Rakyat Kian Terlibat

- Editor

Senin, 5 Januari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Media Sosial Potensial Memperkuat Demokrasi
Laman petisi dalam jaringan internet memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk semakin terlibat dalam menentukan arah kebijakan strategis. Dalam demokrasi yang terbuka, media sosial berpotensi menjadi sarana efektif untuk menggalang gerakan rakyat dalam mengontrol penguasa.


Direktur Kampanye Change.org Arief Aziz dalam acara Rekap Petisi Change.org, di Jakarta, pekan lalu, mengungkapkan, keberadaan petisi di internet memungkinkan masyarakat menyampaikan keluhan dan memastikannya didengar para pembuat kebijakan. Dengan demikian, masyarakat memiliki akses untuk memberikan masukan kepada pemerintah. Tingkat partisipasi masyarakat dalam kehidupan bernegara menjadi meningkat.

Change.org merupakan salah satu laman yang khusus memuat petisi dari Indonesia, bahkan dunia. Para pembuat petisi berasal dari beragam latar belakang. Pada 2014, jumlah penanda tangan petisi di situs itu mencapai 900.000 orang. Seperempat dari jumlah tersebut berhasil dengan petisinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satunya petisi yang diusung Abdul Manan, penduduk desa di Riau, agar Presiden Joko Widodo beserta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar mendatangi wilayah tersebut untuk melihat asap akibat kebakaran hutan. Ada juga petisi yang sukses meminta pembebasan tenaga kerja Indonesia, Wilfrida Soik, yang menjadi korban perdagangan manusia dan membunuh majikannya di Malaysia untuk membela diri karena dianiaya.

”Salah satu faktor penting dalam keberhasilan petisi adalah tanggapan dari pembuat kebijakan,” kata Arief.

Kekuatan besar
Menurut pengajar Sosiologi Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Arie Sudjito, dalam lima tahun terakhir, demokrasi di Indonesia cenderung digerakkan melalui media sosial. Masyarakat memahami, satu klik pada laman internet bisa mengubah keadaan. Demokrasi digital patut diperhitungkan.

”Kekuatan politik dan strategis tidak lagi didominasi partai politik atau lembaga tertentu. Rakyat juga memiliki suara dan hak dalam menentukan keberlangsungan isu,” katanya.

Peneliti komunikasi dari Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio, berpendapat, keberadaan petisi saja tidak akan maksimal tanpa didukung gerakan yang menyebarkan pesan tersebut kepada masyarakat luas. ”Penting dilakukan pendekatan langsung ke akar rumput. Sebab, masyarakat bawah yang merasakan dampak langsung suatu kebijakan,” katanya. (DNE)

Sumber: Kompas, 5 Januari 2014

Informasi terkait

Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI
Ketika Alam Tak Lagi Pasti
Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Berita ini 12 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:30 WIB

Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Berita Terbaru

Artikel

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Berita

Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:43 WIB

Artikel

Ketika Alam Tak Lagi Pasti

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:16 WIB

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB