Home / Berita / Masuk Politeknik Negeri Bisa melalui Jalur SBMPN dan SBMPTN

Masuk Politeknik Negeri Bisa melalui Jalur SBMPN dan SBMPTN

Siswa yang ingin kuliah di politeknik negeri dapat mengikuti seleksi melalui jalur SBMPN dan SBMPTN. Untuk SBMPTN, hanya diikuti delapan politeknik dan seleksi melalui ujian tertulis berbasis komputer.

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN—Para peserta mengikuti ujian tulis berbasis komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 gelombang I di SMKS Yapan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/4/2019).

Mulai tahun 2020, seleksi masuk politeknik negeri atau perguruan tinggi negeri vokasi dapat melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri atau SBMPN dan jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN. Namun, untuk SBMPTN hanya diikuti delapan politeknik negeri.

Pendaftaran jalur SBMPN yang diikuti 42 politeknik negeri dimulai pada 19 Mei 2020 hingga 25 Juni 2020 dan pengumuman dijadwalkan pada 4 Juli 2020. Karena pandemi Covid-19, seleksi masuk politeknik melalui jalur SBMPN yang semula dilaksanakan melalui skema ujian, tahun ini dilaksanakan melalui seleksi portofolio, yaitu berdasarkan prestasi akademik siswa.

Untuk jalur SBMPTN, proses seleksi melalui ujian tertulis berbasis komputer (UTBK) yang akan dilakukan pada 5-12 Juli 2020, bersamaan dengan pendaftaran untuk masuk perguruan tinggi negeri nonpoliteknik. Pendaftaran UTBK dan SBMPTN dilakukan bersamaan pada 2-20 Juni 2020 dan pengumuman SBMPTN akan dilakukan pada 25 Juli 2020.

”Jika pendaftar (jalur SBMPTN) memilih program studi pertama dari politeknik, program studi kedua pun harus di politeknik, tidak bisa lintas jenis perguruan tinggi negeri (nonpoliteknik),” kata Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dalam sosialisasi UTBK dan SBMPTN secara daring, Rabu (20/5/2020), di Jakarta.

Budi mengatakan, untuk sementara jadwal UTBK dan SBMPTN tetap sama. Pendaftaran bisa dilakukan secara daring, semantara tes UTBK akan dilaksanakan di 74 pusat UTBK di seluruh wilayah Indonesia, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Dengan pertimbangan pandemi Covid-19 pula, tes UTBK tahun 2020 ini hanya berupa tes potensi skolastik (TPS), tidak ada tes potensi akademik. TPS untuk mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi. Kemampuan ini meliputi kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.

”Untuk pelaksanaan tes, akan dilihat perkembangan per wilayah. Dari 74 daerah (pusat UTBK), misalnya masih ada empat daerah yang masih zona merah, ini ditinggalkan dulu, tes dilaksanakan di 70 wilayah yang lainnya. Tetapi kalau di hari H (pelaksanaan tes) ternyata belum diizinkan (pemerintah karena kasus Covid-19 masih tinggi), nanti akan kami umumkan kapan tes bisa dilaksanakan,” kata Budi.

Minat dan bakat
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wikan Sukarinto mengatakan, para siswa yang mendaftar SBMPN hendaknya memilih bidang vokasi sesuai minat dan bakat. Hal ini akan menentukan keberhasilan siswa kelak.

”Cobalah dalami passion-nya. Jika lebih senang analitikal, masuk ke S-1, namun kalau karakternya menyukai penerapan ilmu, pilihlah vokasi. Masuk ke sana (perguruan tinggi) mau jadi apa, kemudian pikirkan apakah pilihan pekerjaan itu akan membahagiakan calon mahasiswa tersebut, jika pertanyaan ini bisa dijawab, maka passion-nya sudah tepat,” kata Wikan saat membuka SBMPN secara daring, Selasa (19/5/20).

KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR—Politeknik Manufaktur Astra

Prodi yang ditawarkan di SBMPN meliputi prodi sarjana terapan (D-4) dan prodi D-3. Untuk sarjana terapan, yang selevel S-1, menerapkan komposisi pembelajaran minimal 60 persen praktik dan 40 persen teori, sama halnya dengan prodi D-3. Lulusan politeknik disiapkan untuk terjun ke dunia kerja. Namun jika ingin melanjutkan studi, bisa ke magister (S-) terapan yang sudah mulai banyak dibuka di Indonesia dan setelah itu bisa melanjutkan ke jenjang doktoral (S-3) terapan.

Baik SBMPN maupun SBMPTN bisa diikuti oleh siswa lulusan tahun 2018, 2019, dan 2020 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat serta lulusan Paket C tahun 2018, 2019, dan 2020. Biaya pendaftaran Rp 150.000 dan gratis bagi peserta program Kartu Indonesia Pintar (KIP)-Kuliah.

Oleh YOVITA ARIKA

Editor: ILHAM KHOIRI

Sumber: Kompas, 20 Mei 2020

Share
x

Check Also

Instrumen Nilai Ekonomi Karbon Diatur Spesifik

Pemerintah sedang menyusun peraturan presiden terkait instrumen nilai ekonomi karbon dalam. Ini akan mengatur hal-hal ...

%d blogger menyukai ini: