Penjinak Api yang Mengharumkan Bangsa

- Editor

Minggu, 10 April 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerja keras setengah tahun di laboratorium terbayar lunas. Merah Putih berkibar di Amerika Serikat. Kita enggak kalah dari negara lain,” kata Faizal Aminuddin Aziz (22), satu dari tiga mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, yang baru saja menjuarai kontes robot internasional.

Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jumat (8/4) siang, begitu terik. Hampir satu jam berlalu, puluhan mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, masih bertahan menunggu di depan ruang kedatangan VIP. Begitu tiga pemuda dengan piala di tangan keluar, puluhan rekannya langsung histeris menyambut.

Para pemuda itu adalah mahasiswa yang tergabung dalam tim Robotik Fakultas Teknologi Industri Unissula Semarang. Selain Faizal Aminuddin Aziz, ada dua mahasiswa lain, La Ode Muhamad Idris (21) dan Ahmad Zuhry (21). Tim ini berhasil jadi juara umum Trinity College International Fire Fighting Home Robot Contest yang diselenggarakan 2-3 April di Oosting Gymnasium Trinity College Ferris Athletic Center, Hartford, AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim robotik Unissula menyabet gelar juara setelah memborong juara di berbagai kelas. Pada kelas robot pemadam api beroda, mereka berhasil menjadi juara I dan II pada kategori senior. Mereka juga menjadi juara I dan II pada kelas robot pemadam api berkaki. Bahkan, robot rakitan mereka meraih penghargaan grand performance atau robot dengan performa terbaik serta nilai tertinggi pada dua jenjang terakhir.

131Tim ini bersaing dengan sedikitnya 80 kontestan lain dari beberapa negara, seperti Tiongkok dan Israel, serta sejumlah negara bagian di AS. Lomba dibagi dalam empat kategori, yaitu siswa tingkat dasar, tingkat SMA, kategori senior (mahasiswa dan umum), dan walking category, khusus untuk kategori robot pemadam api berkaki.

Dalam ajang ini, Indonesia mengirimkan dua wakil. Keduanya juara nasional pada Kontes Robot Pemadam Api Indonesia 2015, yakni Unissula sebagai juara untuk kategori beroda dan Universitas Sriwijaya, Palembang, untuk kategori robot berkaki.

Setelah dipastikan mewakili Indonesia, menurut La Ode Muhamad Idris, timnya praktis hanya punya waktu enam bulan untuk proses persiapan lomba.Selama itu pula, ketiganya, selepas kuliah, menghabiskan waktu di laboratorium Fakultas Teknologi Industri.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi tertarik mengembangkan teknologi robot karya para mahasiswa tersebut. Teknologi itu menurut rencana akan diuji coba di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang.

Bustanul Arifin, dosen pembimbing tim robotik Unissula, yang mendampingi tim ke AS bersama Dekan Fakultas Teknologi Arttini dan Wakil Rektor III Sarjuni, sangat bersyukur bisa menjadi juara umum di negara yang selama ini menjadi kiblat kemajuan teknologi dunia. (GRE)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 9 April 2016, di halaman 11 dengan judul “Penjinak Api yang Mengharumkan Bangsa”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 26 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB