Standar Tempe Indonesia Diadopsi Dunia

- Editor

Jumat, 13 Februari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Standar mutu dan proses pembuatan tempe, yang diajukan Badan Standardisasi Nasional kepada badan internasional standardisasi pangan Codex Alimentarius Commission, diakui sebagai standar di Asia. Untuk itu, standar tersebut akan disosialisasikan kepada para perajin tempe.


Hal itu disampaikan Kepala Badan Standardisasi Nasional Bambang Prasetyo, Rabu (11/2), di Jakarta, terkait Konferensi Dunia yang akan digelar di Yogyakarta, 15-17 Februari 2015.

Standar internasional tempe meliputi standar mutu kandungan zatnya, cara pengujian laboratorium, pengambilan sampelnya, dan standar proses dengan tingkat higienis memadai. ”Di Indonesia, tempe punya standar, yakni SNI 3144 yang diterbitkan pada 2009,” kata Deputi Bidang Penelitian dan Kerja Sama Standardisasi BSN Kukuh S Achmad.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, dengan adanya standar internasional itu, perlu peninjauan ulang SNI demi penyempurnaan. Selain melaksanakan sosialisasi standar tempe, BSN akan membina usaha kecil-menengah atau perajin tempe tentang proses higienis sesuai standar. ”Dalam proses pembuatan ditetapkan antara lain penggunaan wadah terbuat dari baja tahan karat untuk mencegah kontaminasi,” ucap Bambang.

Persyaratan standar yang berlaku bermanfaat bagi UKM, di antaranya proses fermentasi lebih cepat dan murah karena Indonesia beriklim tropis. Jika kedelai difermentasi dengan kapang Rhizopus sp jadi tempe, asam amino dalam kedelai lebih mudah dicerna. Kapang ini mudah dikembangbiakkan. Di masa depan, kapang akan berstandar, diperjualbelikan, dan diekspor.

Kini, pengakuan atas standar tempe terbatas di Asia, karena banyak warga menjual dan mengonsumsi produk fermentasi kedelai itu. Nantinya, pemasaran tempe bisa berkembang hingga ke Eropa dan Amerika Serikat, dengan beragam olahan. (YUN)

Sumber: Kompas, 15 Februari 2015

Posted from WordPress for Android

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 14 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB