Jambu Sembuhkan Demam Berdarah?

- Editor

Selasa, 27 Desember 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARU-baru ini seorang pembaca menelepon ke Redaksi Kompas. Katanya, ia punya resep ampuh untuk menyembuhkan demam berdarah. “Dengan jus jambu biji. Anak saya, anak-anak teman saya dan saudara yang terkena demam berdarah, sudah membuktikannya,” tambah wanita yang mengaku ibu rumah tangga itu.

Meski hanya dari mulut ke mulut resep itu dengan cepat tersebar. Tak heran pula bila di halaman rumah sakit, kini banyak penjual jambu. Bahkan Radio Sohora yang membagi-bagikan abate gratis ke masyarakat juga menambahkan sekantung jambu biji pada paketnya.

Kabar yang beredar adalah jambu biji mempercepat level trombosit kembali normal yang pada penderita demam berdarah merosot drastis. Pertanyaannya kemudian, betulkah demikian? Menteri Kesehatan Faried Anfasa Moeloek ketika ditanya wartawan beberapa waktu lalu mengatakan, belum ada uji klinis mengenai khasiat jambu ini. “Yang jelas, sampai sekarang dunia kedokteran belum menemukan obat atau vaksin demam berdarah.” Tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jadi darimanakah asal mula kabar khasiat jambu biji ini?

Jambu biji, dikenal juga sebagai jambu klutuk, nama latinnya adalah Psidium guajava L. Tanaman yang aslinya dari Peru sampai Meksiko ini, pertama kali ditulis tahun 1526 oleh Gonzalo Hernandez de Oveido. Pohon inilah yang disebutnya guayabo dan buahnya apel guayaba. Ia juga menjelaskan, buah ini dikembangbiakkan oleh suku-suku Indian dan tersebar di kawasan tropis Amerika.

Tetapi saat ini, jambu dapat ditemukan tumbuh di lebih dari 50 negara tropis dan subtropis. Mulai dari habitatnya di Amerika Selatan kawasan pertanian Amerika Serikat, Eropa sampai Asia. Bahkan di beberapa kawasan seperti Hawaii, Indonesia Filipina, Malaysia, jambu sudah dignggap sebagei tanaman local.

Dalam makalahnya mengenai jus buah dan sayur sebagai alternatif pengganti soft drink, Staf Pengajar Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Institut Pertanian Bogor, Dra Emma S Wirakusuma MSc menyebutkan jambu memang bersifat unggul.

Selain daging yang lunak, tebal, serta rasanya manis, buah ini ternyata mempunyai kandungan vitamin C paling tinggi dibanding buah-buahan lainnya.

Dalam homepage Wonderful World of Guava disebutkan kadar vitamin C jambu mencapai 132, tiga sampai enam kali lipat lebih tinggi dari yang dikandung jeruk, 10-30 kali lebih tinggi dari pisang, dan 10 kali lipatnya kandungan papaya.

Sebagian besar vitamm C jambu terkonsentrasi di kulit dan daging bagian luar. Kadar vitamin C ini mencapai puncaknya ketika jambu berwarna hijau terang menjelang matang. Tak heran bila buah ini sangat baik untuk mempertahankan daya tahan dan kebugaran tubuh. Di Malaysia, masyarakat biasa memanfaatkannya mencegah influenza .

Khasiat lainnya adalah memperlancar pencernaan dan sebagai antioksidan. ”Jambu juga mengandung pektin yang berguna menurunkan kadar kolesterol dan membantu pengeluarannya,” tambah Emma.

BAGAIMANA kaitannya dengan demam berdarah?

Menurut Emma, buah dan sayur dalam bentuk jus akan meningkatkan kemampuan tubuh menyerap zat-zat gizi dan subantansi penting lainnya karena sifatnya yang cair. Kadar air yang tinggi pada buah bervariasi antara 65-92 persen, dengan cepat akan menutupi kekurangan zat cair tubuh dalam waktu singkat.

Seperti diketahui, penderita demam berdarah mengalami penurunan jumlah trombosit yang disebut trombositopenia. Dalam penatalaksanaan penyakit demam berdarah dengue ini, langkah yang paling penting adalah pemberian cairan pengganti plasma darah yang merembes keluar pembuluh darah gara-gara penurunan trombosit ini.

Dengan demikian, pemberian jambu dalam bentuk jus bisa membantu mempercepat menanggulangi kekurangan cairan tubuh. Suatu hal yang sebenarnya bisa digantikan dengan berbagai jus buah lainnya Tidak harus selalu jambu.

Sudah dikenali pula, kehilangan plasma darah ini bisa membuat darah mengental sehingga mengakibatkan pasokan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh terhambat. Dalam keadaan inilah tekanan darah menurun sehingga penderita mengalami renjatan atau shock.

Dalam buku Juicing for Life disebutkan, vitamin C bisa membantu mencegah pengentalah darah. Sementara Emma menyebutkan kegunaan lain seperti meningkatkan kekebalan, mempercepat penyembuhan luka, membantu mencegah infeksi beberapa jenis virus dan bakteri, serta menjadi faktor penyerap dan pengguna zat gizi lainnya sehingga nutrisi lainnya yang masuk ke tubuh bisa lebih optimal dimanfaatkan.

Dengan penjelasan itu, maka fungsi jus jambu lebih mungkin sebagai pemercepat penyembuhan. Jadi bukan sebagai obat. Tetapi ini berarti pula, tak selalu harus jambu. Buah-buahan lain yang kaya zat cair dan vitamin C, tentu juga bisa dimanfaatkan. (nes)

Sumber: Kompas, 5 Mei 1998

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 21 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB