Home / Berita / N250 Gatotkaca Jadi Wahana Edukasi dan Motivasi Generasi Penerus

N250 Gatotkaca Jadi Wahana Edukasi dan Motivasi Generasi Penerus

Penyerahan pesawat N250 Prototype Aircraft 01 Gatotkaca kepada Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta, dilakukan untuk menjaga aset negara dan wahana edukasi. Masyarakat bisa menyaksikan pesawat pada September 2020.

KOMPAS/TATANG MULYANA SINAGA–Pesawat N250 karya Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie disimpan di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/9/2019). Habibie wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9) pukul 18.05.

Penyerahan pesawat N250 Prototype Aircraft 01 (PA01) Gatotkaca dari PT Dirgantara Indonesia kepada Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala, Yogyakarta, dilakukan untuk menjaga aset negara. Pesawat yang memiliki nilai historis bagi perkembangan industri dirgantara di Tanah Air itu disimpan di museum sehingga bisa menjadi wahana edukasi dan motivasi bagi para penerus bangsa.

Pesawat rancangan Presiden ke-3 RI BJ Habibie ini tiba di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala, Yogyakarta, Jumat (21/8/2020) pukul 04.30, melalui jalur darat. Pemindahan itu diawali dengan proses pembongkaran pesawat, membuka panel hingga struktur bagian utama seperti sayap dan badan.

Manajer Komunikasi Perusahaan dan Promosi PT Dirgantara Indonesia (DI) Adi Prastowo di Bandung mengatakan, pelaksanaan pembongkaran mengedepankan keamanan personel dan peralatan. Bagian dan struktur pesawat yang dibongkar dilaksanakan dengan detail agar tidak mengalami kerusakan saat dipasang kembali.

Adi menjelaskan, penyerahan N250 Gatotkaca ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala itu dilakukan sebagai upaya menjaga aset negara karena memiliki nilai historis tinggi. ”Gatotkaca merupakan sejarah berdirinya industri dirgantara sehingga masyarakat dapat melihat langsung di museum. Semua ini menjadi ajang edukasi dan motivasi bagi para penerus bangsa,” tuturnya.

Menurut Adi, pesawat N250 PA01 Gatotkaca adalah pesawat pertama yang dicanangkan Habibie dalam tahap pengembangan teknologi. Gatotkaca merupakan pesawat baling-baling (turboprop) dengan teknologi mutakhir pada saat diperkenalkan tahun 1989 di Paris Airshow, Le Bourget, Perancis.

KOMPAS/DUDY SUDIBYO–Kedua test-pilot Gatotkaca, Erwin Danuwinata bersama Sumarwoto, mendampingi Menristek BJ Habibie di muka pesawat N250.

Teknologi mutakhir tersebut antara lain sistem kelistrikan dengan Variable Speed Constant Frequency (VSCF) generator yang biasa dipakai dalam pesawat tempur. Pada saat itu teknologi ini baru diterapkan pada B737-500, pesawat jet buatan Boeing dari Amerika Serikat yang kerap dipergunakan dalam penerbangan di berbagai belahan dunia.

Gatotkaca sendiri merupakan nama yang diberikan Presiden ke-2 RI Soeharto untuk purwarupa pertama N250. Penerbangan pertama dilaksanakan pada 10 Agustus 1995 dengan registrasi PK-XNG. Momentum itu pun ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang diperingati setiap tahun.

Kompas mencatat, penerbangan perdana Gatotkaca berjalan lancar. Dalam Kompas (11/8/1995) disebutkan, penerbangan perdana dilaksanakan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, dengan durasi 56 menit. Presiden Soeharto menyatakan, keberhasilan uji coba penerbangan ini menjadi tonggak bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia karena merancang sendiri pesawat modern.

”Dengan berhasilnya N250 ini, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan kepada luar negeri. Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada IPTN. Mudah-mudahan akan menjadi kebanggaan Indonesia dan juga negara-negara berkembang lainnya yang merasa senasib dengan Indonesia,” tutur Soeharto.

KOMPAS/A SUYATNA–BJ Habibie memberikan penjelasan kepada Presiden Soeharto mengenai pesawat N250.

Koleksi ke-60
Kepala Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala Kolonel (Sus) Dede Nasrudin mengatakan, pesawat N250 Gatotkaca merupakan koleksi pesawat ke-60. Koleksi ini menjadi sangat berarti karena sebagian besar koleksi pesawat yang dipamerkan berasal dari luar negeri dan hanya sedikit pesawat buatan anak bangsa yang menjadi koleksi, salah satunya pesawat Sikumbang.

”Masyarakat berhak tahu bagaimana anak bangsa bisa membuat pesawat yang canggih pada zamannya. Pesawat ini adalah kebanggaan bangsa,” ujarnya.

Dede berujar, masyarakat dapat menyaksikan langsung Gatotkaca pada September 2020. Saat ini, museum masih menutup kunjungan umum sejak 15 Maret 2020. ”Kami sudah siap dengan protokol kesehatan dan tinggal menunggu perizinan dari pihak-pihak terkait. Rata-rata kunjungan bisa mencapai 3.000 orang per hari pada puncak musim,” katanya.

Oleh MACHRADIN WAHYUDI RITONGA, NINO CITRA ANUGRAHANTO

Editor:AUFRIDA WISMI WARASTRI

Sumber: Kompas, 21 Agustus 2020

Share
x

Check Also

Antisipasi Risiko Tsunami di Selatan Jawa

Kajian terbaru menunjukkan potensi tsunami setinggi 20 meter di selatan Jawa. Hal itu menjadi momentum ...

%d blogger menyukai ini: