Home / Berita / Ubuntu Pengganti Windows Dirilis di Pekalongan

Ubuntu Pengganti Windows Dirilis di Pekalongan

Open Source Ubuntu melaunching versi terbarunya yaitu 14.04 LTS, yang diklaim merupakan versi Ubuntu yang paling bisa menggantikan sistem operasi Windows. Sejumlah perbaikan dari versi sebelumnya sudah dilakukan dalam versi 14.04 LTS “Trusty Thar” itu.
Perbedaan sudah terlihat dari Desktop Manager-nya. Pada versi sebelumnya, jika ingin mengutak-atik launcher, maka diperlukan beberapa aplikasi untuk mengubahnya. Pada versi ini, pengguna sudah disuguhi kemudahan untuk mengubah tampilan launcher tanpa menginstal aplikasi lainnya.

“Kemajuan pada umumnya lebih cepat dan lebih mulus, lebih stabil. ini sudah support untuk 5 tahun,” kata Gary Dean selaku CEO Okusi Associates dan Pendiri FUI di acara Peluncuran Ubuntu Versi 14.04 LTS di SMKN Pekalongan, Sabtu (3/5/2014).

garydean460Selain itu kemajuan lainnya dibandingkan sebelumnya yaitu pada versi 13, jika melakukan search aplikasi, maka otomatis melakukan pencarian di situs Amazon jika diperangkat komputer belum terinstall aplikasi yang dicari. Di Ubuntu versi 14.04, disediakan pilihan untuk menonaktifkan online search result tersebut.

“Kemajuannya cukup penting, ada banyak perbaikan. Ini bisa disebut versi Ubuntu yang paling mungkin bisa menggantikan Windows, meskipun sebenarnya versi sebelumnya sudah cukup bersaing,” tambah Gary.

Gary menambahkan, open source Ubuntu meski gratis, namun bukan murahan karena perusahaan IT tingkat dunia sudah banyak yang mendukung diantaranya Google, Lenovo, AMD, dan Asus. “Meski gratis, ini bukan berarti ini sistem operasinya orang miskin,” tandasnya.

Dalam peluncuran Ubuntu versi 14.04 lTS itu, dihadiri Walikota Pekalongan, MH. Basyir Ahmad, Pengelola Infi Linux, Rusmanto Maryanto. Pekalongan dipilih sebagai tempat peluincuran versi terbaru Ubuntu karena Pemerintahan Kota Pekalongan sudah menerapkan Linux Ubuntu sebagai standar sistem operasi.

Selain seminar, acara yang dihadiri ratusan orang tersebut juga dilengkapi pelatihan pembuatan animasi menggunakan aplikasi Blender, Pengungkapan Ubuntu Sebagai Kendali Robot Linux, dan Web Hacking and Network Penetration Test. (alg/tyo)

Angling Adhitya Purbaya – detikinet
sumber: Detik, Sabtu, 03/05/2014 17:15 WIB
——————–
Berkat Ubuntu Pemkot Pekalongan Hemat Rp 12 M

Pemerintah Kota Pekalongan bisa menghemat alokasi dana APBD untuk aspek IT hingga lebih dari Rp 12 miliar setelah menggunakan sistem Open Source Ubuntu di seluruh jajaran pemerintahannya.

Walikota Pekalongan, HM. Basyir Ahmad mengatakan, di Kota Pekalongan ada sekitar 2.400 unit PC yang digunakan oleh pemerintah, jika semua menggunakan operating system berbayar, maka pengeluaran akan besar hanya untuk IT. Oleh sebab itu sejak tahun 2008 lalu perlahan sistem operasi berbayar diganti dengan Ubuntu yang merupakan open source yang tidak perlu membayar lisensi.

“Penghematan untuk 2.400 komputer. Kalau membeli lisensi saja sudah RP 12 miliar. Belum ngomong beli antivirus, olah kata dan olah foto juga hemat. Penghemtan yang luar biasa di pemerintahan,” kata Basyir dalam peluncuran Ubuntu 14.04 LTS di SMKN 3 Pekalongan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Pekalongan.

“Sejak tahun 2011 semua SKPD sudah memakai,” imbuhnya.

Ia berharap akan ada peraturan daerah (perda) yang mengatur soal penggunaan sistem berbasis Ubuntu sehingga meski kepela pemerintahan Pekalongan berganti, maka penghematan untuk aspek IT tetap bisa dilakukan. Digunakannya Ubuntu di jajaran pemerintahan Kota Pekalongan juga merupakan cara “menularkan” penggunaan open source Ubuntu kepada masyarakat.

“Mereka (masyarakat) tertarik kenapa? Karena pemerintah pakai ini. Ini bukan sistem operasi murahan,” tandasnya.

Gary Dean selaku CEO Okusi Associates dan Pendiri FUI menambahkan, dalam versi Ubuntu terbaru yaitu Ubuntu 14.04 LTS, semua kekurangan dalam versi sebelumnya sudah diperbaiki. Bahkan menurutnya versi ini bisa menggantikan sistem operasi Windows.

“Kemajuannya cukup penting, ada banyak perbaikan. Ini bisa disebut versi Ubuntu yang paling mungkin bisa menggantikan Windows, meskipun sebenarnya versi sebelumnya sudah cukup bersaing,” tandas Gary.(alg/tyo)

Angling Adhitya Purbaya – detikinet
Sabtu, 03/05/2014 18:08 WIB
————–
Microsoft: Open Source Bukan Musuh Kami

Hubungan antara kubu piranti terbuka Open Source dan software tertutup Microsoft sejak lama dikenal kurang harmonis. Presiden Direktur Microsoft Indonesia yang baru, Sutanto Hartono, mengaku gemas dengan masalah ini.

“Orang-orang melihat Open Source dan Microsoft itu seperti peperangan. Padahal bukan seperti itu,” sesalnya kala mengobrol santai di acara temu Microsoft dengan media, Selasa malam (29/9/2010).

Dikatakan oleh Sutanto, Open Source dan Microsoft bukan terkait permasalahan software berbayar atau tidak, melainkan hanyalah perbedaan software itu dibuka atau ditutup.

“Open Source itu sudah jadi lalu ditaruh di internet, terbuka bagi siapa saja yang ingin mengotak-atiknya. Sedangkan kita ditutup. Tidak ada yang salah dengan ini, masing-masing ada keunggulannya. Terserah konsumen mau pilih yang mana, tergantung kebutuhan mereka,” ucapnya.

Pria yang belum genap setahun menjabat sebagai orang nomor satu di Microsoft Indonesia ini, merasa perlu meluruskannya. Ya, apalagi sebelumnya salah satu eksekutif senior Microsoft pusat juga sudah menyatakan ‘salam perdamaian’ dengan Open Source.

Seperti kita tahu, komunitas pengguna software Microsoft dan Open Source telah lama menjadi ‘musuh bebuyutan’ dan kerap saling mengkritik. Kini, tampaknya Microsoft berupaya membangun jembatan di antara komunitas pengguna software Microsoft dan Open Source.

Tampaknya, ini juga yang tengah coba dilakukan Sutanto di masa-masa awal kepemimpinannya dalam jajaran eksekutif Microsoft Indonesia. “Ini perlu diterangkan kepada publik oleh para regulator, sehingga tidak terlihat software proprietary seperti kita seolah-olah bermusuhan dengan Open Source,” tandasnya. (rns/rou)

Rachmatunisa – detikinet
Rabu, 29/09/2010 13:11 WIB

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: