Ujian Nasional; Sistem Semi-daring Dirintis Tahun 2015

- Editor

Jumat, 30 Januari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ujian nasional dengan sistem semi-daring (online) dimulai tahun ini dengan target sementara 862 sekolah jenjang pendidikan menengah. Khusus untuk sekolah menengah kejuruan, terdapat 2.197 sekolah target sementara. Sekolah-sekolah yang tergolong perintis ujian nasional sistem semi-daring itu masih diverifikasi dinas pendidikan kabupaten/kota dan provinsi.


”Untuk tahun ini, (sistem semi-daring) hanya bagi sekolah yang sudah siap. Kalau sudah berhasil, secara bertahap nanti meluas. Tidak serta-merta semua pada tahun ini karena infrastruktur yang belum siap,” ujar Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam, Kamis (29/1), di Jakarta.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Mustaghfirin Amin, yang ditemui secara terpisah, mengatakan, telah
merekomendasikan 2.197 sekolah yang dinilai siap menjalani ujian nasional semi-daring. Namun, sama halnya dengan SMA, data sementara akan diverifikasi daerah lebih dahulu untuk melihat kesiapan sekolah-sekolah itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Syarat untuk ikut ujian nasional semi-daring ini ialah jumlah komputer yang ada 1 komputer berbanding 3 murid agar waktu ujiannya tidak lama,” kata Mustaghfirin.

Fleksibel
Dengan ujian nasional berbasis komputer tersebut, Nizam berharap pelaksanaan ujian akan lebih fleksibel. Bagi sekolah yang siap, bisa segera menjalani ujian nasional tanpa menunggu jadwal pelaksanaan serempak dengan sekolah lain seperti sekarang.

Disebut dengan sistem semi-daring karena pelaksanaannya tak waktu seketika. Pelaksanaannya menggunakan server lokal, tetapi sinkronisasi data
dan hasilnya akan menggunakan sistem daring. Itu untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan atau bentuk penyimpangan lainnya.

Bentuk soal ujian nasional tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya. Standarnya juga sama, tetapi tidak menentukan kelulusan. (LUK)

Sumber: Kompas, 30 Januari 2015

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 24 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB