Home / Berita / Tumpahan Minyak; Jepang Berkomitmen Membantu

Tumpahan Minyak; Jepang Berkomitmen Membantu

Pemerintah perlu mengantisipasi potensi bencana akibat kebocoran minyak, seperti yang terjadi di Teluk Meksiko yang berdampak ke Amerika Serikat pada 2010. Untuk itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerja sama dengan Jepang dalam penanganan tumpahan minyak jika butuh sumber daya tambahan.

“Jika bukan sekadar tumpahan minyak, tetapi sudah bencana, kemungkinan butuh lebih banyak alat,” tutur Operations Manager Oil Spill Combat Team (OSCT) Indonesia Yodi Satya saat memimpin pelatihan penanganan tumpahan minyak di lepas pantai Jakarta, Rabu (24/2). Pelatihan merupakan kerja sama PT Pertamina, OSCT Indonesia, dan Asosiasi Perusahaan Minyak Jepang (PAJ). OSCT Indonesia menjadi mitra Pertamina untuk menangani tumpahan minyak.

Yodi yakin sumber daya di Indonesia, termasuk alat penanggulangan, tiap perusahaan minyak, bisa menangani jika tumpahan skala Tier 1 (tumpahan minyak di area operasi perusahaan) dan Tier 2 (tumpahan melebar ke daerah sekitar tempat operasi). OSCT Indonesia, misalnya, punya alat pemagaran tumpahan minyak (oil boom) di lima lokasi di laut, masing-masing sepanjang 200 meter.

Namun, jika skala tumpahan sudah Tier 3 atau bencana nasional, alat yang ada kemungkinan tak memadai. Yodi mengatakan, Jepang melalui PAJ berkomitmen membantu alat dan tenaga jika dibutuhkan.

Managing Director PAJ Uichiro Yoshimura menambahkan, PAJ menempatkan alat penanggulangan tumpahan minyak di sepanjang jalur pelayaran tanker minyak dari Timur Tengah menuju Jepang. Sebanyak 80 persen minyak di Jepang adalah impor dari Timur Tengah, dan jalur pengangkutannya melalui Selat Malaka dan Selat Makassar.

0fc8a8ffeed9449a985b0a620dc26e9cKOMPAS/JOHANES GALUH BIMANTARA–Tim penanganan tumpahan minyak mengoperasikan oil boom berupa karet sepanjang 200 meter dalam simulasi penanganan tumpahan minyak di lepas pantai Jakarta, Rabu (24/2). Simulasi merupakan kerja sama Pertamina, Oil Spill Combat Team Indonesia, dan Petroleum Association of Japan.

Alat itu berupa oil boom dan oil skimmer (alat penyedot tumpahan minyak). Pihak PAJ menempatkannya di lima lokasi di jalur transportasi minyak, yakni Al-Khafji (Arab Saudi), Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), Singapura, Port Klang (Malaysia), dan Jakarta (Indonesia).

Menurut Yoshimura, pemerintah dan perusahaan negara-negara itu bisa meminjam alat-alat PAJ. Itu bentuk tanggung jawab 14 perusahaan anggota PAJ pada operasinya. Bahkan, Pemerintah Jepang memberi dana pemeliharaan alat.

Namun, peminjam harus tahu dulu cara pakai alat sehingga butuh pelatihan bersama. Pada pelatihan di lepas pantai Jakarta, kemarin, peserta berlatih mengulur, memompa, dan meneruskan oil boom ke laut serta mengoperasikan oil skimmer. (JOG)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 25 Februari 2016, di halaman 14 dengan judul “Jepang Berkomitmen Membantu”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Belajar dari Sejarah Indonesia

Pelajaran sejarah Indonesia memang sangat menentukan dalam proses pendidikan secara keseluruhan. Dari sejarah Indonesia, siswa ...

%d blogger menyukai ini: