Setelah 15 Tahun, Musang Sulawesi Kembali Terlihat

- Editor

Selasa, 3 April 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengelola Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone berhasil menemukan musang sulawesi atau Macrogalidia musschenbroekii. Keberadaan satwa langka endemik Sulawesi itu selama ini menjadi misteri sejak terakhir terlihat 15 tahun lalu.

Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) Lukita Awang di Manado, Sulawesi Utara, Senin (2/4/2018), mengatakan, musang sulawesi itu ditemukan tim patroli bersama Resor Dumoga Timur–Lolayan Doloduo Balai TNBNW dan tim Wildlife Conservation Society (WCS) sepanjang Maret lalu.

Tim patroli menemukan hewan itu dalam kondisi terjerat. Menurut Lukita, satwa itu selama bertahun-tahun menjadi misteri karena keberadaannya hampir tidak pernah ditemukan lagi sejak terakhir terdokumentasikan pada tahun 2003.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Musang sulawesi merupakan salah satu dari tiga jenis musang endemik Sulawesi. Musang sulawesi merupakan hewan yang bersifat nokturnal, soliter, serta satwa karnivora terbesar di Sulawesi. Panjang badan satwa itu dapat mencapai 50-60 sentimeter.

EARTH.COM–Musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii)

John Tasirin dari WCS mengatakan, penemuan musang sulawesi itu cukup mengejutkan disebabkan satwa ini sulit ditemukan. Penemuan ini, membuktikan satwa tersebut masih ada di alam dan belum punah. Meski begitu, ancaman terhadap keberadaannya masih sangat tinggi.

Selanjutnya, Lukita mengatakan, keberhasilan menjumpai kembali musang sulawesi di kawasan TNBNW tidak lepas dari adanya perubahan pengelolaan kawasan. Hal itu adalah manajemen kelola kawasan berbasis tapak (Resort Based Management), yaitu membangun sistem patroli dan penjagaan kawasan bersama masyarakat desa-desa di sekitar kawasan.

Temuan musang sulawesi ini menjadi awal untuk riset lanjutan yang sangat mungkin mengarah pada temuan spesies flora dan fauna baru di kawasan TNBNW.

Sejak dua tahun terakhir, menurut Lukita, TNBNW menyempurnakan teknik pemantauan satwa dengan menggunakan kamera jebakan (camera trap). Sebelum penemuan langsung musang sulawesi, pihak TNBNW telah merekam keberadaan satwa tersebut melalui sembilan kamera jebakan yang dipasang di 9 lokasi berbeda.

“Tahun ini kami berencana menambah kamera jebakan sebanyak 80 buah dari program Enhancing the Protected Area System in Sulawesi Project for Biodiversity Conservation (EPASS Project) untuk dipasang di kawasan TNBNW,” kata Lukita.–RIZAL JEAN LAYUK

Sumber: Kompas, 3 April 2018

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 50 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB