Sekitar 4.500 Sopir Bergabung di Go-Box

- Editor

Senin, 28 Desember 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar 4.500 sopir atau pengemudi telah bergabung dengan Go-Box, salah satu fitur layanan perusahaan aplikasi untuk transportasi Go-Jek. Fitur ini diluncurkan pada Oktober 2015. Para sopir itu berlokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Saat ini, satu orang sopir bisa mendapat pemesanan untuk mengantar barang 2-3 kali per hari.

Rata-rata pelanggan jasa mereka adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, seperti pengusaha katering. Memasuki Natal dan Tahun Baru, Go-Box menyelenggarakan kampanye bertajuk #GIFTBOX. Social Media and Public Relations Manager Go-Box Manda Nadira Putri yang dihubungi akhir pekan lalu di Jakarta menyampaikan, kampanye ini merupakan program kepedulian sosial. “Kami mengajak pelanggan dan pengguna aplikasi Go-Box mendonasikan buku dan baju layak pakai. Kampanye ini berlangsung 20 Desember 2015-4 Januari 2016,” ujarnya. Kendaraan Go-Box akan mendatangi rumah atau tempat tinggal donatur lalu mengangkut dan mengirimkannya secara gratis. (MED)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 28 Desember 2015, di halaman 20 dengan judul “Sekitar 4.500 Sopir Bergabung di Go-Box”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi terkait

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern
Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia
Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara
Menjadi Ilmuwan Politik di Era Digital. Lebih dari Sekadar Hafalan Tata Negara
Saksi Bisu di Balik Lensa. Otopsi Bioteknologi Purba dalam Perburuan Minyak Bumi
Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Berita ini 13 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:37 WIB

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi

Minggu, 19 April 2026 - 08:06 WIB

Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?

Sabtu, 18 April 2026 - 20:45 WIB

Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern

Sabtu, 11 April 2026 - 18:47 WIB

Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia

Sabtu, 11 April 2026 - 17:49 WIB

Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara

Berita Terbaru