Tumpahan Minyak; Jepang Berkomitmen Membantu

- Editor

Kamis, 25 Februari 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah perlu mengantisipasi potensi bencana akibat kebocoran minyak, seperti yang terjadi di Teluk Meksiko yang berdampak ke Amerika Serikat pada 2010. Untuk itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerja sama dengan Jepang dalam penanganan tumpahan minyak jika butuh sumber daya tambahan.

“Jika bukan sekadar tumpahan minyak, tetapi sudah bencana, kemungkinan butuh lebih banyak alat,” tutur Operations Manager Oil Spill Combat Team (OSCT) Indonesia Yodi Satya saat memimpin pelatihan penanganan tumpahan minyak di lepas pantai Jakarta, Rabu (24/2). Pelatihan merupakan kerja sama PT Pertamina, OSCT Indonesia, dan Asosiasi Perusahaan Minyak Jepang (PAJ). OSCT Indonesia menjadi mitra Pertamina untuk menangani tumpahan minyak.

Yodi yakin sumber daya di Indonesia, termasuk alat penanggulangan, tiap perusahaan minyak, bisa menangani jika tumpahan skala Tier 1 (tumpahan minyak di area operasi perusahaan) dan Tier 2 (tumpahan melebar ke daerah sekitar tempat operasi). OSCT Indonesia, misalnya, punya alat pemagaran tumpahan minyak (oil boom) di lima lokasi di laut, masing-masing sepanjang 200 meter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, jika skala tumpahan sudah Tier 3 atau bencana nasional, alat yang ada kemungkinan tak memadai. Yodi mengatakan, Jepang melalui PAJ berkomitmen membantu alat dan tenaga jika dibutuhkan.

Managing Director PAJ Uichiro Yoshimura menambahkan, PAJ menempatkan alat penanggulangan tumpahan minyak di sepanjang jalur pelayaran tanker minyak dari Timur Tengah menuju Jepang. Sebanyak 80 persen minyak di Jepang adalah impor dari Timur Tengah, dan jalur pengangkutannya melalui Selat Malaka dan Selat Makassar.

0fc8a8ffeed9449a985b0a620dc26e9cKOMPAS/JOHANES GALUH BIMANTARA–Tim penanganan tumpahan minyak mengoperasikan oil boom berupa karet sepanjang 200 meter dalam simulasi penanganan tumpahan minyak di lepas pantai Jakarta, Rabu (24/2). Simulasi merupakan kerja sama Pertamina, Oil Spill Combat Team Indonesia, dan Petroleum Association of Japan.

Alat itu berupa oil boom dan oil skimmer (alat penyedot tumpahan minyak). Pihak PAJ menempatkannya di lima lokasi di jalur transportasi minyak, yakni Al-Khafji (Arab Saudi), Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), Singapura, Port Klang (Malaysia), dan Jakarta (Indonesia).

Menurut Yoshimura, pemerintah dan perusahaan negara-negara itu bisa meminjam alat-alat PAJ. Itu bentuk tanggung jawab 14 perusahaan anggota PAJ pada operasinya. Bahkan, Pemerintah Jepang memberi dana pemeliharaan alat.

Namun, peminjam harus tahu dulu cara pakai alat sehingga butuh pelatihan bersama. Pada pelatihan di lepas pantai Jakarta, kemarin, peserta berlatih mengulur, memompa, dan meneruskan oil boom ke laut serta mengoperasikan oil skimmer. (JOG)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 25 Februari 2016, di halaman 14 dengan judul “Jepang Berkomitmen Membantu”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 38 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB