Universitas Indonesia Buka Pendidikan Profesi Insinyur

- Editor

Senin, 26 Maret 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fakultas Teknik Universitas Indonesia mulai membuka Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur pada tahun ini. Kuota awal yang disediakan untuk tahun ajaran 2018/2019 untuk 50 mahasiswa lulusan sarjana teknik yang sudah memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun.

Peluncuran Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PPI) dilakukan di Kampus UI Depok, Sabtu (24/3/2018). Hadir dalam peluncuran, antara lain, Rektor UI Muhammad Anis; Dekan Fakultas Teknik UI Hendri DS Budiono; Ketua Tim Ahli Keinsinyuran Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Djoko Santoso; Staf Ahli Menteri Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi Bidang Infrastruktur Hari Purwanto, serta perwakilan pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor UI. Acara dilanjutkan dengan diskusi panel bertajuk ”Peran Profesi Insinyur Menghadapi Era Pembangunan Infrastruktur dan Tantangan Industri 4.0”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anis mengatakan, saat ini Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mempersiapkan sumber daya profesional di bidang keinsinyuran.

KOMPAS/ESTER LINCE NAPITUPULU–Rektor UI Muhammad Ania memukul gong untuk menandai peresmian Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur di Fakultas Teknik UI, di Kampus UI, Depok, Sabtu (24/3/2018).

”Persaingan dan kompetensi tenaga ahli dan profesi insinyur menjadi semakin ketat dengan datangnya revolusi industri 4.0 dan Masyarakat Ekonomi ASEAN,” ucap Anis.

Sementara itu, Hendri menyebutkan, PPI di Fakultas Teknik UI didukung PII yang telah menjadi anggota organisasi keinsinyuran tingkat dunia, seperti World Federation of Engineering Organization dan ASEAN Federation of Engineering Organization.

”Meskipun ikut PPI dua semester, mahasiswa tidak harus keluar dari tempat kerja. Perkuliahan teori dilakukan sore atau malam hari dan juga pembelajaran jarak jauh. Nanti juga ada pengakuan dari pengalaman kerja di bidangnya,” kata Hendri.

Djoko Santoso mengatakan, ada 40 perguruan tinggi (PT) yang ditunjuk membuka PPI. Namun, baru berkisar 70 persen yang sudah mulai jalan.

”Nanti, tetap dibuka PT lain untuk mengajukan PPI sebab kebutuhan banyak. Ada sekitar 800 sarjana teknik yang butuh ditingkatkan jadi insinyur,” ujar Djoko.–ESTER LINCE NAPITUPULU

Sumber: Kompas, 24 Maret 2018

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 35 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB