Menyaksikan Gerhana Matahari dengan Aman

- Editor

Selasa, 8 Maret 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggal 9 Maret 2016 jadi momentum bagi masyarakat di sejumlah daerah di Tanah Air untuk merayakan fenomena alam langka, yakni gerhana matahari total. Masyarakat yang ada di luar daerah lintasan gerhana matahari total, seperti Jakarta dan kota-kota lain, bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian.

Fenomena alam itu jadi daya tarik bagi masyarakat di dalam negeri dan ribuan wisatawan asing. Pemerintah dan masyarakat di sejumlah daerah yang dilintasi gerhana pun menyiapkan berbagai acara untuk melengkapi keriangan menyambut fenomena alam yang langka itu.

TIPS MELIHAT GERHANA MATAHARI

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MELIHAT GERHANA MATAHARI AGAR TIDAK MENGGANGGU KESEHATAN MATA:

  • Tidak disarankan melihat gerhana secara langsung dengan mata telanjang
    Gunakanlah kacamata yang mampu menyaring sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 100-400 nanometer
  • Ingat! Tidak semua kacamata hitam mampu menyaring sinar ultraviolet
  • Penggunaan kacamata hitam yang tidak memiliki kemampuan menyaring sinar ultraviolet justru bisa meningkatkan risiko gangguan penglihatan
  • Jika melihat gerhana matahari dengan kamera atau teleskop/binokular, gunakanlah filter neutral density 5 (ND 5)
  • Tidak disarankan melihat gerhana melalui negatif film
  • Melihat gerhana melalui pantulan pada air tanpa kacamata yang mampu menyaring sinar ultraviolet juga bisa berisiko menyebabkan gangguan penglihatan
  • Jangan menatap gerhana tanpa henti dari awal hingga akhir. Selama melihat gerhana, istirahatkan mata, alihkan pandangan dari melihat gerhana beberapa saat

    Namun, perlu diingat, gerhana matahari bisa berubah jadi bencana jika penglihatan terganggu akibat terpapar sinar matahari dalam waktu lama. Cara melihat gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, ataupun gerhana matahari cincin, tidak jauh berbeda.

7b08e75b532c41229258c3f414f421d2Meski sinar matahari tertutup bulan, radiasi sinar ultraviolet dari matahari tetap ada dan bisa merusak mata. Awan juga tak mengurangi intensitas sinar ultraviolet. Kerusakan retina akibat melihat sinar matahari langsung tidak menimbulkan nyeri sehingga kerusakan mata terjadi tanpa disadari. (ADH)
————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Maret 2016, di halaman 13 dengan judul “Menyaksikan Gerhana Matahari dengan Aman”.

Informasi terkait

Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Saat AI dan Al-Qur’an Bertemu di Masjid UI
Ketika Alam Tak Lagi Pasti
Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Berita ini 16 kali dibaca

Informasi terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:21 WIB

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:40 WIB

Memahami Manusia dari Dua Jalan

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:01 WIB

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:30 WIB

Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Berita Terbaru

Artikel

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Jun 2026 - 21:21 WIB

Artikel

Memahami Manusia dari Dua Jalan

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:40 WIB

Artikel

Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:49 WIB