Home / Berita / Optimalkan Peluang Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi

Optimalkan Peluang Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi

Pembelajaran jarak jauh bisa dioptimalkan dengan kolaborasi antar perguruan tinggi dalam mengembangkan model pembelajaran yang efektif dan efisien.

KOMPAS/PRIYOMBODO—Suasana lengang di Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (18/3/2020). Untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, Universitas Indonesia mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai efektif hari Rabu, 18 Maret 2020 hingga berakhirnya semester genap tahun ajaran 2019/2020 pada bulan Juni 2020.

Pembelajaran jarak jauh membuka peluang kolaborasi antar dosen maupun antar perguruan tinggi. Jika ini dioptimalkan, maka kegiatan belajar mengajar jarak jauh akan semakin efektif dan efisien.

Hal itu mengemuka dalam diskusi virtual “Peluang dan Tantangan Pendidikan Jarak Jauh Program Studi Ekonomi Syariah”, Rabu (13/5/2020), di Jakarta. Diskusi virtual diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Institut Tazkia, dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia.

Pelaksana Harian Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang Bedjo Santoso mencontohkan, modul-modul mata kuliah bisa dikumpulkan di satu sistem yang terkelola satu pintu, seperti KNEKS. Lalu, KNEKS dapat mendistribusikannya ke perguruan tinggi yang membutuhkan. Begitu juga, dosen bidang ekonomi dan keuangan syariah dapat menyusun modul dan dibagi kepada dosen lainnya.

Dia mengakui, pembatasan sosial menyebabkan praktik pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan metode daring berjalan lebih cepat. Di kampusnya, realisasi PJJ secara penuh telah didesain sebelumnya. Implementasi 100 persen pun diperkirakan baru berjalan sekitar tahun 2023.

Dalam kesempatan sama, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga Zakiyudin Badhawi mengatakan, PJJ daring menantang setiap perguruan tinggi semakin inovatif. Apabila mahasiswa keberatan dengan biaya pulsa telepon seluler, maka perguruan tinggi harus berani menciptakan solusi-solusi belajar yang bisa mengatasi persoalan itu.

KOMPAS/KHAERUL ANWAR—Mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, tidak bisa pulang kampung, karena pandemi covid-19. Mereka tengah menunggu jatah sembako bantuan Pemprov NTB, di Asrama Sekolah Tinggi Theologia Arastama Mataram, di Mataram, Lombok.

Bangun sistem dan konten
Selain berkolaborasi, kampus juga bisa menciptakan sendiri sistem belajar e-learning yang sederhana, tetapi memiliki fungsi maksimal. Kampus dapat berkreasi menyusun kegiatan belajar yang efektif dan efisien bagi mahasiswa.

“Sejauh ini, sebagian besar perguruan tinggi masih terlalu banyak membahas platform apa yang pas untuk PJJ. Dosen sampai melupakan membangun sistem dan konten PJJ yang sebenarnya dibutuhkan mahasiswa,” kata Zakiyudin.

Rektor IAIN Ternate Samlan Hi Ahmad mengungkapkan, PJJ daring sebenarnya sudah lama menjadi bahan mata kuliah di jurusan teknologi pendidikan. Karena sebatas mata kuliah, dosen dan mahasiswa hanya memperbincangkan tanpa mempraktikkannya.

Menurut dia, PJJ menguntungkan kabupaten/kota yang memiliki kondisi geografis kepulauan. Mahasiswa tetap bisa belajar kapanpun dan di mana pun. Kolaborasi antar perguruan tinggi juga semakin menguntungkan mahasiswa karena mereka semakin kaya wawasan. Namun, ini bisa tercapai jika infrastruktur jaringan akses internet merata.

Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Harian KNEKS, Ma’ruf Amin menyampaikan, terlepas dari segala tantangan yang ada, PJJ memberikan keuntungan karena perguruan tinggi satu dengan lainnya bisa saling bersinergi. Dengan teknologi, sinergi itu tidak ada sekat lagi. Mahasiswa tetap bisa mengikuti kuliah sesuai kaidah, riset, dan terus berinovasi, meskipun konten pembelajarannya berasal dari perguruan tinggi berbeda.

“Kita semua harus siap. Para pengajar harus keluar dari gaya mengajar konvensional dengan mengoptimalkan seluruh teknologi. Mahasiswa pun dituntut harus mandiri dengan memanfaatkan segala sumber pengetahuan untuk menunjang PJJ,” tegas dia.

Perguruan tinggi negeri dan swasta bersepakat tidak memundurkan jadwal perkuliahan semester ganjil tahun ajaran baru 2020/2021 sampai tahun depan. Namun, kegiatan akademik tetap mengikuti protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

Oleh MEDIANA

Editor: ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN

Sumber: Kompas, 14 Mei 2020

Share
x

Check Also

Indonesia Dinilai Tidak Memerlukan Pertanian Monokultur

Pertanian monokultur skala besar dinilai ketinggalan zaman dan tidak berkelanjutan. Sistem pangan berbasis usaha tani ...

%d blogger menyukai ini: