan daging yang bermutu tinggi jika dibanding dengan hewan yang baru saja dipekerjakan atau setelah menempuh perjalanan yang jauh atau stress yang disebabkan kondisi lingkungan yang dialami hewan seperti baru saja dikejar-kejar, kurang pakan, penyakit dan stress karena pengangkutan. Pemeriksaan sebelum disembelih meliputi keadaan umum hewan, apakah hewan dapat berdiri tegak atau mungkin tidak bisa berdiri, atau mungkin jalannya pincang dan sempoyongan, keadaan umum yang perlu dicurigai inilah yang mencerminkan hewan mungkin sedang menderita suatu penyakit.

Selanjutnya pemeriksaan terhadap lubang-luban g tubuh hewan, apakah ada leleran atau lendir dari hidung, telinga dan alat kelamin. Hewan yang sehat tentu tidak mengeluarkan cairan yang mencurigakan dari lubang tubuhnya. Temperatur tubuh hewan yang sakit apabila diraba akan terasa lebih meningkat. Selaput lendir mata hewan sakit akan berwarna kemerahan. Ada beberapa penyakit yang berbahaya sehingga hewan dilarang untuk disembelih seperti Anthrax, Maleus, Boutvuur, Rabies, Rinderpest, Pnemonia contagiosa Bovis. Penyakit-penyakit tersebut termasuk zoonosis atau dapat menular ke manusia. Tentunya kita tidak ingin memberikan hewan qurban yang sakit yang dapat mencelakakan setiap orang yang mengkonsumsinya. Setelah diketahui hewan dalam keadaan sehat dan yakin bahwa untuk dimakan dan diberikan kepada fakir miskin tidak membahayakan kesehatan maka hewan dapat segera dipotong untuk qurban.

Pemeriksaan setelah disembelih
Penyembelihan hewan qurban harus dilakukan secepat-cepatnya dengan mengeluarkan darah sebanyak-banyaknya. Penyembelihan wajib dilakukan secara muslim artinya penyembelih menghadap ke kiblat atau dilakukan dari sebelah timur hewan yang dibujurkan dengan kepala di sebalah selatan. Allah swt dalam firmanNya: ”Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagi umat-Nya bangkai, darah, daging babi dan, binatang yang ketika disembelih disebut nama selain Allah swt” (QS. Al Baqarah 173). Dengan; demikian diharamkan bagi umat Islam untuk makan bangkai yang masih mengandung darah di tubuhnya darah, daging babi serta tidak menyebut asma Allah swt ketika disembelih. Selain itu ada beberapa kriteria penyembelihan yang baik: 1.Hewan disembelih tidak boleh dengan kejam/sadis. 2. Hewan disembelih tidak stres saat penyembelihan. 3. Kerusakan karkas diusahakan seminimal mungkin. 4. Metode pemotongan harus hygienis. 5. Metode pemotongan harus ekonomis. 6. Tidak membahayakan orang di sekitar pemotongan.

Setelah hewan disembelih dilakukan pemeriksaan lagi (post mortem) untuk mengetahui apakah semua bagian atau organ-organ tidak terlihat perubahan keadaan, warna dan bau. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan ditempat yang terbuka dan terang sehingga dapat diketahui perubahan organ-organ yang dicurigai organ yang lembek seperti lidah, paru-paru, ambing dan limpa harus diraba dengan tangan untuk mengetahui adanya benjolan, bisul ataupun rabaan yang mencurigakan sehingga perlu diiris dan diafkirkan karena mungkin sebagai akibat dari suatu proses penyakit. Pemeriksaan dilakukan secara urut dan teliti dari kepala, paru-paru, jantung, diafragma, hati, perut, usus, limpa, ginjal, kandung kencing, saluran kelamin, ambing, otak dan karkas. Pada beberapa bagian seperti daun pada saluran hati. Organ tersebut sebaiknya diafkir. Demikian pula halnya usus yang merupakan tempat ideal bagi penumbuhan cacing parasit perlu diwaspadai dan dicuci bersih serta dalam memasaknya harus sampai masak benar. Kualitas daging sebagian ditentukan oleh sifat biokemis proses-proses yang berkembang setelah proses penyembelihan. Adanya tanda-tanda perdarahan, bercak-bercak darah dan patahnya otot tertentu akan mempengaruhi kualitas daging.

Apabila diketahui semua bagian dari hewan yang dipotong tersebut setelah disembelih dan diperiksa dagingnya benar-benar daging yang sehat maka dapat segera dibagikan kepada yang berhak menerimanya. Dengan demikian kita telah ikhlas benar dengan memberikan daging yang sehat dari hewan yang sehat. Dan inilah keutamaan dalam berqurban. Artinya kita benar-benar rela berqurban dengan ridho Allah swt dan semata-mata hanya karena Allah swt bukan karena ingin pamer kekayaan, harta ataupun berqurban dengan rasa kesombongan. Sesungguhnya qurban akan mengurangi kebatilan. Semoga kita termasuk orang yang beriman. Amin.

Dr. Wisnu Nurcahyo, Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

Sumber: Harian Kedaulatan Rakyat, 21 Juni 1991

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: