Home / Berita / Manfaatkan Platform Digital, Omzet UMKM Naik Selama Pandemi Covid-19

Manfaatkan Platform Digital, Omzet UMKM Naik Selama Pandemi Covid-19

Pandemi dinilai sebagai momentum bagi UMKM untuk bertransformasi ke ranah digital. Peluang bangkit saat pandemi pun dinilai lebih besar melalui platform daring. Omzet UMKM pun naik karena memanfaatkan platform digital.

KOMPAS/PRIYOMBODO–Pedagang sayur di pasar modern BSD, Tangerang Selatan, Banten, menerima pembayaran dengan sejumlah penyedia platform uang digital, Rabu (24/4/2019). Para pemain teknologi finansial pembayaran terus berkompetisi meningkatkan penetrasi pasar dengan cara masuk ke berbagai jenis transaksi kebutuhan sehari-hari termasuk ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM memanfaatkan platform digital untuk menjalankan usahanya selama pandemi Covid-19. Beberapa di antaranya berhasil menggenjot pendapatan dengan siasat ini.

Vice President Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek Rosel Lavina, Selasa (19/5/2020), mengatakan, GoFood mengadakan program promo kuliner Hari Kuliner Nasional (Harkulnas) pada 1 April-5 Mei 2020. Program ini dirancang untuk membantu memaksimalkan transaksi dan omzet UMKM serta membantu penghasilan harian mitra tukang ojek. Ada sekitar 74.000 mitra usaha kuliner yang mengikuti program ini.

”Omzet dan pesanan mitra kami yang mengikuti Harkulnas naik sebesar 12 persen dibandingkan mitra yang tidak ikut program ini. Pada situasi normal, yakni pada Harkulnas 2019, ada pertumbuhan nilai transaksi outlet mitra merchant GoFood sebesar 42 persen. Rata-rata transaksi mitra merchant sebesar 21 persen,” kata Rosel.

Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, transaksi di GoFood meningkat 10 persen sejak awal Mei 2020 dibandingkan minggu sebelumnya, April 2020. Peningkatan terjadi karena peraturan pembatasan sosial melarang masyarakat makan di tempat umum, restoran, dan sejenisnya. Pelaku usaha kuliner pun beralih ke platform digital untuk berjualan.

Pandemi Covid-19 turut mengubah sistem layanan pesan-antar makanan melalui ojek daring. Kini, para pengojek diminta menyampaikan makanan atau barang tanpa kontak fisik. Adapun mitra UMKM kuliner diminta memerhatikan protokol keamanan dan kebersihan makanan.

KOMPAS/PRIYOMBODO–Pedagang buah di pasar modern BSD, Tangerang Selatan, Banten, menerima pembayaran dengan sejumlah penyedia platform uang digital, Rabu (24/4/2019). Para pemain teknologi finansial pembayaran terus berkompetisi meningkatkan penetrasi pasar dengan cara masuk ke berbagai jenis transaksi kebutuhan sehari-hari termasuk ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dukungan terhadap UMKM juga diberikan platform e-dagang Bukalapak. Dukungan itu berupa peluncuran halaman khusus UMKM untuk Gerakan Nasional #BanggaBuatanIndonesia. Gerakan ini merupakan hasil kerja sama dengan pemerintah dan para pelaku bisnis e-dagang.

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, produk-produk UMKM yang telah dikurasi akan ditampilkan di laman tersebut. Produk juga akan dikategorikan sehingga mudah dicari konsumen.

Selain untuk mendukung pertumbuhan UMKM, Rachmat berharap agar laman ini dapat membantu mereka melewati masa sulit pandemi. Ia menambahkan, Bukalapak memberikan insentif berupa diskon dan promo gratis ongkos kirim. Ia juga bekerja sama dengan Akademi Cuan untuk membantu mengedukasi pelaku UMKM yang baru berjualan daring.

Momentum transformasi
Pandemi dinilai sebagai momentum bagi UMKM untuk bertransformasi ke ranah digital. Peluang bangkit saat pandemi pun dinilai lebih besar melalui platform daring. Meski demikian, menurut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, baru 13 persen UMKM yang terhubung dengan ekosistem daring. Angka ini setara dengan 8 juta pelaku usaha (Kompas, 15/5/2020).

Teten mengatakan, UMKM perlu menyiapkan ketersediaan produk dan kemampuan distribusi barang sebelum masuk ke pasar daring. Adapun pelaku UMKM diimbau jeli melihat peluang usaha sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

KOMPSS/M CLARA WRESTI–Peluncuran platform digital Kreasitus yang bisa membantu pelaku UMKM membangun situsnya sendiri. Dari kiri ke kanan: Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman; CEO Kreasitus Rinaaldi Soerja Djanegara; Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Bekraf Chandra Negara; dan Staf Direktorat Pemberdayaan Usaha BKPM Andre Himawan.

CEO perusahaan teknologi IYKRA Fajar Jaman mengatakan, selain membawa dampak negatif, pandemi juga bisa disikapi sebagai momentum mencari solusi baru. Ia juga mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan sederhana untuk menggenjot usahanya. (Kompas.id,6/5/2020).

Ada empat hal yang perlu diperhatikan pelaku usaha untuk bertransformasi ke ranah digital. Keempatnya adalah ketangkasan beradaptasi, pemasaran, prosedur operasi bisnis, dan dukungan teknologi.

Oleh SEKAR GANDHAWANGI

Sumbe: Kompas, 20 Mei 2020

Share
x

Check Also

Asal-Usul dan Evolusi Padi hingga ke Nusantara

Beras berevolusi bersama manusia sejak pertama kali didomestifikasi di China sekitar 9.000 tahun lalu. Dengan ...

%d blogger menyukai ini: