Home / Berita / Tiga Lembaga Riset Terima Penghargaan PUI 2013

Tiga Lembaga Riset Terima Penghargaan PUI 2013

Tiga pusat penelitian dianugerahi penghargaan Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2013 oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Ketiganya antara lain Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Pusat Kajian Hortikultura Tropika Institut Pertanian Bogor, dan Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor.

Pusat-pusat penelitian itu dinilai memiliki riset yang kuat dan menghasilkan produk dengan kualitas bagus. Ketiganya juga sukses mengungguli 14 lembaga riset lainnya dari enam koridor penelitian yang ditetapkan di Indonesia.

Penghargaan Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2013 diberikan langsung oleh Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Kantor Kementerian Riset dan Teknologi, Selasa, 17 Desember 2013.

Menteri Gusti mengatakan lembaga penelitian bisa menjadi pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan keunggulan akademis dan ekonomi. Keunggulan akademis berkaitan dengan penerbitan karya ilmiah, paten, dan pelatihan. Sementara keunggulan ekonomi berkaitan dengan hasil produk yang dihasilkan.

“Kementerian selalu mendorong lembaga penelitian untuk menjadi pusat unggulan iptek karena ini bisa meningkatkan daya saing dan penguasaan teknologi di Indonesia,” kata dia.

Gusti mengatakan daya saing teknologi Indonesia saat ini berada di peringkat 38 di antara 144 negara. Peringkat inovasi Indonesia ada di posisi 33, namun tingkat kesiapan teknologinya hanya menduduki peringkat 75 di antara 144 negara. “Artinya, apa yang sudah kita hasilkan belum bisa diproduksi massal. Di sini kita perlu mempercepat penguasaan teknologi,” kata dia.

Kementerian, menurut Gusti, mendukung lembaga penelitian untuk menjadi pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Dengan diresmikan dari pusat unggulan, sudah banyak yang mengajak kerja sama untuk penelitian,” ujarnya.

Direktur Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Teguh Wahyudi mengatakan penghargaan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan badan riset itu. Tahun lalu, lembaga ini juga mendapat penghargaan serupa.

“Lembaga ini tergolong tua, berdiri sejak 1911 dan kami sudah buktikan bisa melakukan riset dengan produk yang bagus,” kata Teguh usai acara pemberian penghargaan.

Teguh mengatakan hasil riset kopi dan kakao sudah dipakai oleh para petani di seluruh Indonesia. Kini, mereka tengah mengembangkan riset untuk kakao selain sebagai bahan makanan.

“Selama ini orang tahunya kakao itu untuk cake dan chocolate. Padahal kakao bisa untuk perawatan, pengobatan, dan pemulihan,” kata Teguh. Kakao juga bisa dipakai untuk perawatan kulit di klinik dan spa. “Kami sedang kembangkan untuk pengobatan disentri dan flu burung.”.

GABRIEL TITIYOGA

Sumber: Tempo.co, Selasa, 17 Desember 2013 | 17:48 WIB

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: