Sarjana Terapan Cepat Dapat Kerja, 15 Prodi D3 UGM Ditutup dan Dialihkan Jadi D4

- Editor

Selasa, 8 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) telah menutup sebanyak 15 porgram studi Diploma Tiga atau D3 yang dialihkan menjadi program studi Sarjana Terapan atau Diploma Empat (D4). Penutupan tersebut sebagai bagian dari upaya SV UGM sejak 2019 untuk membuka program studi Sarjana Terapan yang hingga tahun ini terdapat 21 prodi Sarjana Terapan sudah terakreditasi.

Pembukaan prodi sarjana terapan ini diharapkan nantinya SV UGM memiliki keunggulan pada bidang ilmu terapan, kompeten dan memiliki keterampilan yang siap kerja. “Pada 2022, Sekolah Vokasi UGM sudah memproses penutupan prodi Diploma Tiga. Sebanyak 15 prodi telah ditutup dan telah disahkan oleh Senat Akademik,” ujar Dekan Sekolah Vokasi SV UGM Agus Maryono dikutip dari laman resmi UGM pada Senin, 31 Oktober 2022.

Saat ini terdapat 11 mahasiswa yang masih aktif di D3. Sedangkan jumlah mahasiswa aktif sarjana terapan atau diploma empat berjumlah 5.231 mahasiswa. Agus Maryono menyebutkan sudah ada 21 prodi di SV UGM yang sudah memiliki akreditasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi lulusan sarjana terapan, hasil tracer study yang dilakukan oleh Sekolah Vokasi UGM selama tiga tahun terakhir menunjukkan semakin banyak alumni yang berwirausaha dan bekerja seiring dengan pembentukan prodi D4 dan penutupan prodi D3. “Jumlah alumni yang melanjutkan studi juga berangsur menurun,” katanya.

Agus menyebutkan pada 2022 ini, jumlah alumni yang mencari kerja hanya tersisa 8,15 persen. Adapun masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan pertama bagi lulusan SV UGM juga berangsur menurun. “Rata-rata masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan hanya 4 bulan,” katanya.

Berdasarkan hasil tracer study ini, kata Agus Maryono, alumni SV UGM semakin cepat terserap di dunia kerja meskipun rata-rata mendapatkan kerja masih dalam waktu empat bulan. Namun, masa tunggu lulusan didominasi pada satu bulan pertama sudah mendapatkan pekerjaan.

Rektor Universitas Gadjah Mada Ova Emilia mengatakan lulusan Sekolah Vokasi UGM diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang profesional dalam mendukung pembangunan bangsa. Menurut Rektor, era globalisasi dengan kemajuan teknologi telah membuka peluang kerja baru, namun juga meningkatkan persaingan kerja lebih kompetitif dengan kualifikasi sdm dan dengan daya saing yang tinggi.

Menurutnya, bangsa Indonesia akan menghadapi tantangan adanya bonus demografi pada tahun 2030-2040 sehingga jumlah sumber daya manusia yang didominasi usia produktif tersebut harus dikelola oleh negara untuk disiapkan mampu bekerja dan berwirausaha.

”Sekolah Vokasi sangat berperan besar. UGM sendiri berkomitmen untuk menyiapkan SDM berkualitas serta memiliki strategi yang optimal untuk menyiapkan lulusan yang unggul dan terampil dalam bidangnya dengan nilai tawar yang tinggi di tingkat persaingan global,” katanya.

Reporter Tempo.co

Editor Devy Ernis

Sumber: Tempo.co, Senin, 31 Oktober 2022

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 98 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB