Home / Berita / Misteri Penemu Bitcoin, Susahnya Mencari Satoshi Nakamoto

Misteri Penemu Bitcoin, Susahnya Mencari Satoshi Nakamoto

”Saya bukan Satoshi Nakamoto, si penemu bitcoin,” kata Elon Musk seperti diberitakan Bloomberg edisi 28 November. Musk mengatakan itu karena ada dugaan bahwa pendiri PayPal ini adalah si penemu bitcoin dengan memakai nama Jepang.

”Saya bahkan lupa di mana saya menyimpan bitcoin yang pernah diberikan teman ke saya,” kata pria kelahiran Afrika Selatan yang juga pemimpin Tesla Inc itu.

Dugaan ini muncul di sebuah blog Medium, didasarkan pada argumen bahwa Musk memiliki kemampuan teknis. Dia disamakan dengan tokoh penemu AS, Benjamin Franklin, yang awalnya juga muncul dengan nama anonim.

”Bitcoin memerlukan pertolongan Musk,” demikian Sahil Gupta, penulis blog itu.

Akan tetapi, bantahan Musk itu membuyarkan dugaan tentang Satoshi Nakamoto tersebut. Siapa Satoshi Nakamoto dengan demikian tetap merupakan misteri hingga sekarang. Hal yang jelas, nama Satoshi Nakamoto muncul pertama kali dalam dokumen asli yang menawarkan sistem transaksi elektronik pada tahun 2008.

Harian Inggris, The Sun, edisi 2 Desember, juga menuliskan kisah perburuan siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto. ”Misteri ini membawa kita ke dalam pencarian, mulai dari negara matahari terbit (Jepang) hingga sebuah kota kecil di California, AS, bernama Temple City dan kemudian balik ke Samudra Pasifik, ke seorang doktor asal Australia,” demikian tulis The Sun.

Dugaan kemudian beranjak ke ahli komputer yang lain bernama Hal Finney, penerima pertama bitcoin.

Tidak pernah ditemukan siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto walau disebutkan bahwa dia kelahiran 1975 dan tinggal di Jepang.

Pada 2014, media dunia pernah mengira dia adalah sosok ahli komputer bernama Satoshi Nakamoto yang tinggal di Temple City, Los Angeles County.

AP PHOTO/KIN CHEUNG-Bitcoin kini adalah salah satu mata uang maya yang populer. Tampak salah seorang warga Hong Kong menggunakan ATM bitcoin di Hong Kong, Jumat (8/12).

Media mengira, warga AS berdarah Jepang dengan nama asli Dorian Satoshi Nakamoto itulah pencipta bitcoin. Dorian juga kukuh membantah bahwa dia adalah orang yang dimaksud. Dia bahkan belum pernah mendengar bitcoin.

Penerima transaksi pertama
Dugaan kemudian beranjak ke ahli komputer yang lain bernama Hal Finney, penerima pertama bitcoin. Dia tinggal beberapa blok dari orang yang dikira Satoshi Nakamoto asli di California, AS.

Oleh sebab itu, pada Mei 2014 majalah Forbes mewawancarai Finney di rumahnya saat dia sedang tergeletak karena sakit. Finney telah meninggal pada 2014.

Ini juga meleset. Finney hanya sempat mengatakan bahwa dia mengenal orang yang sangat antusias soal mata uang terdesentralisasi, yakni seorang ilmuwan bernama Nick Szabo, warga AS.

Pada 2013, seorang penulis keuangan termasuk buku berjudul Bitcoin: The Future of Money bernama Dominic Frisby menduga Szabo adalah Satoshi Nakamoto yang sebenarnya.

Akan tetapi, Szabo menuliskan kepada Frisby, ”Terima kasih telah memberi tahu saya. Anda salah jika mengira saya adalah Satoshi, dan saya sudah terbiasa mendapatkan dugaan seperti itu”.

Dan pernyataan Szabo pada 2011 sudah menegaskan bahwa hanya Finney (Wei Dai) yang tahu soal mata uang digital itu dan kisah terkait.

Berani mengaku-ngaku
Lalu pada 2016 mendadak muncul nama lain, Craig Wright, seorang ahli komputer dan pebisnis Australia kelahiran Brisbane. Wright malah tanpa tedeng aling-aling mengatakan dia adalah Satoshi Nakamoto. Dia pun berani mengatakan itu kepada BBC, The Economist, dan GQ (majalah berbasis di New York).

Namun, muncul kecurigaan bahwa Wright bukan Satoshi Nakamoto asli karena tidak mampu memperlihatkan proses pembuktian lengkap. Wright kemudian menyatakan tidak mampu memberikan bukti nyata.

Uniknya Wright muncul di Netflix serta menyatakan lagi bahwa dia adalah Satoshi Nakamoto. Namun, Bitcoin Core Project, sebuah lembaga, memunculkan pernyataan pada Mei 2016. ”Tidak ada publisitas dan bukti tentang siapa penemu bitcoin”.

Akan tetapi, siapa pun Satoshi, dia sudah pasti kaya raya. ”Dari nilai bitcoin sebesar 75 poundsterling pada 2010, kini bitcoin sudah bernilai 9,5 juta poundsterling. Dan ini tergantung seberapa banyak dia memiliki bitcoin,” demikian The Sun.

Transaksi bitcoin yang anonim membuat penjual dan pembelinya tidak bisa diketahui. Akan tetapi, ketika bitcoin diuangkan, seharusnya pembeli dan penjual bisa dilacak. Hanya siapa penemunya tetap saja sulit dilacak. (REUTERS/AP/AFP)–Simon Saragih, Wartawan Senior Kompas

Sumber: Kompas, SIMON SARAGIH 19 Desember 2017
—————-
Demam Bitcoin, Aset Digital, Jangan Sampai Demam Sungguhan

AP PHOTO/KIN CHEUNG–Bitcoin kini adalah salah satu mata uang maya yang populer. Tampak salah seorang warga Hong Kong menggunakan Bitcoin ATM di Hong Kong, Jumat (8/12).

Semakin hari, semakin banyak orang berbicara tentang cryptocurrency, mata uang maya yang tidak tampak. Kenaikan aset cryptocurrency yang luar biasa juga menarik khalayak ramai. Walau tentu saja, pembelian aset itu ada risikonya.

Persoalannya, tidak sedikit orang yang memandang enteng risiko dari kenaikan harga itu. Padahal, membeli cryptocurrency, termasuk bitcoin, tanpa perhitungan matang, tanpa memahami risikonya, sama saja dengan menggarami laut. Uang kita bisa hilang tanpa bekas di belantara digital.

Cryptocurrency merupakan bentuk uang digital yang dirancang aman juga anonim. Mata uang ini diciptakan dengan mengunakan kriptografi, proses mengubah informasi menjadi kode-kode yang tidak dapat dipecahkan, untuk melacak pembelian barang juga perpindahan uang melalui transfer dana.

Munculnya cryptocurrency berawal karena keperluan komunikasi yang aman ketika terjadi Perang Dunia Kedua. Di era digital ini, cryptocurrency juga melibatkan teori matematis dan komputerisasi untuk menjadi saluran komunikasi yang aman.

Mata uang digital ini memungkinkan penggunanya melakukan pembayaran dan menyimpan uang tanpa memperlihatan identitas atau menggunakan jasa perbankan.

Akibatnya, ada penyalahgunaan, seperti menggunakan cryptocurrency untuk transaksi ilegal seperti membeli senjata, narkotika, pencucian uang, dan aktivitas gelap lainnya. Penyebar virus Wannacry, misalnya, meminta tebusan yang dibayar dengan cryptocurrency bitcoin. Penarik tebusan sulit dilacak.

Penyebar virus Wannacry, misalnya, meminta tebusan yang dibayar dengan cryptocurrency bitcoin. Penarik tebusan sulit dilacak.

Uang digital pertama yang muncul adalah bitcoin pada tahun 2009 dan kini ada sekitar 1.300 cryptocurrency di pasaran. Pada saat awal diciptakan, harga bitcoin sangat rendah, hanya beberapa dollar AS saja. Namun, pada Sabtu (16/12) lalu, nilainya Rp 250 juta. Sempat pula mencapai Rp 300 juta.

Tahun ini, harga cryptocurrency bitcoin naik hingga 1.600 persen. Popularitasnya terus menanjak. Asal tahu saja, pencarian paling populer di mesin pencari Google tahun ini adalah bitcoin.

Asal tahu saja, pencarian paling populer di mesin pencari Google tahun ini adalah bitcoin.

Uang yang tidak dapat dipegang ini dapat diperoleh dengan cara menambang. Yang dimaksud dengan menambang adalah menggunakan komputer dan menghitung alogaritma rumit dan mendapatkan bitcoin. Cara lain adalah membeli melalui beberapa penjual daring.

Penjual cryptocurrency daring yang cukup besar di Indonesia adalah Bitcoin.co.id. Menurut beberapa sumber, transaksi mata uang digital di laman tersebut sempat mencapai Rp 1,2 triliun dalam satu hari. ”Saya tidak bisa men-disclose, membukanya,” ujar CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan ketika ditanya mengenai volume transaksinya.

Ada sekitar 15 cryptocurrency yang diperdagangkan di laman tersebut. Memang, kapitalisasi pasar terbesar adalah bitcoin. Pada Sabtu pagi, perputaran transaksi bitcoin sebesar Rp 260 miliar.

Untuk membelinya, pembeli dapat mentransfer dana ke rekening perusahaan Bitcoin.co.id juga dapat membeli voucer yang disediakan oleh beberapa exchanger penyedia voucer.

Untuk menghindari penyalahgunaan transaksi bitcoin untuk hal negatif, pembeli di laman tersebut diminta melakukan verifikasi dengan mengunggah KTP dan foto diri.

Sebagian besar peminat mata uang digital bertransaksi dengan cepat, sebagian lagi disimpan dalam jangka panjang dengan harapan aset digital itu akan naik di kemudian hari.

Sebagian besar peminat mata uang digital bertransaksi dengan cepat, sebagian lagi disimpan dalam jangka panjang dengan harapan aset digital itu akan naik di kemudian hari.

Risiko tinggi
Mata uang digital dapat digunakan sebagai alat pembayaran juga sebagai komoditas. Sebagai alat pembayaran, ada banyak toko di luar negeri yang menerima bitcoin.

Sebelumnya, pemegang bitcoin harus memiliki tempat penyimpanan bitcoin, yaitu dompet elektronik. Melalui dompet elektronik ini, pemegang bitcoin dapat membayar transaksi-transaksinya.

Bank Indonesia sudah mengeluarkan ancang-ancang untuk melarang penggunaan cryptocurrency sebagai alat pembayaran. Menurut rencana, larangan itu diberlakukan tahun depan melalui aturan BI.

Sebaliknya, mulai 1 Mei lalu, Jepang mengakui mata uang digital sebagai alat pembayaran yang sah. Jepang merupakan negara pertama melakukan hal tersebut.

Menurut Oscar, keputusan Jepang membuat transaksi mata uang digital, termasuk di Indonesia, meningkat pesat. ”Karena dengan ada negara yang melegalkan secara penuh, itu membuat peta ekosistem berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.

China melarang penawaran cryptocurrency dan menutup penjualan cryptocurrency. Harga cryptocurrency sempat anjlok tetapi kembali menguat.

Para ekonom memperkirakan, cryptocurrency ini tidak akan stabil, bubble, dan suatu saat gelembung akan meletus. Heri Januar, salah seorang pemegang cryptocurrency, mengatakan, cryptocurrency ini sedang membentuk gelembung besar. ”Pilihannya adalah melihat dari jauh bubble itu meletus atau mengikuti dan menikmati gelombangnya,” ujarnya.

Dapat terjadi, bubble cryptocurrency khususnya pada bitcoin. Tanda-tanda gelembung besar sudah ada ketika harga bitcoin naik pesat dan semakin banyak orang yang tertarik.

”Cryptocurrency memang fenomenal. Kehadirannya tentu akan memengaruhi pilihan investasi dari investor ritel, bukan investor institusi,” kata ekonom Manulife Asset Management Indonesia, Katarina Setiawan. Dia juga mengingatkan pembeli mata uang digital itu supaya memahami benar risiko ketika memutuskan untuk membeli cryptocurrency.

Memperdagangkan atau menyimpan cryptocurrency memang berpotensi memberikan hasil besar. Namun, potensi hasil besar ini dibarengi juga dengan risiko yang tidak kalah besarnya.

Masuk ke pasar ”tradisional”
Pasar cryptocurrency yang buka 24 jam 7 hari seminggu sangat fluktuatif. Harga dapat naik dan turun dengan cepat. Cryptocurrency ripple, misalnya, dalam dua hari terakhir naik hingga 50 persen menjadi Rp 9.600 pada Kamis (14/12) malam, membuat kapitalisasi pasarnya melonjak menjadi 23 miliar dollar AS.

Posisi ripple saat ini berada pada urutan keempat dilihat dari kapitalisasi pasarnya. Ripple berada di belakang bitcoin, ethereum, dan bitcoin cash. Ripple tiba-tiba melewati kapitalisasi pasar litecoin.

Kenaikan ripple ditopang uji coba oleh bank-bank besar di Jepang dan Korea Selatan untuk melakukan transfer dengan mata uang digital ini. Ripple merupakan uang digital yang difokuskan untuk transfer perbankan.

Perlahan, cryptocurrency masuk ke pasar keuangan mainstream yang sudah terlebih dahulu ada. Sebelumnya, sejak puluhan tahun lalu, orang mengakrabi pasar saham dan pasar obligasi.

Perkembangan lain yang turut mendorong kenaikan harga cryptocurrency, terutama bitcoin, adalah peluncuran perdagangan kontrak berjangka untuk bitcoin di bursa berjangka Chicago pada awal Desember lalu.

”Nikmati Kenaikan Harga Bitcoin Tanpa Perlu Memilikinya”, demikian iklan di laman bursa berjangka tersebut. Kontrak berjangka merupakan sebuah kontrak yang diperjualbelikan, tanpa harus memiliki barang yang menjadi dasar dari kontrak tersebut.

Ambil contoh, kontrak minyak mentah, dan kontrak minyak sawit. Pemegang kontrak tidak harus memiliki minyak mentah, tetapi dapat memperjualbelikan kontraknya saja.

Tanpa menunggu lama, harga kontrak bitcoin melesat hingga 18.000 dollar AS per unit di awal perdagangannya. Saking banyak peminat, bursa berjangka Chicago sempat menghentikan perdagangan dua kali karena minat transaksi yang melampaui kapasitas.

Dengan adanya perdagangan berjangka, para pemilik bitcoin dapat melakukan jual kosong (short), yaitu menjual tanpa memiliki barang dengan harapan harga akan naik. Namun, bursa berjangka meminta marjin tinggi, sebesar 50-200 persen, sehingga transaksi jual kosong ini menjadi sangat mahal.

Jadi, misalnya, ada pembeli kontrak bitcoin ini melakukan jual kosong, dia harus menjaga marjinnya di perusahaan pialang berjangka sekitar 4.000 dollar AS per kontrak. Sementara untuk pemegang bitcoin yang akan menjual kosong harus menjaga margin sekitar 9.000 dollar AS per kontrak.

Hingga Jumat kemarin, harga kontrak berjangka bitcoin untuk bulan Januari 2018 sebesar 18.100 dollar AS. Sementara harga bitcoin di pasar spot AS mencapai 17.631 dollar AS.

Bursa berjangka lain, seperti Cantor Exchange dan Chicago Mercantile Exchange, juga sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan produk berjangka bitcoin.

Bitcoin juga menarik manajer investasi untuk membuat reksa dana. Akhir November lalu, sebuah perusahaan manajer investasi yang tidak terlalu besar di Paris, Perancis, meluncurkan reksa dana bitcoin. Jika reksa dana konvensional berisi aset keuangan berupa saham, obligasi, atau aset pasar uang, Tobam memasukkan bitcoin menjadi asetnya.

Mau untung jadi buntung
Sebagai komoditas, cryptocurrency dapat menjadi dasar dari berbagai macam produk. Misalnya saja, menjadi produk multilevel marketing. Sudah marak tawaran-tawaran dengan skema multilevel marketing.

Untuk menarik minat orang, skema ini menawarkan pendapatan dari bitcoin sekian persen dengan membeli paket-paket bitcoin, dengan syarat harus menarik orang untuk menjadi anggota di bawahnya. Ada kecurigaan, MLM bitcoin semacam ini menggunakan skema Ponzi. Uang yang disetorkan oleh peminat awal diberikan kepada peminat di belakangnya.

Pertengahan pekan lalu, Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan daftar 21 perusahaan atau entitas yang menawarkan produk-produk keuangan kepada masyarakat, di antaranya perusahaan yang menawarkan pembelian bitcoin serta perusahaan yang menawarkan produk dan skema dengan aset bitcoin.

Perencana keuangan dari OneShildt, Budi Raharjo, memperingatkan, peminat bitcoin harus memahami risiko dan fluktuasi pergerakan cryptocurrency yang sangat besar. ”Sesuaikan dengan profil risiko, kemampuan kita dalam menanggung risiko,” kata Budi.

Berani membeli cryptocurrency berarti juga harus berani menganggap uang itu hilang. Jadi, sebaiknya uang yang digunakan untuk membeli aset digital adalah uang yang benar-benar tidak akan digunakan alias uang menganggur. Membeli cryptocurrency dengan menggunakan uang belanja sehari-hari sama saja bersiap untuk tidak makan dalam beberapa hari.

Pengetahuan membaca grafik analisis teknikal juga diperlukan untuk mengetahui arah dan pergerakan cryptocurrency karena tidak ada valuasi secara fundamental.

Mempelajari cryptocurrency juga menjadi salah satu keharusan ketika kita ingin membeli barang maya ini. Sudah banyak berita dan pembahasan mengenai cryptocurrency yang ada di berbagai laman berita.

Jika Anda ingin mengikuti kenaikan dan penurunan harga cryptocurrency, karena tidak ingin ketinggalan dari pembahasan zaman now, siapkanlah dana yang menganggur. Siapkan juga hati dan pikiran untuk menghadapi kenyataan jika uang itu benar-benar hilang. Jangan sampai dari demam cryptocurrency akhirnya menjadi demam sungguhan di badan.–ANASTASIA JOICE TAURIS SANTI

Sumber: Kompas, 16 Desember 2017
———————-
Bitcoin, Mata Uang Virtual di Era Baru

Toko-toko virtual (“online”) menjadi salah satu penyebab tutupnya cabang-cabang pasar swalayan besar, seperti Walmart, Best Buy, Target, di Amerika Serikat. Toko-toko virtual juga sudah menyerbu Asia. Cara belanja lama digantikan dengan cara yang baru.

Perkembangan teknologi telah mengubah banyak hal. Sudah lama muncul sebuah teori dalam bisnis: pesaing tak lagi datang dari perusahaan sejenis. Pesaing bisa datang dari perusahaan tidak sejenis.

Dulu, alat transaksi seperti kartu kredit menghadapi persaingan dari sesama penerbit Visa, MasterCard, dan sejenisnya. Persaingan ternyata kini muncul juga dari kartu GE Capital, yang aslinya bukan lembaga keuangan.

Satoshi Nakamoto, nama anonim Jepang, menjadi terkenal. Nakamoto yang tidak diketahui siapa aslinya, menurut The Economist edisi 2 November 2015, menerbitkan bitcoin. Inilah alat transaksi lewat internet yang semakin berkembang.

Jumlah penggunaannya hingga 2017 sudah mencapai 10 juta transaksi per bulan. Saat ini, nilai kurs satu bitcoin adalah 4.244,40 dollar AS, 3.609,03 euro, 28.383,89 yuan, dan 3.297,19 poundsterling.

Bitcoin disebut cryptocurrency, mata uang dengan sistem enkripsi yang tak bisa dipalsukan (Forbes, 21 April 2011). Bitcoin menjadi terkenal dan merupakan jawaban tak langsung dari macetnya transaksi dunia di pengujung 2008 saat terjadi puncak krisis ekonomi AS yang diawali dengan kebangkrutan Lehman Brother.

Kemunculan bitcoin juga disebut sebagai gambaran kemarahan terhadap pemerintah, bank sentral, dan regulator. Mereka dinilai tidak mampu untuk mengelola perekonomian dunia dan, bahkan, malah mengacaukan kehidupan.

Bitcoin berkembang sebagai alat transaksi, tidak saja lewat internet dan telepon seluler, tetapi sudah memiliki anjungan tunai mandiri (ATM). Alat tukar ini juga telah dipakai di Indonesia.

Bitcoin bisa dipakai untuk membeli vila, mobil, dan bukan hanya membeli fasilitas gim online. “Perubahan besar dalam cara hidup kita akan terjadi akibat teknologi dalam 20 tahun mendatang,” kata salah satu pendiri Blockchain, Peter Smith. Perusahaan ini mengelola penggunaan bitcoin.

Bitcoin menarik bagi banyak orang karena proses transaksinya cepat, relatif tanpa komisi, dan penggunaannya sama dengan transaksi harian. Bitcoin tidak memerlukan rekening bank, tidak perlu membawa uang di dompet. Peredaran bitcoin melangkahi peraturan bank-bank sentral di dunia dan tidak ada yang mengaturnya.

Dompet virtual
Tidak sulit untuk mendapatkan bitcoin. Cukup mendaftar lewat internet, lalu kita memiliki dompet virtual dan bisa melakukan transaksi. Bitcoin bisa didapat dari para pemasok, yang dinamakan sebagai miner atau petambang.

Penggunaan bitcoin komersial sejak muncul pertama hingga sekarang dinilai sejumlah kalangan belum memiliki dasar hukum. Bagi generasi milenial yang memiliki koneksi sangat erat dengan internet, kontroversi bitcoin tidak berpengaruh. Mereka sudah merasakan aman dan nikmatnya bertransaksi dengan bitcoin.

Bahkan, bitcoin tidak saja dipakai sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai alat investasi dengan nilai yang terus meningkat. Jeremy Gardner (25), warga AS, adalah miner dan kini kaya raya. Dia sejak lama percaya kurs botcoin akan meningkat. “Nilai bitcoin melejit tiba-tiba. Rasanya menyenangkan,” ungkapnya seperti dikutip The Business Insider, 18 Agustus 2017.

Bagaimanapun, ada kekhawatiran mengenai penyalahgunaan bitcoin untuk hal-hal yang melanggar hukum. Seperti dilansir Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan, bitcoin berpotensi dipakai untuk pendanaan terorisme. Jepang dan China juga mewaspadai hal serupa.

Akan tetapi, tujuan awal pemakaian bitcoin adalah menjadi alat transaksi hal-hal yang baik. Pendiri perusahaan Microsoft, Bill Gates, mengatakan, mata uang seperti bitcoin tidak terhentikan karena kemudahan dan kenyamanan yang diberikannya.

Pemanfaatan untuk kepentingan terorisme dan perdagangan narkoba bukan hanya dialami oleh bitcoin. Mata uang biasa terbukti sudah sering dipakai untuk keperluan terorisme dan jual beli narkoba.

Perbedaannya, pemakai bitcoin bisa tidak diketahui karena mereka dimungkinkan untuk memakai nama samaran alias anonim. Bagi para pembela bitcoin, anonimitas bukan masalah karena tersedia sistem untuk melakukan verifikasi, seperti blockchain.

Balaji Srinivasan, CEO dan salah satu pendiri 21.co, perusahaan pemula dalam bidang cryptocurrency dan pesaing baru bitcoin, mengatakan, pemakaian mata uang virtual akan meningkat dalam lima hingga 10 tahun mendatang.

Mata uang virtual bukan hanya bitcoin meskipun sampai sekarang bitcoin adalah yang terbesar. Di urutan kedua ada mata uang virtual ethereum.–SIMON SARAGIH

Sumber: Kompas, 20 Agustus 2017

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Pandemi Covid-19 yang Membersihkan Bumi

Pandemi Covid-19 memang membawa petaka bagi umat manusia. Namun, wabah yang dipicu oleh SARS-CoV-2 ini ...

%d blogger menyukai ini: