Home / Berita / Moto G5S Plus, Kualitas Premium, Harga Rp 3 Jutaan

Moto G5S Plus, Kualitas Premium, Harga Rp 3 Jutaan

Ponsel Motorola seri Moto G5S Plus sudah resmi tersedia di toko ritel di Indonesia. Kualitas ponsel premium dengan harga Rp 3,333 juta ini digadang-gadang sebagai keunggulan ponsel ini.

Kualitas premium yang dijanjikan berupa prosesor Qualcomm Snapdragon 625 2.0 GHz, baterai yang didukung pengisi daya (charger) Turbopower, dan fitur moto experience.

”Selain memberikan kemampuan grafis dan dukungan untuk jaringan 4G LTE, prosesor ini bekerja lebih efektif dan efisien sehingga dapat menghemat daya. Dalam satu jam, daya yang terisi bisa mencapai 80 persen,” kata Country Lead of Mobile Business Group Lenovo Indonesia Adrie R Suhadi dalam pertemuan dengan pers di Tangerang Selatan, Jumat (15/12).

Kapasitas baterai Moto G5S Plus mencapai 3.000 miliamperehour (mAh). Dalam 15 menit, pengguna dapat mengisi daya baterai untuk 6 jam karena ponsel ini dilengkapi pengisi daya Turbopower.

Moto G5S Plus juga memiliki fitur moto experience. Fitur ini memungkinkan pengguna dapat langsung membuka aplikasi yang memberikan notifikasi saat layar ponsel terkunci tanpa harus ke bagian menu.

Desainnya bersifat satu tubuh (unibody) serba metal dan berlayar full HD 5,5 inci. Selain itu, ada kamera belakang ganda dan kamera depan pada ponsel ini.

Resolusi kamera belakang ganda mencapai 13 megapiksel. Kamera ini dikombinasikan dengan peranti lunak yang membuat pengguna dapat menyeleksi fokus dan mengatur latar foto.

Sementara kamera depan dilengkapi kilat untuk swafoto dan fitur swafoto panorama yang memampukan lensa menangkap foto lebih lebar. ”Resolusinya mencapai 8 megapiksel,” ujar Adrie.

Berdasarkan fitur-fiturnya, Adrie mengatakan, pihaknya menargetkan pembeli yang paham dengan teknologi. ”Saya yakin mereka tidak akan ragu untuk membelinya karena kami menyajikan kualitas premium dengan harga terjangkau. Biasanya ponsel seperti ini dijual di atas Rp 4 juta,” ujarnya.

Pencapaian 2017
Tingkat kesadaran masyarakat terhadap Motorola pada November 2017 meningkat delapan kali lipat. Marketing Lead of Mobile Business Group Lenovo Indonesia Miranda Vania Warokka menuturkan, pihaknya mengadakan survei pertama kali pada akhir 2016.

Metodenya berupa pertanyaan terbuka tentang pengetahuan masyarakat terhadap adanya ponsel bermerek Motorola. Pertanyaan dalam survei itu tidak disertai kata-kata yang merujuk pada Motorola.

Dari segi popularitas di media sosial, kehadiran ponsel Moto G5S Plus memunculkan tagar #mendingMoto. Sejak September hingga saat ini, ada 246 pos di Instagram yang menggunakan tagar tersebut.

Dari sisi pembelian secara dalam jaringan atau online, Moto G5S Plus habis pada promosi laman pemasaran atau marketplace Lazada Indonesia saat pesta diskon 11 November 2017.

Dibandingkan dengan seluruh penjualan produk ponsel Motorola dan Lenovo selama 2017, Moto G5S Plus berkontribusi 10-15 persen. Meski demikian, jumlah pembelian tidak menjadi fokus langsung pada 2018.

Adrie mengatakan, pada 2018, pihaknya akan lebih fokus pada kesadaran masyarakat terhadap Motorola. Ada tiga tingkat, yaitu kesadaran (awareness), pertimbangan (consider), dan pilihan (preference). ”Kami targetkan hingga tahap pertimbangan,” katanya.

Tahap kesadaran berarti konsumen baru mengetahui adanya ponsel Motorola. Pada tahap pertimbangan, konsumen menjadikan Motorola sebagai pembanding ponsel yang hendak dibeli. Sementara pada tahap ketiga, ponsel Motorola dipilih untuk dibeli.

Melihat antusiasme terhadap Moto G5S Plus, Adrie mengatakan, pada pertengahan tahun 2018 akan meluncurkan tiga ponsel seri Moto G. Selain itu, seri ini cocok dengan fokus segmen pasarnya, yaitu di ponsel dengan kisaran harga Rp 1,5 juta sampai Rp 4 juta.

Teknologi Moto G5S Plus
Strategi penjualannya pun tetap mengandalkan toko-toko fisik. ”Penjualan kami secara daring hanya berkisar 10-20 persen, sisanya masih didominasi oleh toko fisik,” ujar Adrie.

Terkait tingkat komponen dalam negeri (TKDN), Lenovo dan Motorola menggunakan komposisi 70 persen perangkat keras, 20 persen penelitian dan pengembangan, serta 10 persen perangkat lunak dari Indonesia. ”Perakitan, pengemasan, dan kabel kami produksi di Indonesia,” kata Adrie.

Sementara penelitian dan pengembangan set cip pada ponsel juga sedang dilakukan di Indonesia. Penelitian baterai saat ini juga sedang dieksplorasi. (DD09)

Sumber: Kompas, 15 Desember 2017

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Tiktok dan ”Techno-nationalism”

Bytedance-Oracle-Walmart sepakat untuk membuat perusahaan baru yang akan menangani Tiktok di AS dan juga seluruh ...

%d blogger menyukai ini: