Satu Spesies Ulat Bulu yang Dibedah LIPI Belum Ketahuan Genusnya

- Editor

Minggu, 8 Mei 2011

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sudah menerima sampel ulat bulu dari Jember dan Yogyakarta. Ada tiga spesies yang diterima oleh LIPI yaitu lymantria marginalis, arctonis species (belum tahu genusnya), dan cyana veronata.

”Spesies ulat bulu sementara ada tiga jenis yang kami terima,” tutur Peneliti Serangga LIPI, Rosichon Ubaidillah saat dihubungi Republika, Rabu (14/4). Salah satu species yang diterima belum diketahui genusnya karena harus melalui serangkaian pembedahan.

Rosichon mengatakan bahwa ulet bulu dalam spesies lymantridae sudah ada di Indonesia.”Namun dahulu tidak begitu meledak,” tutur dia. Dan spesies lymantride ini memang senang makan kelompok mangga. Sehingga tidak heran jika ulat bulu ini menyerang Probolinggo yang banyak menanam pohon mangga.Ketersediaan hostplan (sumber pangan) juga sangat menentukan keadaan populasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu populasi ulat bulu ini sangat dikendalikan oleh biotik dan abiotik.”Faktor biotik ini yang menentukan naik turunnya populasi,” jelas Rosichon. Di antaranya mencakup parasitoid dan predator.

Parasitoit adalah serangga yang sebelum tahap dewasa berkembang pada atau di dalam tubuh inang (biasanya serangga juga). Sedangkan predator mencakup mamalia seperti burung dan juga serangga lainnya.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara
Sumber: Republika, Wednesday, 13 April 2011 13:48 WIB

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 24 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB