Mengajar Sejarah Perlu Kreatif dan Inovatif

- Editor

Rabu, 18 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Besar Antropologi Universitas Wageningen, Belanda, Leontine Elisabeth Visser menunjukkan bukunya yang berjudul

Guru Besar Antropologi Universitas Wageningen, Belanda, Leontine Elisabeth Visser menunjukkan bukunya yang berjudul "Sejarah Pertanian dan Kebudayaan Sahu di Halmahera" yang diluncurkan pada Simposium Internasional ke-7 Jurnal Antropologi Indonesia di Yogyakarta, Selasa (23/7/2019). KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR (DNE) 23-07-2019 SOSOK

Pelajaran sejarah sering dianggap murid sebagai mata pelajaran yang membosankan. Masalah tersebut dapat teratasi apabila guru dapat menyampaikan materi yang diajarkan secara kreatif dan inovatif agar murid menjadi tertarik untuk mengikuti pelajaran sejarah.

Dosen Sejarah Universitas Negeri Jakarta Humaidi mengatakan, istilah pelajaran sejarah adalah pelajaran yang membosan dan penuh hafalan sering diutarakan. Padanal pandangan tersebut tidak sepenuhnya bemar.

KOMPAS/PRAYOGI DWI SULISTYO–Dialog Pendidikan pada kegiatan Internalisasi Nilai Kebangsaan (Inti Bangsa) 2019 di Ambon, Maluku, Selasa (17/9/2019). Acara ini diadakan agar guru sejarah dapat membagikan pengetahuannya kepada siswa secara kreatif dan inovatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelajaran sejarah dapat menjadi menarik apabila disampaikan sesuai dengan kemampuan siswa.

“Ubah pandangan dari membosankan menjadi menyenangkan. Sejarah itu mengenal kehidupan manusia sehingga akan terus berkembang,” kata Humaidi dalam Dialog Pendidikan pada kegiatan Internalisasi Nilai Kebangsaan (Inti Bangsa) 2019 di Ambon, Maluku, Selasa (17/9/2019).

Ia menegaskan, untuk dapat menyampaikan pelajaran sejarah secara menarik maka dapat menggunakan media yang ada di sekitar lingkungan sekolah dan mudah didapatkan. Media tersebut menjadi perantara yang dapat merangsang proses belajar.

KOMPAS/PRAYOGI DWI SULISTYO–Dosen Sejarah Universitas Negeri Jakarta Humaidi

Adapun guru perlu memahami media digital yang saat ini erat dengan kehidupan generasi milenial. Sebagai contoh, guru dapat menggunakan infografis yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa.

“Anak muda sekarang tidak mau membaca materi yang panjang,” ujar Humaidi.

Agar murid tidak mudah bosan, lanjut Humaidi, guru juga dapat menggunakan multimedia dalam mengajar. Sebagai contoh, guru dapat memutarkan film sejarah.

Namun perlu diingat, media tersebut tidak dapat menggantikan kehadiran guru. Film hanya menjadi sarana agar murid dapat memiliki gambaran tentang suatu peristiwa. Selanjutnya, guru mengajak murid untuk menggali informasi terkait peristiwa yang ada di film tersebut.

Menurut Humaidi, guru juga dapat menggunakan media internet untuk membantu proses belajar mengajar. Namun, harus menggunakan sumber yang dapat dipercaya kebenarannya dan memiliki otoritas.

Selain itu, guru dapat mengambil informasi dari media massa yang terpercaya, jurnal, poster, atau arsip masa lalu. “Semua media dapat digunakan. Sukses atau tidaknya tergantung hubungan positif antara guru dengan siswa,” kata dia.

Humaidi mengungkapkan, media hanya menjadi sarana, sedangkan guru memiliki peran yang besar dalam mengajarkan nilai-nilai yang ada pada sejarah. Humaidi mengibaratkan, sejarah seperti kaca spion yang memiliki fungsi untuk melihat ke belakang demi menyelamatkan masa depan.

KOMPAS/PRAYOGI DWI SULISTYO–Guru Sejarah SMAN 22 Surabaya Aries Eka Prasetya

Guru Sejarah SMAN 22 Surabaya Aries Eka Prasetya mengatakan, inovasi pembelajaran tidak pernah lepas dari realitas.

“Guru harus mampu menjawab tantangan di abad 21 dan membentuk siswa agar memiliki kemampuan yang dibutuhkan pada masa sekarang,” kata Aries, guru yang mendapat gelar guru inovatif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2018 tersebut.

Untuk menjawab tantangan itu, lanjut Aries, guru harus memahami modernisasi dan terus berinovasi. Guru dapat memanfaatkan media modern yang saat ini erat dengan siswa.

Beberapa media yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran, antara lain komik, infografis, atau video blog (vlog). Sebagai contoh, guru dapat mengajak siswa membuat video yang bercerita tentang sejarah yang pernah terjadi atau menjelaskan latar belakang pemberian nama jalan di suatu tempat.

“Dalam proses pembelajaran kreatif, guru tidak hanya menyuruh siswa untuk menggunakan tenologi modern. Akan tetapi, guru harus bisa membimbing dan mendampingi siswa dalam belajar,” kata dia.

Aries menambahkan, guru juga dapat menggunakan grup Whatsapp untuk membantu proses pembelajaran. Misalnya, guru dapat menjelaskan rencana pembelajaran yang akan diajarkan, sehingga murid dapat mempersiapkan diri dengan membaca referensi pendukung.–PRAYOGI DWI SULISTYO

Editor HENDRIYO WIDI

Sumber: Kompas, 17 September 2019

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 1 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB