Mahasiswa UGM Pamer Hasil Penelitian di Jepang

- Editor

Jumat, 20 September 2013

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendapat kesempatan untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan di tingkat internasional merupakan pengalaman yang luar biasa. Hal itu yang kembali dialami oleh enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta saat mengikuti The 2nd International Conference on Life Science and Biological Engineering 2013.
Keenam mahasiswa itu ialah Chandra Pradhitaningrum, R Aditya Aryandi Setiawibawa, Moh Faza Rosyada, Muhammad Fikru Rizal, Abrory Agus Cahya Pramana, dan Dini Zahrotul Diniyah. Selama tiga hari, mereka berkesempatan mencicipi alam Osaka, Jepang, dan berbagi pengetahuan dalam ajang besutan Higher Education Forum (HEF) itu.

Menurut Abrory, HEF merupakan forum internasional yang bergerak dalam pembangunan berkelanjutan khususnya di bidang penelitian dan pengembangan sains, teknologi, dan aplikasi sains. Di dalamnya meliputi bidang lingkungan, budaya, ekonomi, dan sosial.

“Sampai saat ini setidaknya HEF telah memiliki anggota kurang lebih 3.500 orang yang tersebar dari Asia hingga Eropa, bahkan di Amerika. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, yaitu akademisi, praktisi, pemerintah, ilmuwan, dan konsultan,” kata Abrory, seperti dikutip dari laman UGM, Rabu (20/11/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam acara tersebut, para peserta mendapatkan materi dari sekira 63 paper yang dipresentasikan dalam oral presentation. Tidak hanya itu, sebanyak 73 poster pun ditampilkan dalam poster session.

IGVjdTK9E1Peserta yang hadir dalam kegiatan tidak hanya mahasiswa strata S-1. Bahkan, umumnya kegiatan tersebut diikuti oleh para profesor ataupun associate professor dari berbagai universitas di dunia yang ingin mempresentasikan bahkan mempublikasikan hasil penelitian yang tengah dikerjakan atau hasil kajian dari penelitian yang telah diterapkan.

Pada kegiatan tersebut, empat mahasiwa UGM turut berpartisipasi menyampaikan hasil penelitian mereka di hadapan akademisi internasional. R. Aditya Aryandi Setiawibawa dan Chandra Pradhitaningrum membawakan judul penelitiannya yaitu Isolation and Screening of Endosymbiont Bioactive Activity from Seagrass Thalassia hemprichii and Enhalus acoroides against Human Bacterial Pathogen.

Kemudian, Muhammad Fikru Rizal membawakan penelitian yang berjudul Handbook for Elderly and Family: Preventing Suicide Actions in Elderly dan Inheritance of Shield Colour and Shape of Egg on Hybrid Chicken (Gallus gallus domesticus Linnaeus, 1758) derived from Indonesian Local Chick and Broiler yang disajikan oleh Abrory Agus Cahya Pramana.

Sedangkan Dini Zahrotud Diniyah memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul Site Selection for Agroforestry Using Geographic Information System in Bangly Regency Bali Province, Indonesia. Di poster session, Moh Faza Rosyada yan mendapatkan kesempatan mempresentasikan penelitian bertajuk Simple Electrical Current Impedance System as Egg Non-Destructive Tomography Test.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM Budi Setiadi Daryono menyampaikan dukungan penuh kepada mahasiswa dalam mengikuti acara-acara bertaraf internasional. Kegiatan tersebut, lanjutnya, dapat menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri baik secara akademis maupun soft skills.

“Forum seminar internasional merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil-hasil risetnya sekaligus menambah wawasan, pengalaman, dan networking bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) bangsa Indonesia. Kami mendukung kegiatan-kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh mahasiswa baik di kancah nasional maupun internasional,” papar Budi. (mrg-Margaret Puspitarini)

Sumber: Okezone.com, Rabu, 20 November 2013 14:09 wib

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Berita ini 24 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:45 WIB

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Berita Terbaru

Artikel

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Jumat, 23 Jan 2026 - 20:18 WIB

Artikel

Apakah Mobil Listrik Solusi untuk Kemacetan?

Kamis, 22 Jan 2026 - 11:08 WIB

Artikel

Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu

Kamis, 22 Jan 2026 - 10:52 WIB

industri

Dari Molekul hingga Krisis Ekologis

Minggu, 18 Jan 2026 - 17:45 WIB