Prestasi Mahasiswa Perlu Dijembatani dengan Industri

- Editor

Selasa, 11 April 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Robot-robot karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, memenangi kontes robot internasional di Trinity College, Amerika Serikat, 1-2 April. Pihak universitas akan menjembatani prestasi itu dengan dunia industri agar inovasi tersebut bisa dikembangkan dan dimanfaatkan secara luas untuk kepentingan umum.

“Selama ini banyak temuan mahasiswa sangat berkualitas dan bisa dikembangkan agar bisa dimanfaatkan masyarakat. Hanya saja, banyak di antara temuan itu akhirnya hanya jadi juara lomba dan tak dikenalkan kepada pengusaha atau masyarakat umum. Itu sebabnya, temuan itu akhirnya tak bisa dikembangkan,” tutur Rektor UMM Fauzan, Senin (10/4), di Kota Malang.

Ia mengatakan, UMM menyiapkan festival riset mahasiswa dan dosen pada Agustus mendatang. Festival itu akan dikoneksikan dengan pertemuan pengusaha dalam kegiatan entrepreneurship summit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam kegiatan itu, hasil riset mahasiswa dan dosen tersebut akan ditunjukkan kepada pengusaha. Jembatan yang dibangun kampus inilah yang bisa menentukan, apakah riset-riset terbaik itu bisa berlanjut dengan dukungan pihak luar (pengusaha atau pemerintah) atau hanya berhenti sebagai kebanggaan kampus semata,” kata Fauzan.

Robot tercepat
Robot-robot karya mahasiswa UMM itu, InaMu dan Unmu, memenangi kontes robot pemadam api di Trinity College. Kedua robot itu hasil karya mahasiswa Fakultas Teknik UMM: Imam Fathoni, Ikhlal Aldhi Wijaya, dan Salis Muchtar Fadhillah.

Kedua robot itu menjadi juara I dan II karena memiliki keunggulan dalam kecepatan dan ketepatan. Kedua robot itu dilengkapi 10 sensor, yaitu 8 sensor ultrasonik dan 2 sensor inframerah. “Dalam waktu 20 detik, kami berhasil memadamkan api dengan waktu 11,9 detik,” ujar Imam Fathoni. Tim UMM mengalahkan kontestan asal Kanada, China, Israel, Portugal, Uni Emirat Arab, dan AS. (DIA)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 11 April 2017, di halaman 14 dengan judul “Prestasi Mahasiswa Perlu Dijembatani dengan Industri”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern
Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia
Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara
Menjadi Ilmuwan Politik di Era Digital. Lebih dari Sekadar Hafalan Tata Negara
Saksi Bisu di Balik Lensa. Otopsi Bioteknologi Purba dalam Perburuan Minyak Bumi
Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Berita ini 18 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:37 WIB

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi

Minggu, 19 April 2026 - 08:06 WIB

Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?

Sabtu, 18 April 2026 - 20:45 WIB

Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern

Sabtu, 11 April 2026 - 18:47 WIB

Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia

Sabtu, 11 April 2026 - 17:49 WIB

Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara

Berita Terbaru