Kualitas Air Tanah Jakarta Sudah Kritis

- Editor

Jumat, 8 Januari 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kualitas air tanah di wilayah Jakarta dalam kondisi kritis. Sebagian besar air tanah, baik di akuifer bebas maupun akuifer tertekan, sudah tidak memenuhi standar kualitas air minum yang disyaratkan pemerintah. Kandungan senyawa garam, mangan, dan besi yang berlebih tersebar dari bagian utara Jakarta sampai wilayah Kota Depok di selatan.

Hasil pemantauan air tanah di cekungan air tanah (CAT) Jakarta oleh Balai Konservasi Air Tanah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2015 menunjukkan, untuk lapisan akuifer bebas, dari 85 lokasi sumur yang dipantau, hanya ada 16 lokasi yang memenuhi baku mutu. Di lokasi akuifer tertekan, dari total 69 lokasi yang diambil sampelnya, hanya 12 lokasi yang airnya memenuhi baku mutu.

Standar baku mutu yang digunakan sesuai Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Air Minum. Kegiatan pemantauan ini berlangsung sejak Maret hingga Desember 2015 dengan pengambilan sampel air sumur di 154 lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Balai Konservasi Air Tanah Kementerian ESDM Muhammad Wachyudi Memed mengatakan, secara umum kualitas air tanah di CAT Jakarta dalam kondisi tidak baik. “Di bawah baku mutu yang disyaratkan. Kalau dilihat sebarannya, di wilayah utara, barat, dan timur Jakarta mengandung NaCl (garam). Sementara di bagian tengah hingga Depok beragam,” ucapnya di Jakarta, Rabu (6/1).

Sumur yang air tanahnya mengandung garam berlebih, antara lain, ditemukan di sekitar Cengkareng, Kamal Muara, Penjaringan, Ancol, Cakung, sekitar Bekasi, dan bahkan di Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut Wachyudi, kandungan garam hampir bisa dipastikan berasal dari intrusi air laut, terutama untuk wilayah utara Jakarta. Sementara kandungan zat lain, seperti mangan (Mn) dan besi (Fe), bisa berasal dari batuan atau sumber luar. “Dan itu membutuhkan penelitian lanjutan. Kami baru tahun ini mengumpulkan data awal yang lengkap agar menjadi dasar penelitian-penelitian selanjutnya,” ujarnya.

Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Konservasi Air Tanah Balai Konservasi Air Tanah Kementerian ESDM Arief Darianto menambahkan, temuan ini juga memperlihatkan sejumlah anomali. Beberapa sumur, khususnya akuifer bebas, yang masuk kategori baik justru berada di wilayah utara yang dekat laut.

Arief menduga, hal itu disebabkan lokasi sumur yang kebetulan masih cukup baik. “Tetapi, hasil ini bukan hasil yang statis. Bisa saja dalam pengukuran ke depan, kandungan senyawanya berubah,” kata Arief.

286320_620Menurut dia, air tanah yang tak memenuhi standar baku mutu tidak bisa diminum dengan hanya dimasak. Dibutuhkan sejumlah tahapan pengolahan sehingga air aman untuk dikonsumsi. Hal itu bisa dengan pengolahan kimiawi menggunakan zat lain atau penyaringan sesuai kandungan senyawa yang berada dalam air.

Kualitas air tanah yang buruk ini belum menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah setempat. Data Dinas Tata Air DKI Jakarta 2015 menunjukkan, jumlah pemakai air tanah secara legal meningkat dari tahun 2011 ke 2014. Pada 2011, jumlah pemakai air tanah sebanyak 4.231 lokasi, sementara tiga tahun setelahnya mencapai 4.431 lokasi.

Dengan jumlah itu, pemakaian air tanah mencapai 8,8 juta meter kubik pada 2014, meningkat daripada tahun sebelumnya yang hanya sekitar 7,2 juta meter kubik. Ini hanya untuk penggunaan yang tercatat.

Peruntukan air tanah bagi warga Jakarta beragam. Sebagian besar hanya untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan air tanah dikonsumsi karena pasokan air bersih masih minim. (JAL)
——————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 7 Januari 2016, di halaman 1 dengan judul “Kualitas Air Tanah Jakarta Sudah Kritis”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB
Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Berita ini 0 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 1 April 2024 - 11:07 WIB

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 3 Januari 2024 - 17:34 WIB

Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Berita Terbaru

US-POLITICS-TRUMP

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB