Rektor Stanford University Mundur karena Penelitian Ilmiahnya Dinilai Kurang

- Editor

Kamis, 10 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Stanford University, salah satu sekolah paling bergengsi di AS, Rabu, 19 Juli 2023, mengumumkan rencana untuk mengundurkan diri dari jabatannya setelah tinjauan independen yang diperintahkan oleh dewan pengawasnya menemukan kekurangan dalam penelitiannya sebagai ahli saraf.

Marc Tessier-Lavigne mengatakan dalam sebuah surat kepada komunitas universitas bahwa dia akan mengundurkan diri efektif 31 Agustus sebagai rektor Stanford, berlokasi di Palo Alto, California, tetapi akan tetap di fakultas.

Mengatakan bahwa tinjauan tersebut menemukan area di mana dia seharusnya “berhasil lebih baik” dan bahwa dia menerima kesimpulan tersebut, Tessier-Lavigne menulis bahwa dia mengundurkan diri karena dia mengharapkan diskusi berkelanjutan tentang pekerjaannya yang dapat “menyebabkan perdebatan tentang kemampuan saya untuk memimpin Universitas ke tahun ajaran baru.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peninjauan karya Tessier-Lavigne sebelumnya diluncurkan pada Desember setelah tuduhan penipuan penelitian ilmiah pada makalah yang dia tulis bersama muncul di PubPeer, sebuah platform yang bersumber dari banyak orang di mana para ilmuwan dapat menyampaikan kekhawatiran tentang studi akademik.

Tinjauan tersebut, yang diterbitkan Rabu, membebaskan Tessier-Lavigne dari tuduhan paling serius yang dilontarkan kepadanya – terlibat dalam penipuan ilmiah. Tuduhan tersebut terkait dengan penelitian penyakit Alzheimer yang dilakukan saat Tessier-Lavigne menjabat sebagai wakil presiden eksekutif penelitian penemuan obat di perusahaan bioteknologi AS, Genentech Inc.

Tetapi tinjauan dari 12 makalah penelitian ilmiah yang berumur lebih dari dua dekade menemukan bahwa ketika kekhawatiran tentang penelitian tersebut diangkat, “Tessier-Lavigne gagal untuk secara tegas dan terus terang memperbaiki kesalahan dalam catatan ilmiah.”

Sebagai hasil dari peninjauan tersebut, Tessier-Lavigne mengatakan dia akan mencabut tiga makalah dan mengoreksi dua makalah lainnya.

Dalam suratnya, Tessier-Lavigne mengatakan akan mengundurkan diri meski dalam review karyanya tidak ditemukan adanya kecurangan atau pemalsuan data di pihaknya. Tessier-Lavigne akan tetap menjadi profesor biologi dan terus melakukan penelitian tentang perkembangan otak dan degenerasi saraf.

Dewan pengawas menunjuk Richard Saller, seorang profesor di Departemen Klasik Stanford, sebagai rektor sementara mulai 1 September.

REUTERS

Editor: Ida Rosdalina

Sumber: Tempo.co, Kamis, 20 Juli 2023

Informasi terkait

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan
Biomedis atau Teknik Biomedis?
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Berita ini 52 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:32 WIB

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Jumat, 18 September 2026 - 06:33 WIB

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:40 WIB

Memahami Manusia dari Dua Jalan

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Berita Terbaru

Artikel

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:10 WIB

Artikel

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:32 WIB